Skip to main content

Ini Tentang Anto..

Sudahkah aku kenalkan padamu tentang Anto?
Anto adalah dewa malamku. Kadang ia datang ketika ia merasa sepi. Pada saat itu aku merasakan temperatur tubuhnya. Hangat. Tidak dingin seperti orang lain tetapi hangat. Tangannya besar dan kuat, terkadang merengkuh tubuhku yang ringkih ini. Ada rasa aman dan nyaman didalamnya dan bukan sesaat. Aku seharusnya tidak pernah melibatkan perasaan. Tapi aroma tubuhnya menjadi sesajen tersendiri agar aku berlutut. Deru nafasnya terkadang membuat suatu sensasi tertentu yang mengakibatkan adiksi. Anto kini menjadi candu.
Tetapi sudah berbulan-bulan ia tidak hadir dalam suatu sesi tertentu. Mereka yang datang, bukan Anto, memukuli, mengasari seperti binatang, hamburan uang dan alkohol lalu aku tercampakkan.
Entah mengapa.. aku merasa hancur.
Sampai akhirnya aku melihat Anto dipusat perbelanjaan. Ia bersama perempuan kemayu dan alim. Pakaian perempuan itu menutupi apa yang mereka sebut aurat. Perutnya buncit sedikit namun masih terlihat. Anto menggandeng tangannya. Terlihat ada kesamaan cincin pada jemari mereka. Disaat itu aku sadar, aku kalah. Perasaan yang telah terlibat membuat aku begitu rendah. Anto yang nakal ini menjadi seorang pemimpin keluarga dan ayah dari seorang janin. Anto yang hebat ini tidak akan bermain dengan siapapun. Anto berubah. Tetapi aku masih seperti ini. Hina dan pelacur.

(Aku.. Anto.. dan secangkir teh hangat)

Comments

Vendy said…
dunno what to say *lol*
jadi keinget Djenar :P
- aVanK - said…
huakakakak...
sori!!!
lucu banget!
rottenhotten said…
This comment has been removed by a blog administrator.
mynameisnia said…
vendy: seumur2 belon pernah baca itu Djenar. Ntar tak baca ah.. :D

- alfa -: matur nuwun.. :)
yudo said…
lepaskan dirimu dari pengaruh novelis yang lain.....
mynameisnia said…
susah juga.. apalagi ketika tahu ada penulis novel lain yang sejiwa sama kita

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…