Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2006

Civil Society`s Poem

Dunia mendadak sepi..
Tidak ada anak-anak, orang dewasa dan orang tua yang bercengkrama
Tidak ada penulis, penyair dan pujangga
Semua laki-laki ditarik menjadi tentara
Serjerat dalamn perintah gerakan kaki,
"satu dua.. satu dua.."

Dunia mendadak hitam putih..
Peluru yang menembus kepala dan mengamburkan isinya disamarkan menjadi hitam dan putih
Dibuat untuk mengurangi kekejaman, hati yang pilu dan rasa sedih
Berharap akan ada luka yang lekas pulih

Dunia mendadak lambat..
Membuat agonia terasa begitu menyayat
Perang merebut orang-orang terdekat
Dendam terjerat dalam jaringan belikat

Harta, kuasa dan tahta dijadikan berhala
Kemanakah agama samawi yang mereka sembah yang seharusnya menuntun mereka ke surga?
Atau mereka beranggapan bahwa malaikat Tuhan sudah pasti berada dipihaknya?

Segalanya mendadak ironi
Menjaring dualitas sebagai perbedaan dan memisahkannya dengan jurang yang tak berbatas
Area abu-abu dihilangkan demi sekutu

Apakah mereka menganggap ini adalah sebuah kebetulan?
Tidakkah mereka i…

Cerita Sebuah Foto: Sebuah Jawaban

[http://impressoesdigitais.blogs.sapo.pt/arquivo/solidao.jpg]
Untuk waktu yang sangat lama, aku menghilang dari seseorang. Tiga puluh tahun aku melarikan diri dari pemikirannya agar dia bisa melupakanku dengan sengaja. Selama itu aku menimbang apakah aku mencintainya atau tidak tetapi aku belum mendapatkan jawaban. Kalaupun tidak, aku harus menemuinya atas janji yang pernah terucapkan. Tiga puluh tahun dikurangi satu tahun. Aku baru bisa membayarnya dua puluh sembilan tahun kemudian.Akhirnya aku datang. Mereka bilang seseorang menungguku disana. Seseorang yang mencoba menghubungiku setiap waktu namun aku seperti tak mau diganggu. Seseorang yang selalu berbicara dengan operator telepon selama dua puluh sembilan tahun dikalikan tiga ratus enam puluh lima hari. Maka akan tercetak angka sepuluh ribu lima ratus delapan puluh lima untuk operator telepon. Kalau mau, aku bisa mengkalikan angka operator telepon dengan banyaknya ia memikirkanku setiap detiknya tetapi aku terlalu enggan untuk men…

Republik Endonesia

Dirga mengatakan kepadanya, "Selamat ulang tahun ke-61."
Hayu hanya mengangguk. "Berilah semangat pada pejuang berikutnya." Lanjutnya.
Digra mengatakan, "Negara macam apa yang mau diperjuangkan? Negara yang masyarakatnya sibuk mencari joki three-in-one padahal tidak sedikit satu keluarga yang beranggotakan empat kepala naik motor disaat yang sama?"
Hayu menggeleng. "Negara yang baru saja mendapat prestasi pada olimpiade Fisika."
Digra menjawab. "Prestasi sekali seumur hidup. Semoga umurnya panjang."

[Sorry apdet kelamaan. Lagi sibuk di kampus. Punya adek 100 orang.. ^^]