Nulis



Nulis! Nulis! Nulis!

Rasanya aku sudah mulai frustasi ketika aku memikirkan untuk menulis. Padahal dulu aku senang sekali ketika aku menulis. Reaksi katarsis untuk mengeluarkan itu baik, tapi sekarang aku tidak peduli. Tidak ada ide, tidak ada kata-kata yang baru, tidak ada klimaks yang menegangkan, tidak ada tokoh yang bisa aku ceritakan. Semuanya terlalu biasa dan tidak ada yang menyukainya.
Pernah ikut beberapa lomba dan semuanya aku tidak menang! See.. tulisan aku jelek! Tidak berkembang, maju ke belakang. Overuse sophisticated of words tidak akan membawaku ke dunia penerbit. Menyangka aku membuntuti jejak kakinya Dee padahal aku terinspirasi oleh Fyodor Dostoyevsky. Lebih baik memilih untuk membuat karya kontemporer atau hanya untuk dikonsumsi pribadi.
Aku iri dengannya. Ia begitu tua tapi produktif. Aku si muda, tidak bisa menulis lebih dari dua ratus lima puluh kata. Tidak tekun, tidak rajin, tidak ada usaha. Siapa yang peduli? Bahkan aku tidak bisa membedakan kata sambung, "Rani keluar kelas karena ingusnya ke luar."
Di kampus, aku dipaksa untuk menulis common sense tentang ini itu. Tulisanku di pajang di mading, ditaruh lekat-lekat di dinding. Kalau beruntung, dimuat di tabloid kemudian dibagikan ke seluruh fakultas. Memikirkannya saja aku merinding! Rasanya aku mulai frustasi jika orang lain menyukai tulisanku. Rasanya aku dituntut untuk lebih baik setiap harinya. Aku lelah, aku jengah! Aku hanya ingin jadi penikmat dan pura-pura tidak tahu agar aku tidak merasa bersalah kalau aku punya bakat.
Menjadi pemimpi, akal dan pikiran membumbung tinggi sampai Bimasakti. Bercita-cita menjadi pencerita fiksi. Ketika fiksi, aku tidak perlu takut. Karena ia adalah rumah laba-laba yang menjaring ke semua kehidupan.

Comments

Raffaell said…
Easy, kalo bosan ya berhenti, sampai hilang, doesnt mean harus jalan terus kan...hehehe
anak autis said…
dostoyevsky, eh? pernah liat film yg inspired by his book? i've watch one, brazilian movie.. tentunya diperkenalken oleh rekan brazilian saya dulu itu :D judulnya 'nina'
gerry said…
masih mending yang masih bisa nulis. bagaimana kalau kasusnya seperti gw yang pengen nulis, tp ga bisa2 karna terlalu banyak imajinasi? hehe

tul kata raffaell, take an ease..maybe
mynameisnia said…
yes.. take an ease perhaps

Popular Posts