Skip to main content

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya]
Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk.
Tok.. tok..
“Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina.
Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku.
“Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.”
“Ralat.. hampir tidur!”
“Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?”
“Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?”
Sabrina tertawa.
Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya sekarang.
“Ada apaan nih?” Aku menggaruk kepalaku. Sudah dua hari aku belum keramas.
“Ihhhh.. rambutnya lepek gitu. Kapan terakhir keramas?”
“Ihhh.. Lo sirik aja. Dua hari yang lalu.”
“Ihhhh.. Mirna. Rambut lepek kok direbutin. Gue sih ogah.”
“Dah ah. Gue tidur yah.” Aku merebahkan badanku ke tempat tidur.
“No.. no.. no.. jangan dulu. Gue mau minta tolong.”
“Oh ya udah gue duga.”
Ia terdiam. Aku terdiam. Aku ngantuk. Aku memberikan Sabrina kesempatan untuk berbicara. Tapi ia masih terdiam. Aku bangun dari tempat tidur.
“Iya.. ada apa, Sab?”
“Nahhh!! Gitu donk!” Ia langsung bersemangat.
“Gini lho, Mir. Gue disuruh dosen gue wawancara orang tentang acara-acara yang ada di televisi. Nah, gue mau wawancara elo!” Ia mengeluarkan tape recordernya.
“Weits.. tunggu dulu. Mana ngerti gue tentang kayak gituan. Yang kuliah disana kan elo. Duh.. pake tape recorder segala lagi.”
“Gue belon selesai ngejelasin. Karena elo bukan orang pertelevisian, elo bakal gue wawancara sebagai konsumen. Analisa konsumen secara kasar aja. Elo engga perlu teori untuk jawab pertanyaan gue. Tapi gue pengen tahu pendapat lo doank. Kan gue juga ntar bakal wawancara orang yang ahli di bidangnya juga.”
Aku terdiam. Malas menunjukkan kalau aku mengerti.
Sabrina melanjutkan, “Elo tahu sendiri kan, Mir, kalau lo wawancara orang maka orang itu akan dapet rewards dari pewawancara. Ya secara elo kuliah di psikologi. Nah.. kalau lo mau, gue bayarin makan siang deh.”
“Ah, sialan! Ini sih penyuapan!”
“Huahahaha.. Ya lo makan sendiri. Masa gue suap.” Ya begitulah Sabrina, terkadang ia membuat segalanya semakin sulit.
Aku terdiam. Kemudian aku berkata, “Tapi traktirannya engga di Pak Kincir kan? Ya kalau disana mah gue udah sering juga kali. Kebeneran gue lagi pengen Pizza banget, Sab.” Aku tersenyum penuh arti.
“Ya ampun.. dikasih hati minta jantung. Ngerampok, mbak? Ya udah.. demi tugas ini, iya deh.” Ia tersenyum.
Ia menyiapkan kerangka wawancaranya. Ia membacanya sebentar kemudian ia menyiapkan tape recordernya. Ia berbisik, “Siap?”
Aku mengangguk.
Klik.
“Selamat siang, Mbak. Nama saya Sabrina dari Universitas Nusa. Saya mau mewawancarai Mbak Mirna mengenai pendapat acara televisi sekarang ini. Waktu yang saya butuhkan sekitar satu jam. Apa mbak Mirna bersedia?”
Aku menggeleng tapi aku mengatakan, “Iya!”
Aku menahan tawa.
“Saya akan menggunakan tape recorder untuk merekam wawancara ini. Apa mbak bersedia?” Suaranya memberat karena ia juga harus menahan tawa.
“Siap!” Aku berlagak seperti prajurit yang menerima titah dari jendralnya.
Sabrina menutup mulutnya dengan bantal. Berusaha suara tawanya tidak terdengar ke tape recoder.
“Baik, saya mulai. Pertanyaan pertama saya, apa yang terpikirkan pertama kali ketika mbak mendengarkan kata ‘sinetron’?”
“Hmm.. Telenovela, Maria Mercedes, Tersanjung, Bawang Merah Bawang Putih, Kehormatan, Liontin, Anakku Bukan Anakku, mmm..”
Klik.
Sabrina mematikan tape recordernya. “Ya ampun, Mirna! Serius donk!”
Aku tertawa ngakak.
“Gue serius, Sab.” Aku menahan tawa.
“Engga! Gue tahu lo ngga serius. C`mon.. Mirna. Bantuin gueee..” Ia memelas.
Semakin memelas, aku semakin tertawa.
“Huahahaha..”
