Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2006

Cerita Sebuah Foto: Tidur

"Siapa dia?"
"Seorang perempuan."
"Apa yang dia lakukan?"
"Ia tertidur pulas."
"Sangat pulas?"
"Bahkan terlalu pulas."
"Sudah berapa lama ia tertidur?"
"Satu tahun tanpa pernah terbangun. Ia membuatku takut.."
"Kenapa ia tidak pernah terbangun?"
"Ia membasahi paru-parunya dengan alkohol sebelum tidur."
"Untuk apa?"
"Menghangatkan tenggorokan."
"Kenapa tidak jahe atau bandrek?"
"Karena ia memilih alkohol."
"Dimana ia tinggal?"
"Daerah tropis."
"Bukan di daerah dingin seperti Saga di Jepang?"
"Tidak sedingin itu sehingga orang Indonesia yang berada disana mengeluarkan darah dari mata, hidung dan telinga karena cuaca yang dingin. Ini tropis."
"Apa kamu yakin hanya untuk menghangatkan tenggorokan?"
"Sebenarnya aku tidak yakin.."
"Apa yang kamu yakinkan?"
"Dia melarikan diri dari kenyataan."
&qu…

Putri

Putri duduk di depan cermin, melihat dirinya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Rambutnya yang tergerai indah, kemejanya yang rapi, celana kain pipa membentuk kakinya yang jenjang dan kuku kaki yang bersih karena ia hanya berjalan dikisaran rumah, mobil, kantor dan mall.
Hari itu ia merasa tidak cantik dan merasa begitu terasing. Cermin tidak mampu memberikan jawaban karena ia tidak tahu apa yang dirasakan majikan. Cermin berusaha memahaminya dengan merefleksi sebaik mungkin agar Putri percaya bahwa dirinya adalah perempuan tercantik yang pernah ada.
Diamnya sebuah emosi kesal dan sesal yang ia redam selama satu tahun belakangan ini membuat Putri bercermin tanpa ekspresi. Diantara kekalutan apakah ia masih mengenali dirinya, ia dapat melihat jelas genangan air di matanya. Ditahannya kuat-kuat agar tidak jatuh.
Ada yang mengusik kakinya dengan gesekan bulu-bulu halus dan hangat. Dipandangnya Putri dengan rasa senang karena majikannya datang. Berarti dia tidak sendiri di rumah minimalis …

Musikalisasi Hidup

Sudah beberapa bulan belakangan ini aku memainkan lagu pop lama. Minggu kedua bulan Desember, aku ujian. Ujian piano pop terakhir dari tingkat terakhir. Ternyata tingkatan pianoku tertinggi dari semua murid sehingga guruku belum tahu prediksi oral test yang akan diberikan. Berarti aku kelinci percobaan. Trial and error. Kalau aku tidak bisa menjawab Cadd9, Caug atau Cdiminished, berarti murid yang berada dibawahku akan dicekoki chord sampai nada kesembilan.
Katanya tangga nada yang akan ditest hanya C, F dan G. Jujur, aku sangat tidak percaya. Dahulu aku bermain piano klasik. C, F, dan G adalah dasar tangga nada yang terbilang amat mudah. Aku tidak percaya, apakah mungkin tingkat terakhir hanya ditest tangga nada dasar? Kenapa tidak C melodic atau C harmonic? Kenapa tidak dimulai dari B? Kenapa tidak dimulai dari E flat sekalian? Kenapa hanya dimainkan sebanyak dua oktaf, kenapa tidak tiga?
Aku jadi bingung. Kenapa mendapat soal susah diributkan dan kenapa mendapat soal mudah tetap diri…

Cerita Sebuah Foto: Berkenalan Dengan Air

Sebuah kisah menarik yang aku dapat dari air ketika Bandung hujan deras. Aku menyempatkan diri keluar rumah untuk mengenal air kemudian menyentuhnya. Aku adalah aquarius, si lambang air. Mengenal air seperti mengenal diriku sendiri.
"Air.. kenapa kamu baru datang ketika Bandung mengering?" tanyaku.
"Proses kondensasi di awan sedang mengalami carut marut. Ada pergantian Raja Awan sehingga semua warga mengalami ketidakpastian untuk membuat hujan."
"Jarang sekali aku melihat mendung. Kenapa?" tanyaku lagi.
"Kami tidak berani berbuat apa-apa. Raja Awan tidak mampu bernegosiasi dengan Raja Matahari yang kian berkuasa. Oleh karena itu Dewa Langit memecat Raja Awan kemudian mencari penggantinya."
"Wah.. ternyata ada politik langit ya?"
"Selain itu juga ada politic cleansing."
"Ah? Cleansing? Aku jadi ingat susu pembersih." Aku bingung.
"Bukan.. bukan itu.. semua yang mendukung Raja Awan I 'dibersihkan' oleh ormas-orma…