Skip to main content

Obat

Rada terkejut juga ketika saya membaca obat yang berfungsi untuk meringankan gejala flu. Kenapa terkejut? Karena ternyata efek samping obat tersebut lebih parah dari gejala flu itu sendiri. Efek sampingnya adalah kerusakan hati jika dikonsumsi dalam dosis besar dan berkepanjangan, mengantuk, gangguan pencernaan, insomnia, gelisah, eksitasi, tremor, takikardi, artimia ventrikel, mulut kering, palpitasi dan sulit berkemih.
Oh wew..
Hmm.. kok kayaknya (asumsi pribadi sih) obat tuh sebenarnya bukan bikin orang tambah sembuh ya.. tapi tambah sakit. Ya mungkin bagaimana caranya (saya kurang suka dengan kimia T-T) memang menyembuhkan. Tapi bagaimana kalo saya bilang selebihnya adalah sugesti?
Maksudnya begini.
Pernah lihat film yang mainnya Nicholas Cage dan Dakota Fanning (lupa judulnya)? Ceritanya Nicholas Cage itu mengalami anxiety dan punya gangguan agoraphobia (ketakukan pada tempat yang luas atau tempat umum) . Nah, ceritanya dia sama psikiaternya dikasih obat untuk menghilangkan rasa kecemasannya dan Cage yakin banget bahwa obat itu bisa mereduksi anxiety. Ternyata, ketika obatnya habis dan dokternya sedang keluar kota, ia mencoba membeli obat itu di apotek. Ternyata, apotekernya bilang bahwa itu hanya MULTIVITAMIN, bukan obat pereda anxiety.
(CMIIW, udah rada lupa filmnya)
Nah.. disitulah masuk sugesti. Dokter memberi sugesti bahwa obat itu, yang sebenarnya multivitamin, adalah obat untuk mereduksi anxiety dan Cage percaya. Ketika mengkonsumsi obat itu, anxiety Cage berkurang. Berarti, sebenarnya rasa sakit didiri orang juga dikarenakan sugesti (pemikiran2) mengenai rasa sakit itu.
Contoh konkritnya adalah ketika saya observasi di RSJ. Ceritanya ada seorang schizo yang dipukul kenceng banget sama rekannya tapi ia tidak merasakan sakit. Itu dikarenakan ia tidak merasa sakit. Contoh konkrit yang lebih kecil lagi adalah ketika kita tidak menyadari luka (misalnya jari tesayat pisau)yang ada ditubuh kita, maka luka itu tidak terasa sakit. Namun ketika kita sadar ada luka di tubuh kita, maka akan terasa sakit.
Wah.. jadi jauh juga dari obat flu sampai schizo. Huehehehe..
Waktu itu saya pernah ngomong kayak gini sama saudara saya yang dokter.
me: Ah.. itu mah karena sugesti
dia: Engga. Obat memang bisa menyembuhkan kok. Komposisi obatnya kan bla bla bla yang kontra dengan bla bla bla and so on :)
Wah, ya beda bidang. Susah toh?

Comments

Avante said…
Berarti kesimpulannya Efektivitas obat tergantung sugesti si penderita ya?

Kalo obat penyakit dalem mungkin emang bener nia, tapi kalo penyakit luar kayak panu, kadas dan kurap kayaknya susah deh disembuhin pake sugesti

makin dicuekin, makin nyebar :D

Oh ya, sebelumnya Mohon Maaf Lahir dan Batin ya ;)
raffaell said…
hmm, iya, aku biasanya kalau flu / sakit kpala aku ngga minum obat aku biarin aja, bawa bobo, istirahat minum air yang banyak, kalau demam ya di kompress.

cuman dari semua itu yang aku banyak makan tu buah, dan vit c, 10000mg kl perlu, he he he

salam kenal yah
mynameisnia said…
@avante: Kalo panu sih bukan masalah sugesti.. tapi masalah JOROK! :P

@raffaell: Jangan 10000mg, nanti ada kristalisasi pada ginjal lho *kesambet setan dokter*
salam kenal juga :)
t i a r a said…
*senuym2 baca yg efek samping obat flu*
iya jg ya. hehe
NagaGaban said…
Sakit itu ada dua:

1. Psikologis
2. Fisik

Kalo sakitnya secara fisik, ya harus diobatin pake obat...

Contoh: Sakit gigi yang bolong...

Ya mau gak mau obatnya harus dicabut/ditambal...pake obat, dst...

Emang bisa cuma pake fikiran, trus giginya jadi sembuh? gak bolong lagi

Yang Nia omongkan itu sakit yang disebabkan psikologis...the power of the mind. Ini yang dinamakan sugesti.

Kalo sakit yang seperti ini emang gak perlu pake obat...

Mangkanya, kalo sebuah perusahaan farmasi ngetes obat baru...dari sejumlah sample (dalam hal ini kita sebut saja 5 sample) yang diberikan itu, dikasi obat palsu alias placebo...

Nah jika 5 pasien itu sembuh semua setelah meminum obat tersebut (padahal ada obat palsu), bisa jadi sembuhnya gara2 sugesti...
mynameisnia said…
Yup.. akhirnya dapet istilah yang tepat.. Placebo. Baru ingat sayah.
Huhuhu.. matur nuwun.
Guntar said…
Saya pernah kena flu. saya biarin sampe lama. akhirnya malah merembet jadi infeksi telinga. sakitnya bukan main. Habis itu, klo flu saya memilih utk segera sembuhkan dg bantuan obat.

Tp tyt malah ndak bagus kan ya.
Guntar said…
Ttg Placebo Effect, dari pengalaman saya, berada dalam titik efektivitas terendah ketika kita bangun tidur, mau tidur, atau ketika sedang dalam kondisi lelah.

Bahkan untuk bisa mensugesti diri kita juga kudu dlm kondisi fit :-)

Popular posts from this blog

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya]
Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk.
Tok.. tok..
“Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina.
Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku.
“Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.”
“Ralat.. hampir tidur!”
“Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?”
“Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?”
Sabrina tertawa.
Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya sekarang.
“…

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…