Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2007

Doa Hari Ini

Tuhan, kumohon.. bicaralah.
Aku yakin dengan sepenuh hatiku, Kau ada. Aku memang tidak religius tapi aku cukup beriman. Aku percaya bahwa Engkau tidak hanya berada diatas, tetapi disamping, dibawah dan disekeliling. Oleh karena itu aku sangat menyukai berdoa sambil menunduk dan menangis. Terkadang menengadah membuat asam uratku kambuh.
Aku sudah berdoa ratusan kali. Aku tidak capek dan aku yakin Kau tidak akan bosan mendengarkan. Karena doa-doaku menjadi penguat doa sebelumnya, kan? Doa-doaku menunjukkan bahwa aku sangat berniat, kan? Berilah sedikit petunjuk. Entah petir, hujan, gempa atau apa sajalah. Jangan Kau diamkan aku begini. Kau beri aku kejadian-kejadian yang telah direncanakan dalam format kebetulan tapi aku bukan Freud yang bisa menginterpretasi, Tuhan. Aku tidak bisa membedakan mana petunjuk dan mana yang bukan.
Berilah aku mimpi. Bawakanlah kerabat dekatku yang telah meninggal sebagai pembawa pesan. Jangan Kau bawakan anak atau cucu karena aku tidak percaya dengan orang yan…

Ibu Kedua?

“Selamat siang, tante.”
“Siang. Duduk, dek!”
“Terima kasih, tante.”
“Sudah berapa lama pacaran dengan Bayu?”
“Tiga tahun, tante.”
“Oh.. kenapa baru sekarang kesini?”
“Soalnya Bayu baru sekarang ngajak saya kesini, tante.”
“Oh.. jadi harus diajak dulu yah?”
“Ya.. ngga juga sih, tante.”
“Asli mana?”
“Ibu saya Tionghoa, bapak saya Sunda, tante.”
“Oh.. gitu. Saya kira kamu orang Jawa, habis kulitnya hitam.”
“Iya, tante.”
“Kalau dari Sunda itu jarang ada garis ningrat dong ya?”
“Setahu saya, keluarga saya tidak punya garis ningrat.”
“Nama anak saya sih Raden Bayu Setyoaji. Ya.. kamu tahu sendiri lah. Saya tuh sudah mati-matian menjaga perilaku Bayu agar sesuai namanya, agar melestarikan garis ningrat kita. Tapi kamu tahu sendiri perilaku dia seperti anak muda zaman sekarang. Terus bapak kamu kerjanya apa?”
“Editor di salah satu koran lokal.”
“Oh.. masih koran lokal ya..”
“Iya.”
“Ibu kamu kerjanya apa?”
“Ibu saya pelukis.”
“Oh ya itu sih lumayan kalau ada pesanan saja. Kalo ndak ada pesanan ya kosong toh?”
“Mung…

Teh Hitam

Jika pada saat itu aku memasangkan kopi hitam dengan pisang goreng, maka sekarang aku memasangkan teh hitam dengan Chicken Pizza Dina. Sebuah french bagguette ditaburi potongan ayam, keju dan saus spesial. Jika saat itu aku meminum di warung kopi, maka sekarang aku meminum di villa kawasan Puncak dengan hamparan permadani hijau sepanjang mata.

Satu tea pot teh hitam di depan mata menyuruhku untuk segera menikmatinya. Aku minum sebuah minuman yang mengalami proses paling panjang karena dauh teh dibiarkan beroksidasi secara komplit. Aku minum sebuah minuman yang terbuat dari rendaman daun, pucuk atau ranting dari tanaman teh dalam air panas sekali seduh selama beberapa menit. Oksidasi, pemanasan, pengeringan, tambahan tanaman herbal, bunga-bungaan, rempah-rempahan atau buah-buahan teracik sempurna dalam white tea, green tea, red tea, oolong dan lainnya.

Teh lebih dari sebuah seni. Meminum teh adalah sebuah jalan hidup menuju kesehatan. Ia adalah sebuah sistem yang tidak otoriter. Seberapa…