Skip to main content

MOCCA

Kemarin malam, saya sama temen saya dateng ke konser kecilnya Mocca di Studio Aru, deket Circle K. Karena Circle K cuman beda tiga nomer rumah, saya datang. Dan yang terpenting adalah FREE ENTRY. Disana ada acara "Swinging Friends Launching Mocca Friends (Fans Club Mocca)". Berikut ada beberapa fotonya:


Masih belum mulai. Mau nyoba foto tanpa flash biar keliatan suasana aslinya tapi malah nge-blur. MC-nya Manik Laluna!


Arina Ephipania Simangunsong (vocalist and flute) cheering us up. Suara aslinya sama kayak di albumnya. Menandakan kalau artis tersebut bagus. Heheh. Go Arina!

Riko Prayitno (guitar - kiri) dan Achmad Pratama / Toma (bass - kanan). Ada kesan pribadi yang mendalam kepada Riko. Entah karena saya berdiri pas di depannya atau karena saya foto dengannya atau saya memang mengagumi orang yang bisa main gitar? Masih kebayang lho pas sampai rumah. Hehehe.

Indra Massad (Drum). Indra emang ganteng. Tapi sayang baru keliatan pas mau bubar aja. Tempatnya di belakang sih.

Arina dan Manik. Ternyata mereka imut sekali. Lucu. Gak kedinginan apa ya? Padahal lagi gerimis lho.

Ow yea. Mocca for sure.


Sebelumnya saya pernah nulis tentang Mocca di post Bjork karena dia nyanyiin ulang lagu Hyperballad. Sayang banget pas disini mereka engga nyanyiin Hyperballad. Mungkin karena emang engga masuk list atau Arina-nya lagi sakit. Huhuhuh. Padahal yang nge-request Hyperballad udah teriak-teriak kayak orang kebakaran minta air.
Bagi yang belum tahu Mocca, berdasarkan Wikipedia adalah sebagai berikut:

Mocca are Indonesians music band formed in town of Bandung in 1997. The band's musical style inspired from retro sound of the '70s with a bit of swing, bossanova, Swedish pop and jazz. The story began when two best friends -- Arina and Riko -- got together in a college band. After a year of struggling with the boredom of performing other people's music, they decided to write their own songs. In 1997, they composed four songs that unfortunately were not well-received by the rest of the band. After much squabbling and conflict the band split up, leaving Arina and Riko mystified and alone with their deserted material.
In late 1999, they asked Indra and Toma to join and MOCCA was born. They now had a group with the same vision and awareness of music. Their debut album "My Diary" contains 13 songs written from a girl's point of view and her diary entries. The album starts with a Once Upon A Time and is followed by a song telling of a first encounter with her Secret Admirer. Then after much hesitation in Twist Me Around, she decides to go steady with the boy in Me & My Boyfriend. In Telephone they break up, understanding that When the Moonlight Shines, they just weren't meant for each other and thus, Rain Will Fall, Life Keeps On Turning.
From waltz and bossanova to '70s disco and rock, each song (written in English) has a different beat determined by the girl's mood. When playing live, MOCCA is supported by six additional players on keyboards, guitar, percussion, trumpet, trombone and sax.

Dan Mocca terkenalnya ngga hanya di Indonesia aja, tapi negara-negara tetangga. Mungkin karena lagunya yang berbahasa Inggris jadinya lebih mudah diterima oleh negara lain. Coba kalau Mocca rela-rela engga kuliah tapi nyanyinya berbahasa Indonesia terus main film bareng sama Jerry Yan (hihihih.. kamu pasti tahu siapaaaa), pasti belum tentu.
Saya suka Mocca mungkin karena album pertamanya, My Diary, dalam bentuk story telling sih. Terus suaranya Arina bagus banget. Album yang terakhir ini, Colours, juga suka banget. Lagu kesukaan saya banyak terutama Hyperballad, I Love You Anyway. Kalau I Love You Anyway sih pribadi banget :P Kalau di album lain, saya suka dengan I Remember, itu lebih pribadi lagi. Coz someone sez that when he listen that song, he can`t stop thinking of me. Uh, sad.
Silahkan denger lagu-lagunya Mocca. Semoga kamu dapat kesenangan seperti yang saya dapat tadi malam.

Comments

monsterikan said…
there are small amount of indonesian music band that i like in recent year. mocca is one of them. great band!
cHoB'S said…
waw..mocca

swing it BOB!

hehehe

:)
Raffaell said…
Lagunya romantis, mungkin karna vokalisnya cewe ya
posting lagi ah. kok tega2nya mocca ga nyanyi hyperballad ya? btw udah denger read: intrepreting bjork di mana lagu2 bjork dinyanyiin orang laen?
reZa said…
aahh enak sekali ada gigs di dekat rumah...
mynameisnia said…
@raffael: dewa dewi juga vocalistnya cewek, tapi gak romantis :D

@mikael: soalnya Arinanya lagi sakit batuk, mgkn itu lagu butuh skill yang mahadahsyat kali. Hihihi..
Oh ya, itu udah pernah denger.

@Reza: ou yea. gara2 Circle K baru dibangun tuh, lumayaaan.
kw said…
mocca, ngefans juga sii...
mynameisnia said…
Kok pake 'sii' belakangnya? kayak yang gak yakin deh. Hehehe..

Popular posts from this blog

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya]
Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk.
Tok.. tok..
“Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina.
Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku.
“Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.”
“Ralat.. hampir tidur!”
“Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?”
“Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?”
Sabrina tertawa.
Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya sekarang.
“…

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…