Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2006

Ecstacy Dionysus

28April2006
Hari ini.. Jantungku berdegup terlalu kencang dengan birama melebihi batas wajar. Ah, hari ini aku tidak bisa menikmati malam bahkan untuk menggigil sekalipun, padahal suhu udara malam ini sekitar 14 derajat Celcius. Terlalu memikat raga untuk merasakan dingin. Aku juga tidak berkhayal mengenai sebuah realita transenden. Pikiranku teralihkan dari Imaji dan Mimpi.
Esok aku berencana untuk melihat sebuah fantasi tingkat tinggi yang menjadi kegiatan rutinku sehari-hari. Ah.. terlalu indah untuk dijabarkan.

29April2006
Aku datang pukul 20.10
Memasuki ruangan gelap dengan segenggam tiket bernama Harapan.
Kemudian aku larut melalui alunan nada yang dipetik. Harpa dan gitar.
Perempuan cantik bernama Maya Hasan. Rambutnya tergerai bebas. Jemarinya terus memetik. Ia menutup mata dan membiarkan dirinya menyatu dengan alunan yang menggoda. Lalu ia mencapai spiritualitasnya.
Sekumpulan pria bernama Bali Guitar Quartet. Mereka menyebarkan aroma mistis Bali yang menenangkan. Bunga-bunga ditabur…

Kisah Kerajaan

Kerajaan mempunyai kisah apik.

Hari ini Putri Kerajaan menyuntikkan insulinnya lagi, berharap kondisi tubuhnya kembali ke keadaan homeostatis. Putri Kerajaan tidak menyakiti dirinya dengan jarum suntik, ia hanya berusaha untuk memperpanjang hidup.
Ketika insulin sedang bereaksi dalam tubuhnya, ia mendengar ketukan dari pintu kamarnya. Lalu datanglah seseorang yang ia sangat kenal.
"Tuan Putri.."
"..." Seseorang yang ia tidak pernah harapkan hadir dalam kehidupannya, kini ada didepannya. Seseorang yang dulu ia kenal, Pengawal Kerajaan.
"Apa kabar?"
"..." Ada keengganan untuk menjawab dalam hati Putri Kerajaan.
"Saya tidak begitu baik"
"..." Seperti biasa, ia akan datang ketika keadaan tidak begitu baik. Ketika membaik, ia menghilang. Atau ia memang selalu menghilang tetapi Putri Kerajaan pura-pura tidak mengetahuinya? Apa yang harus Putri Kerajaan katakan kepada orang yang begitu ia sayangi dan sudah sangat lama tidak menghubunginya. …

Perempuan

.:Perempuan.. makhluk indah yang di-nomer-duakan:.

[Perempuan di keluarga]
Mengapa perempuan menjadi makhluk nomer 2? Sepertinya ini dilihat dari segi ekonomi dibandingkan sosial atau politik. Ketika mereka menikah, mereka menggantungkan finansialnya kepada laki-laki (suami) dan ia sudah tidak melindungi diri sendiri. Oleh karena itu, laki-laki merasa mempunyai kekuasaan penuh atas perempuan. Perempuan harus memberikan pelayanan yang terbaik. Mereka mempunyai otoritas penuh terhadap perempuan. Atas tubuhnya, pelayannya dan psikologisnya. Laki-laki menganggap, dia mencari uang lalu perempuan hanya menerimanya saja. Padahal kenyataan sebenarnya adalah suami sebagai pekerja di luar rumah, perempuan sebagai pekerja di dalam rumah dan anak-anak sebagai pekerja tambahan.
Pada saat itu perempuan ingin bangkit secara finansial. Banyak perempuan yang bekerja walaupun sudah berumah tangga. Entah mengapa, ketika pendapatan perempuan lebih besar, harga diri suami runtuh. Padahal itu untuk keluarga j…

Raya

Hari ini, seperti biasa, Raya meringkuk di pojok kamarnya. Aku mendekatinya. Ada gerakan kecil namun tidak berarti. Terlihat diam padahal ia sedang bermain di dunia makna. Ia sedang bermain dengan kotak mainan Tuhan. Bentuknya persegi panjang dan warnanya transparant sehingga Raya bisa melihat isinya. Isi kotak mainan Tuhan itu hanya kabut bewarna hitam yang spiral namun gemerlap. Raya berbisik, "Tuhan menyebut itu Bimasakti." Gemerlapnya seperti intan atau berlian.. atau apapunlah. Yang pasti Raya terpana.
Raya bilang bahwa Tuhan mengizinkan Raya untuk bermain-main dengan kotak itu. Boleh mengguncang-guncangnya karena semua lintasan intan itu sudah diatur oleh Tuhan. Ada senyuman kecil dibibir Raya karena ia sedang melihat Tuhan tertawa. Tuhan tertawa karena mereka tidak sadar kalau mereka berada di mikrosemesta. Mereka.. Raya dan Tuhan, berada di kehidupan yang makro. Manusia yang hidup di dalamnya, tidak pernah tahu bahwa ada kehidupan yang luas diatasnya. Sebuah realita …

Ini Tentang Anto..

Sudahkah aku kenalkan padamu tentang Anto?
Anto adalah dewa malamku. Kadang ia datang ketika ia merasa sepi. Pada saat itu aku merasakan temperatur tubuhnya. Hangat. Tidak dingin seperti orang lain tetapi hangat. Tangannya besar dan kuat, terkadang merengkuh tubuhku yang ringkih ini. Ada rasa aman dan nyaman didalamnya dan bukan sesaat. Aku seharusnya tidak pernah melibatkan perasaan. Tapi aroma tubuhnya menjadi sesajen tersendiri agar aku berlutut. Deru nafasnya terkadang membuat suatu sensasi tertentu yang mengakibatkan adiksi. Anto kini menjadi candu.
Tetapi sudah berbulan-bulan ia tidak hadir dalam suatu sesi tertentu. Mereka yang datang, bukan Anto, memukuli, mengasari seperti binatang, hamburan uang dan alkohol lalu aku tercampakkan.
Entah mengapa.. aku merasa hancur.
Sampai akhirnya aku melihat Anto dipusat perbelanjaan. Ia bersama perempuan kemayu dan alim. Pakaian perempuan itu menutupi apa yang mereka sebut aurat. Perutnya buncit sedikit namun masih terlihat. Anto menggandeng ta…

Rehat sejenak

Hari ini saya tidak kuliah, sama seperti minggu kemarin. Minggu kemarin saya sakit. Cukup untuk membuat saya susah bangun dari tempat tidur. Tapi.. ternyata kuliah siangnya menuntut saya untuk masuk. Hari ini saya sudah rela untuk bangun pagi, ternyata dosen tidak datang lagi.

Jadi.. hari ini pemikiran saya libur, tulisan saya juga libur dan hati saya juga libur ~~

Regrads,
Nia