“Ya.. ketawa aja sampai engsel rahang lo lepas.” Ia bersungut.
“Bwakaka.. tega banget doain engsel gue lepas. Ya abis lo serius banget. Inget, Sab. Nanti pasti lo kan minta identitas gue dan ntar pasti gue cantumin umur gue. Dosen lo bakal tahu kalau gue seumuran sama lo. Jadi, bahasa lo engga usah sesuai EYD. Kayak ngobrol biasa aja, Sab.”
“Serius lo?”
“Trust me. Gue pernah ngelewatin ini.”
Sabrina merewind ulang kasetnya.
Klik.
Ia mengulangi pertanyaan yang sama, “Ok! Kita mulai aja yah. Apa sih yang ada dipemikiran lo ketika lo mendengarkan kata ‘sinetron’?”
“Tercela.” Bak peluru, puncak sinis aku langsung luncurkan ke jantung.
“Wah.. tercela gimana?” Ia kaget. Engga nyangka dengan respon yang aku kemukakan.
“Membuat orang-orang ingin mencerca. Mereka membosankan, mereka hanya hiburan tapi tidak memberi pesan, mereka mengikuti rating tapi tidak mengikuti idealisme sendiri, mereka itu terseret zaman. Ya memang sih, sinetron yang terlalu mengikuti idealisme itu belum tentu laku. Tapi sebaiknya kan mereka punya pegangan, mau ditujukan kemana sih pesan sinteron itu.”
“Pesan sinteron seperti apa?”
“Lo pasti tahu film Yoyo. Maksud sinetron itu menceritakan anak yang mental retarded. Tapi karena rating dan kemauan pasar, Yoyo berubah menjadi ustad. Mungkin sebagian orang engga sadar. Tapi untuk informasi, mental retarded itu tidak bisa disembuhkan. Jadi sangat tidak mungkin seseorang yang mental retarded berubah menjadi ahli agama. Kalau kata gue, kekurangan sinetron itu adalah penyimpangan tujuan karena rating, imitasi dan penyampaian pesan yang kurang hati-hati.”
“Imitasi?”
“Yoyo kan hasil imitasi dari sinteron Cecep. Dan contoh sinteron-sinteron lainnya yang mengimitasi film dari luar kayak Korea atau Jepang gitu.”
“Menurut lo, kenapa ya bisa terjadi imitasi seperti itu?”
“Mm.. kekurangan ide kreatif untuk membentuk tema baru?”
“Bisa tolong dijelaskan?”
“Yoyo dan Cecep mempunyai tema yang sama, mental retarded. Contoh lainnya penganiayaan orang baik di sinetron Bawang Merah Bawang Putih dan di sinetron Kisah Sedih di Hari Minggu. Atau sinetron-sinetron anak smu yang tujuan ke sekolah bukan untuk belajar tapi untuk rebutan cowok dan lainnya. Kenapa mereka ngga coba angkat tema yang beda seperti film Belahan Jiwa yang mengangkat tema split personality.
Maksudnya disini adalah stasiun televisi A menayangkan sinetron islami dan sukses. Kemudian merambah ke stasiun televisi B dan C kemudian D. Semenjak AADC, film abg muncul dimana-mana. Setelah Jalangkung, film hantu muncul dimana-mana. Setelah majalah Hidayah difilmkan, film islami muncul dimana-mana. Setelah yang berbuat dosa lalu terkena azab berubah menjadi film-film bertema “kasih sayang” lalu.. viola! Muncul dimana-mana. Contohnya: Tukang bakso naik haji, Tukang bajaj jadi jutawan.
Ngomong-ngomong tentang sinteron-sinetron islami, kadang gue heran. Kenapa sih yang beribet itu Islam doank? Maksud gue, masih ada empat agama lainnya di Indonesia terus kenapa mereka tidak membuat film-film seperti “mereka”? Gue juga engga terlalu suka dengan acara Pemburu Hantu. Kayaknya kok ya membesar-besarkan gitu ya. Bisa saja donk sekarang gue bilang, “Hasil pengerawangan saya, disamping pendengar kaset rekaman ini ada makhluk halus yang ikut denger.”
“Wah.. jadi mistis gini yah. Balik lagi ke pernyataan Mirna. Kalau penyampaian pesan yang kurang hati-hati itu maksudnya?”
