Skip to main content

Love Fool

Capek.
Saya baru menghabiskan hari jalan bersama temen saya, nemenin dia beli sumthin buat HTSannya. Sepanjang perjalanan dia cerita tentang itu cowok dan dia bilang, "Pokoknya setelah tiga bulan ini, gw harus ngejauh dari dia."
Saya tanya ke dia,"Kenapa harus ngejauh sih?"
Dia diem aja.
Saya tanya lagi, "Apa ketidakpastian itu begitu menyakitkan?"
Dia bilang, "Gw ngga bisa bertahan dalam hubungan kayak gini. Walaupun ngambil keputusan untuk jauh dari dia tuh nyakitin."

Saya tanya, "Sorry nih kalo gw salah. Perasaan dolo elo pernah bilang ke gw kalo elo gak mau ketemu lagi sama dia pas terakhir lo ketemu itu, kan?"
Dia diem dan akhirnya bilang, "Iya. Tapi ternyata gw gak bisa."
Sekali lagi, hubungan mereka jadi ngegantung karena jarak. Jarak. Jarak. Jarak. Untuk kasus LDR yang ngga berhasil, mereka mengulang kata jarak sampai gak ada artinya. Jarak adalah kata yang sakral. Jarak adalah realitas yang sulit menembus kesadaran mereka. Mereka sudah ngga bisa memahami fakta bahwa jarak adalah masalah dari hubungan jarak jauh.
Akhirnya setelah keliling toko, kita nemuin barang yang diinginkan di toko terakhir. Dalam masalah belanja-belanja, perempuan emang jagonya. Mereka rela ngelilingin seantero Bandung untuk nyari barang yang dia pengen atau nyari barang yang lebih murah walaupun hanya seribu atau dua ribu. Dan si penjaga tokonya curhat colongan, "Udah mbak, belinya yang berwarna aja. Biasanya cewek suka ngasih cowok warna hitam atau abu2. Tapi gak selamanya cowok suka warna gelap. Cowok juga suka warna terang lho." Terus saya liat dia pake baju ungu. Oh ya, no wonder dia ngomong gitu.
On the way back home, temen saya cerita lagi tentang masalah duit. Dia harus ke Jakarta dalam kondisi uang pas-pasan. Intinya dia harus ke Jakarta untuk ngasih barang itu ke HTSannya. Dia gak ada duit buat naek travel, dia juga takut kalo naek bis sendiri. Dan dia hanya punya lima puluh rib rupiah saja. Padahal belon makan dan tektek bengek lainnya. Dan dia berniat minjem duit ke saya. Sayangnya, saya juga lagi ngga ada uang.
Dia bilang, "Aduh, gw pengen beli baju buat ketemu dia. Gw pengen potong rambut juga. Tapi uang gw cuman 50k. Belon gw makan di kampus, belon ongkos bis ke Jakarta, belon ini itu. Setidaknya gw punya 100 lah buat uang jaga-jaga."
Saya tanya, "Kalo disana ada apa-apa gimana?"
Dia bilang, "Ya disana ada sodara, mungkin gw akan tidur disana."
Saya bilang, "Ya lo pinjem lah uang sodara elo."
Dia akhirnya bilang, "Ya sebenernya dia bukan sodara gw sih. Dia tuh pacarnya sodara gw."
Saya bilang, "Berarti tetep aja orang lain."
Dia gak bilang apa-apa.
Dan dengan kejamnya saya bilang, "Elo tuh dibegoin karena cinta atau gimana sih?"
Terus dia ketawa dan pura-pura ngga denger. Tapi saya tahu dia berbohong dan saya tahu kalau dia mungkin tidak hanya mendengar, tetapi juga memikirkan hal yang selama ini ia pura-pura lupa.
Kadang cinta terkadang membuat kita melakukan hal-hal yang masuk akal. Bahkan cinta membuat kita mengorbankan diri kita sendiri. Tapi bagaimana pun cinta adalah totalitas. Di dalam kasus teman saya, mungkin ada garis tipis antara totalitas dan bego.

Dan dia telah menghapuskannya.

Comments

kata2nya mu sadis: kamu itu dibegoin cinta apa gimana si?

heheheh ... kebetulan dulu di kampus gw ada cewe cakep namanya cinta dan emang bego ama cinta juga. jadinya gimana tuh? cinta dibegoin cinta?
mynameisnia said…
cinta dibegoin cinta? nasibnya jelek amat. Hehe.
praditya.net said…
Hmm... Statementnya Oke juga! ^o^
macangadungan said…
wuuhhh...dalem.
been there, done that

hahahaah

betapa malunya mengingat gw bisa sebego itu gara2 cinta. hiks

nia, ada pe er di blog gw tuh buat lo. dikerjain ya...hehehhehe...
mynameisnia said…
Makasih lho udah men-share PRnya. Padahal gak usah repot2.

Popular posts from this blog

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya]
Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk.
Tok.. tok..
“Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina.
Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku.
“Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.”
“Ralat.. hampir tidur!”
“Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?”
“Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?”
Sabrina tertawa.
Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya sekarang.
“…

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…