Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2006

Teh Melati Hangat

Kamu bangun di pagi hari,
kaki terkantuk ujung tempat tidur, "Ouch!"
Kemudian kamu berjalan ke dapur,
mencari teh celup rasa melati
tetapi hanya ada teh seduh.
Kamu mencari gelas,
tetapi hanya ada cangkir kecil.
Kamu mencari gula,
tetapi disana hanya ada garam-kemiri-merica.
Ada keluhan dalam hati, "Oh! Aku hanya ingin teh melati hangat!"
Tidak ada gula,
kamu akan membiarkan rasanya tawar
bahkan pahit.
Seduh = air panas.
Disana tidak ada air panas.
Kamu kesal! kesal! kesal!
Kamu lihat pisau di dapur,
kamu harakiri!
Sasaran ke perut,
melesat lalu menancap ke paha kiri.
Kamu menjerit!
Kamu langsung dibawa ke rumah sakit.
Suster menancapkan jarum bukan pada vena,
tapi arteri!
Suster salah posisi.
Keadaan menjadi berbalik,
bukan donor darah yang masuk,
malah darah kamu yang tersedot.
Dokter datang,
dengan gelar Spkk,
jelas ia salah ruang.

Lalu keadaan stabil.. stabil..
tenang.. nyaman..
tidak panik
hening tapi tidak kosong.

Lalu kamu pulang dari rumah sakit.
Ibu menyambut,
dengan segelas teh melati hanga…

Kinestetik!

Siapa sih mereka? Saya tidak mengenalnya. Tapi mereka saling mengenal. Mereka berbicara, dengan perkataan yang tidak saya mengerti. Saling berbicara kemudian pandangannya bertautan. Ada makna dibalik semua. Saya tidak mengerti.
Pandangan mata tidak cukup, mereka menambahnya dengan sentuhan kecil tetapi nakal. Tidak meraba, hanya memegang. Ada makna dibalik semua. Saya tidak mengerti.
Harus ada stimulus baru yaitu rayuan yang memikat, ringan tetapi menyentil libido.
Ramuan telah disiapkan, harus segera diracik dan dihidangkan. Saya tetap tidak mengerti.

Kemudian si wanita menghujani pria dengan ginju merah merekah. Lidah berfungsi, ikut menjilat. Ujung rambut sampai ujung kaki.. terdeteksi oleh sensori. Ada gesekan, sensasi kulit berpartisipasi.. membuatnya menjadi adiksi. Lagi dan lagi.
Indra peraba menjadi lebih aktif, dua kali lipat! Sentuhan lembut menjadi keras. Keras. Keras-lalu keras. Si perempuan mencakar, jarinya merenggut.

Terengah.
Entah itu nafas yang tertahan atau itu sebuah lela…

Tertahannya Sebuah Nafas

[[Kali ini bukan sebuah cerita.. bukan juga sebuah essay]]

Baru saja saya pulang dari observasi. Yang saya observasi adalah anak gifted (dengan indikator utama yaitu IQ diatas 130). Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari subjek.. tetapi lingkungan pusat terapi yang membuat saya takjub.
Perempuan kecil yang cantik apalagi ketika ia tersenyum, mulutnya selalu terbuka.. selalu menangis.. tubuhnya ada disana tetapi kehadirannya entah dimana.
Anak laki-laki yang kuat, tetapi begitu agresif. Ia memukul-mukul gerbang besi sekuat tenaga. Berteriak. Menendang si terapis kuat-kuat.
Anak laki-laki yang begitu kecil dan menggemaskan, tidak bisa berkata apapun. Hanya bisa mendesis, "Moo.."
Teman saya menceritakan pengalamannya juga. Ia bilang, "Ada laki-laki berumur 20 tahun, ia autism. Sedikit berbicara.. hanya menunjuk. Jika berbicara.. hanya bisa membuat kami takut."
Teman saya lainnya yang observasi di SLB bilang, "Ada yang begitu tinggi secara seksual.. Down Syndrome.. Ce…