“Hehe.. semangat banget ya sampe nyimpang gini. Nah, pernyataan gue itu maksudnya manusia mengubah perilaku mereka dengan cara mengidentifikasi dan mengimitasi orang lain. Maka apa yang akan ditayangkan oleh film/sinteron atau apapun harus bagus dari segi pesan dan perilaku. Contoh: Sejak film AADC atau sinetron-sinetron anak muda yang ada di tv, anak smu sekarang berlomba-lomba untuk mengecilkan roknya. Terus sinetron Bawang Merah Bawang Putih. Gue jadi inget.. waktu itu gue sempet baca surat pembaca di koran yang engga setuju dengan penayangan sinetron itu karena anaknya jadi ngga tahu sopan santun kayak bawang merah gitu. Terus kalau selain sinetron, tayangan kriminal seperti Sergap atau Buser itu malah meningkatkan perilaku kriminal di masyarakat lho. Kenapa? Coba deh perhatiin. Kebanyakan mereka menceritakan kronologis cara pembunuhan seperti bagaimana cara membunuh dengan menggunakan bantal, bagaimana cara menculiknya, cara memperkosanya dan lainnya. Sedangkan punishment tidak di ekspose! Masyarakat engga akan pernah tahu hukuman apa yang akan mereka terima kalau berbuat jahat. Harusnya diberitahu pasal-pasalnya, ya… buat apa kita punya landasan hukum kalau itu tidak disosialisasikan? Lalu lama hukumannya, dendanya dan diberitahu rasanya dipenjara. Kekerasan fisik, kekerasan mental dan kekerasan seksual ada disana. Orang akan dua kali lebih tersiksa dan dua kali lebih jahat”
“Terus, menurut lo sinetron apa yang bagus sekarang ini?”
“Dari segi kemasan atau segi cerita?”
“Tadi dari segi kemasan lo udah bilang lo suka tema yang berbeda kayak Belahan Jiwa itu. Kalau dari segi kemasan?”
“Hmm.. kalau gue pribadi sih suka sinteron Arisan The Series. Nonton sinetron itu berasa nonton di bioskop. Belon lagi gue suka banget sama openingnya, unik gitu. Kan kadang ada sinteron yang openingnya hanya dari potongan adegan-adegan di film. Nah, mungkin intinya gue suka sinetron yang berkualitas film. Sinetron di ANTV kayaknya bagus-bagus tuh.”
“Nah.. tema sinetron udah kita bahas dan selanjutnya kita akan bahas tentang iklan. Nah.. menurut lo iklan apa sih yang bagus?”
“A-Mild itu mantab! Semua orang pasti udah tahu slogan Tanya Kenapa? Orang sekarang mulai tertarik dengan masalah politik seperti ‘Harusnya Gampang Dibikin Susah. Itulah birokrasi Indonesia! Apalagi kalo lo perhatiin pemain iklannya, seorang warga keturunan Tionghoa, orang-orang yang didiskriminasikan oleh pribumi. Segalanya dipersulit. Ah.. tapi kalau ada uang, segalanya jadi mudah ya? Haha..” Aku menarik nafas sebentar.
“Djarum Super atau Dji Sam Soe itu.. mungkin lo pernah ngeh kenapa iklan rokok itu bagus-bagus. Mereka keren, mereka mendaki tebing, mereka arum jeram, mereka bungee jumping. Ya itulah laki-laki! Iklan dengan konsumen laki-laki harus dibuat hebat. Tough, kuat dan paling penting.. keren! Coba kalau kita ganti tokoh iklan itu dengan tukang becak lagi ngaso di warungnya Pak Kincir plus bunyi ‘kretek-kretek’ dengan satu kaki diangkat ke kursi. Itu terkesan miskin dan engga keren. Mana ada yang mau menjadi seperti itu? Lucunya lagi, iklan rokok bagian warningnya yang ‘Merokok dapat menyebabkan kanker, impotensi, gangguan kehamilan dan janin’ itu hanya ditampil kan beberapa detik saja atau bahkan satu detik! Belum selesai membaca, iklan sudah selesai. Coba lo dengerin deh iklan rokok yang ada di radio, textnya dibacain dengan cepat. Pesan warning itu sengaja dibuat cepat agar atensi penonton terhadap iklan tidak teralihkan. Terus, udah ada warning.. pemerintah engga memberhentikan peredaran rokok? Mungkin karena income yang besar, karena itu adalah lapangan kerja yang kalo pabrik rokok di seluruh Indonesia diberhentikan, maka pengangguran akan lebih banyak lagi dan pemerintah juga merokok. Hehe..”
“Wah.. kayaknya kita udah kejauhan dari topik nih. Jadi bahas rokok ya?”
“Hehe.. sorry. Iya nih.. semangat bener kayaknya gue jawab pertanyaannya.”
“Engga apa-apa. Kita bakal kembali ke topik utama kalau melenceng.”
“Ok!”
“Menurut lo, kenapa sih iklan bisa menarik konsumen untuk beli?”
