Menuju Kehidupan Yang Solid

Akhir-akhir ini saya berpikir tentang kematian dan ingin sekali menulis tentang kematian (bahkan menulis di blog pun susah payah memilih kalimat dan judul agar blog ini tidak menimbulkan kesan menyeramkan). Bukan karena saya ingin mati atau karena pikiran-pikiran destruktif. Ide itu datang karena:
1. Saya sedang membaca tentang Viktor Frankl
2. Teman saya bertanya tentang Jacques Lacan (seorang psikolog) kemudian ia membuat shocking statement dengan berkata, "Gw pernah mati suri."
Wwwwooottt??
Keterkejutan berakhir setelah dia tertawa kemudian berkata, "Engga lah, gw bercanda! Hahaha!"
Fiuh.

Tapi ternyata ia tidak main-main dengan topik awal yang dibuatnya sehingga kami membicarakan tentang kematian. Ia bercerita bahwa ia pernah hampir mati di pesawat menuju Medan. Pada saat itu ia terjebak di awan. Pesawatnya berguncang, lampunya mati, pramugari mencoba menenangkan padahal ia pucat pasi. Orang-orang panik dan beberapa orang menyebutkan ayat suci. Dan dia berkata pada dirinya, "Gw mau mati ... Gw mau mati ..."
Endingnya adalah si pilot bisa mengeluarkan mereka dari awan dan landing dengan selamat. Buktinya dia hidup sampai sekarang dan bisa membuat shocking statement tentang mati suri. Hehe.

Saya jadi berpikir, apa ya perasaan orang yang mau mati terutama suicide ketika ia beberapa senti sebelum menghujam tanah karena jatuh dari gedung tinggi atau beberapa detik sebelum nafas terakhirnya hilang karena menggantung diri? Apa dia merasa menyesal karena bunuh diri itu ternyata menyakitkan? Apa akhirnya dia bilang, "Oh ... ini toh yang namanya mati"?

Beberapa bulan yang lalu, teman saya meninggal karena kecelakaan motor. Beberapa hari setelah kecelakaan, saya melihat buket bunga kematiannya ada di pinggir jalan raya beserta foto dan namanya, Cindy. Ia terjatuh dari motor dan kepalanya menghantam tanah. Beberapa orang bilang (entah benar atau tidak karena saya tidak mendatangi funeral-nya) kepalanya hancur sehingga ketika masuk peti mati, kepalanya harus ditutupi oleh kantung plastik.

Saya berpikir, apa ya yang ada dipikiran Cindy ketika kepalanya menyentuh aspal dan merasakan sakit yang luar biasa dan tahu bahwa ini akhir hidupnya? Apakah sebelum kecelakaan Cindy berpikir tentang kematian? Apakah ia merasa senang atau sedih karena ia tidak akan melihat orang-orang yang ia sayangi? Cindy memang tidak meninggal di tempat karena Cindy koma. Menurut saya, mati di tempat lebih baik daripada koma karena kita dipacu oleh mesin-mesin sehingga merasakan ambang batas dunia dan akhirat lebih lama. Tapi bisa saja koma lebih baik karena Tuhan mau memberikan Cindy kesempatan untuk hidup.

Beberapa tahun lalu kakaknya ibu saya meninggal karena serangan jantung. Mungkin ia sudah meninggal ketika di rumah, tapi ketika dibawa ke UGD, terus saja jantungnya dikejutkan oleh setrika listrik. Di monitor, jantungnya terlihat masih berpacu tapi ia tidak pernah membuka matanya. Mungkin sebenarnya gerakan di monitor itu disebabkan kejutan listrik, bukan karena ia hidup lagi. Adik-adiknya (termasuk ibu) hanya bisa melihat dengan tatapan sedih dan ngeri. Bagaimana tidak? Mereka sudah berada di usia senja, tinggal menunggu kematian yang konon katanya hanya merenggut orang di usia tua. Mereka beruntung karena mereka dikelilingi oleh keluarga yang mencintai. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang di panti jompo? Mereka ditinggalkan anak mereka karena mereka dirasa merepotkan bersama orang-orang yang seusia dan duduk di teras menunggu ajal tiba?

Dosen saya bilang bahwa kematian adalah sebuah awal. Ia membentuk energi solid dan menjadi diri sendiri yang autentik. Ada orang yang menganggap kematian adalah hal yang menakutkan karena selama ini ia sudah terbiasa mengalihkan perhatian dari kematian dengan cara bekerja sekeras mungkin, membicarakan hal-hal yang dangkal daripada membicarakan tentang kematian dan mengadakan diri di dunia khayalan.

Dosen saya mengandaikan bahwa orang yang mati pada waktunya akan dituntun menuju akhirat. Sedangkan orang yang suicide itu laksana memotong antrian kematian dan tidak ada yang menuntun sehingga ia seperti orang limbung karena ia tidak diterima oleh akhirat dan jika kembali ke dunia, tubuhnya telah rusak.

Dosen saya menerangkan kematian dengan bahasa yang indah sehingga ketika mendengarnya saya merasa nyaman. Saya pikir, mungkin kematian itu sebenarnya tidak menakutkan. Yang membuat kematian menjadi menakutkan selama ini mungkin tentang persepsi yang digambarkan tentang kematian. Misalnya, kematian dalam kartu tarot digambarkan sebagai tengkorak yang membawa pedang sabit panjang. Di gambar lainnya, kematian digambarkan dengan seorang malaikat berjubah hitam yang terbang dan membawa pedang sabit panjang. Seringkali kematian digambarkan dalam bentuk yang menyeramkan karena mungkin orang yang menggambarkannya telah melihat seseorang meninggal dalam posisi yang mengerikan. Atau mungkin gambar-gambar di bawah ini dibuat karena persepsi masyarakat ketika perang (seperti pembantaian atau pembunuhan massal) seperti masa revolusi atau Perang Dunia I dan II? Dan apa iya proses pengambilan nyawa itu menyakitkan sekaligus mengerikan?


Balik lagi ke topik awal, apa sih rasanya beberapa detik sebelum ajal? Sebenarnya apa pengalaman spiritual apa yang kita alami terdekat sebelum kematian?

Hmf. Let it be the unanswerable (istilah sendiri) question. Mengenai Cindy, biarkan ia tenang dengan kehidupan barunya. Mungkin Cindy mengalami death and reborn sehingga sekarang sebenarnya ia berada di dalam jiwa bayi kecil yang baru dilahirkan. Who knows?

Comments

macangadungan said…
mgkn mati itu rasanya hampa...semua yg namanya rasa, jadi hilang. alias alpha, nol, tidak ada.

sebenarnya yg menakutkan bukan kematian itu sendiri..tp perasaan kehilangan yg dirasain sama org2 yg ditinggalkan...itu mnurut gw...
mynameisnia said…
tiba2 gw kepikiran, mgkn yang kita takutin tentang kematian adalah kita ngerasa banyak dosa, belum cukup pahala, takut dihukum, masuk neraka.
Hm.. unexplainable (ngarang) things.

Anw, buat semua, setelah gw nulis ini beberapa jam kemudian ibunya dan adeknya temen gw meninggal karena kecelakaan motor. Hmm..

Popular Posts