“Ada faktornya yaitu prestige sama sugesti. Gue ingetnya cuman dua. Ya.. maklum gue jarang masuk kuliah.”
“Bisa dijelaskan?”
“Prestige bisa merupakan suatu kondisi yang sangat dihargai atau dijunjung tinggi oleh masyarakat karena ia membawa suatu gengsi tertentu. Contohnya iklan minuman isotonic tapi kok ya modelnya Nia Rahmadani yang engga nunjukkin semangat apapun? Lo bisa bandingin sama iklan minuman isotonic yang modelnya Primus. Beda jauh kan? Mungkin iklan itu milih Nia karena dia adalah bintang kali ini dan prestigenya tinggi. Kalo kata gue, iklan yang prestigenya kurang itu susu Real Good sama Sozzis itu kurang top. Apa kesamaan yang ada dari kedua iklan tersebut?” Aku membalikkan pertanyaan ke Sabrina.
“Mmm.. Basuki?” Sabrina menjawab ragu.
“Yak! Artisnya: Basuki. Prestigenya kurang tinggi. Coba modelnya itu Bunga. Pasti beda deh.”
Sabrina menunjukkan muka apa-apaan-sih-loe kepadaku.
“Terus yang selanjutnya itu sugesti. Contoh iklan yang pake ‘Penelitian di Amerika mengatakan bahwa 99.9% bla bla bla..’ atau ‘Para ahli mengatakan..’ Garis bawahi kata penelitian. Penelitian terkesan begitu ilmiah, scientific, banyak rumus, pintar, brilliant dan dilakukan oleh orang-orang yang ahli dalam bidangnya. Orang lebih percaya dengan para ahli di bidangnya. Gini deh, contoh yang gampang, mungkin lo sebagai mahasiswa lebih ngedengerin dosennya dari orang yang bertitle S2 atau S3 daripada yang cuman lulusan S1. Masalah repsek atau engganya ya.. tergantung interaksi dosen kan?”
Manda menggerakkan bibirnya dengan menunjukkan kata, “SIALAN!”
Aku menahan tawa.
“Lalu garis bawahi pada kata Amerika. Orang Indonesia itu western-minded. Ia menganggap bahwa barat itu segalanya dan jauh diatas kita. Angka 99.9% itu menunjukkan angka yang dominan. Contohnya iklan sampo Clear yang mengatakan 99.9% ketombe akan hilang. Kenapa sih ngga sekalian mereka nyebutin 100%? Tentu saja 1% nya itu untuk berjaga-jaga jika masih ada ketombe sehingga mereka bisa ngeles, ‘Kan 1%nya ketombean’ Hehehe. Tapi engga menutup kemungkinan kalau penelitian bener lho. Karena pasti tu iklan udah mikir baik buruknya untuk pakai kata penelitian. Bagaimanapun, ini cuman analisa konsumen. Hehehe..”
“Sama kayak iklan Clear yah. Lo juga jago ngeles.”
“Hehehe..”
“Ok. Gue rasa, semua pertanyaan udah gue sampain semua. Sebelon gue akhirin wawancara ini, ada yang mau ditambahin?”
“Humm.. maju deh sinteron dan periklanan Indonesia.”
“Ok. Makasih atas waktunya. Kalau gue butuh informasi lagi, gue bisa wawancara lo lagi?”
“Bisa.. bisa.. Sesuka hati aja.”
“Ok! Thanks ya! Selamat siang!”
“Siang.”
Klik.
Sabrina mematikan tape recordernya.
“Huahahahahaha..” Sabrina tertawa keras. Seolah itu adalah tawa yang ia simpan didalam temboloknya selama wawancara ini. “Norak lo. ‘Maju deh sinetron dan periklanan Indonesia’. Nonton sinetron aja jarang! Huahahahah..” Ia meneruskan tawanya.
“Hehehe.. iya sih. Tapi kan setidaknya gue bisa jawab pertanyaan elo.”
“Ok.. ok.. Thanks lo, Mir. Lo baek banget deh. Lo udah bantuin gue banget!”
“Jangan lupa traktirannya lho ya. Gue udah laper banget neh sekarang.”
“Ya udah sekarang aja yuk. Biar gue ngga punya hutang sama lo. Btw, mandi dulu deh lo. Keramas yang bersih. Heheh..”
“Ok! Gue mandi dulu deh.” Aku mengambil baju bersih dari lemari, handuk, peralatan mandi. Sebelum keluar kamar dan pergi ke kamar mandi, aku berkata kepada Sabrina.
“Oh ya, Sab. Masalah respek atau engganya dengan dosen yang bertitle S2 atau S3 dengan dosen yang hanya bertitle S1 kan tergantung interaksi. Yah kan, Sab?” Aku tertawa sembari meninggalkan kamar.
“Mirrrnaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!” Kini affairnya dengan dosen muda itu diketahui sudah.

[Selamat menikmati. Overdosis karena aromatherapy nih jadi menghambat ide2. Mudah2an isinya tidak mengecewakan yah. Cheers!]

Comments

Vendy said…
sindirannya sangat menyegarkan :D
cocok untuk teman kopi hari ini :D
cheers :D
Avante said…
Weits, banyak sekali tema yang dibahas ;) lagi banyak ide ya?

soal Sinetron, kemaren nonton acara OM Farhan ga waktu wawancara sama Keluarga (Dinasti) Punjabi. Disitu "The Godfather" bilang kalo sinetron itu dibuat untuk selalu up to date dengan permasalahan yang ada di masyarakat jadi dia ingin membuat sinetron itu gak ketinggalan jaman, jadinya ya hancur gitu :P

PS : "Who's Manda?" hehehe
Sori soal Pizza itu, gw kira ada hubungannya sama makan-makan acara "Officially Not Jomblo", ternyata tidak.
mynameisnia said…
@vendy: ah.. tenkiu.. tenkiu..
@avante: kenalkan.. Manda adalah Sabrina yang belum teredit. Hehehe.. susah juga u/ koreksi jeli gitu. Tenkiu.
Spedaman said…
wah mengalir juga ide2nya...
hmmm mirna sama sabrina lucu jg yah?:p

tapi iklan a mild emang mantep bgt tuh!
oia soal basuki, dia laku bgt lho,,,
iklan oli, kacang, sosis, susu, motor...
waah byk!
Avante said…
btw "Manda"nya masih ketinggalan satu tuh...
-oranglagigakadakerjaan-
[dee] said…
hallo! gw baru sekali ini stumble upon your blog, dan ternyata isinya SANGAT menarik serta MENDIDIK. Love it. Either itu true story atau cuma karangan elo aja, tapi yang pasti, gw suka banget sama semua entry elo. Btw, blajar Filsafat ya? Di mana?
hmm ingin sedikit membenarkan, pemilihan bintang dalam iklan itu bukan untuk prestise, pemilihan bintang iklan itu untuk membentuk image dari product yang diiklankan itu, jadi lebih untuk memvisualisasikan target market dari product itu, iklan sozzis misalnya dengan basuki sebagai bintangnya, kenapa dia yang dipilih bukan bunga? soalnya target market pasar si sozzis ini yah kalangan menengah ke bawah. . melihat efek dari range usia dan jenis kelamin dari basuki juga lebih luas dari pada bunga. . basuki yang seorang pelawak menarik pria dan wanita dari tua sampai anak-anak, sedangkan bunga hanya menarik perhatian remaja saja dan mayoritas pria. .

jadi pemilihan bintang iklan itu bukan untuk prestise tapi penggambaran target market dari si product yang diiklankan tersebut. . hal ini dilakukan tentunya agar iklan sebagai media promosi mengenai sasaran dengan tepat dan dapat meningkatkan tingkat penjualan serta membentuk image di masyarakat mengenai product tersebut. .

pada dasarnya iklan dapat menarik konsumen untuk beli karena dasar kebutuhan, dia membutuhkan barang itu, nah si iklan ini menarik konsumen untuk membeli barang kebutuhannya dengan brand tertentu. . gimana? pertama dengan sugesti, yaitu menggunakan mind-trick untuk menciptakan perasaan seperti image iklan tersebut, contoh iklan rokok marlboro yang mengedepankan kejantanan dan maskulinitas membuat konsumen merasa klo merokok marlboro jadi merasa jantan.

kedua dengan role model, menggunakan bintang yang berpengaruh sesuai dengan targetnya, contohnya iklan tolak angin yg pake slogan 'org pintar minum tolak angin' dan model2 kyak dewa, setiawan djody, dll

ketiga dengan keunggulan brand product itu, misalnya iklan lotion anti nyamuk yang gak lengket di kulit. .

keempat dengan promo2 tambahan atau keuntungan yang didapet konsumen, seperti provider telepon selular kyk free talk, free sms, dsb

yah itu aja sih yang gw masih inget. . hihihihi. .
mynameisnia said…
@avante: jeli banget deh lo.. salut :P
@sovanatique: heyhooo! makasih ya.. sering2 dateng kesini ya.
@james: ah ya.. ternyata mungkin beda. soalnya saya sendiri belajarnya bahwa itu jg merupakan prestige. tp sebeng banget ada pembenaran dari james. makasih udah di benarkan. CMIIW :)
mandahadi said…
asik..ada nama gue..manda..
Si Iyo said…
Hi! Nama saya iyo, saya baru aja blogwalking dan ternyata mampir ke sini. Komen saya, wah, blognya keren banget. Terutama post ini, nancep!
Kalau diperbolehkan, saya kepingin mengopi tulisan ini, sekalian promosi gratis juga kan? Soalnya teman-teman saya banyak yang sinetron [punjabi] haters. Benar-bear post yang berbobot dan berisi! Semua postnya juga! Bukjan yang ini saja!
Anonymous said…
Halo. It is a nice site!
viagra
viagra
Its'not a spam
Anonymous said…
Hi. Nice!
Visit my site viagra
buy http://delta-space.info/phentermine.htm viagra online
Thanks.
Anonymous said…
Good moning. Good work!
Visit my site phentermine
buy http://freeunixhs.info/phentermine.htm phentermine online
Thanks.
Anonymous said…
Hi Cool site!
buy viagra
cheap viagra online
Bye
Anonymous said…
Das ist fantastish!
buy viagra,
cheap http://viagra.alldating.org/viagra.htm online
Bye
Anonymous said…
Hi all, watch here!
buy phentermine online,
cheap http://xrjuhosting.info/phentermine.htm phentermine
Bye.
Anonymous said…
Good evening, nice site.
visit smoking stop
http://stop-smoking-aid.batcave.net/smoking-stop.htm smoking stop
Thanks.
Anonymous said…
Hi all!, very interesting. Look at my site.
cheap [url=http://www.rhodesschool.com/blogcomments/default.asp?blogID=23193]phentermine[/url]
http://www.rhodesschool.com/blogcomments/default.asp?blogID=23193 phentermine
Bye
Anonymous said…
Wazzup, interesting.
my page [url=http://viagra-store.info/]viara[/url].
Take http://viagra-store.info#viagra best.
Bye.
Anonymous said…
Hurra, fantastic design.
And I am here [url=http://www.jahk.org/forum/topic.asp?TOPIC_ID=113]viagra[/url].
Test http://www.jahk.org/forum/topic.asp?TOPIC_ID=113#viagra cheap.
Bye.
Just For Music said…
mas/mbak blognya lumayan di search engine,
kanapa gak di pasangi iklan dari
Kumpulblogger.com. kan lumayan dapat duit

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…