She-male

Dalam rangka melakukan self therapy cacat psikologis akibat kritik dosen mengenai proposal penelitian, saya memutuskan untuk mengobservasi keponakan laki-laki saya yang lagi puber.
Perlu digaris bawahi: Ternyata puber itu menyebalkan.
Keponakan saya ini kelas 3 SMP. Sifat pemarah, mudah tersinggung, pemberontak, susah diatur, dan ciri khas remaja mencari identitas sudah kelihatan dari satu tahun yang lalu. Dan tahun ini ia mulai meributkan penampilannya.
Semuanya dimulai dari musik. Dia mulai suka musik berisik dari yang masih bisa di dengar sampai yang tidak bisa di dengar sama sekali. Beruntung dulu tantenya pernah pacaran sama anak band cadas jadi si ponakan tidak get lost sama orang tuanya sendiri yang selalu mencekokkan jazz. Hihi.
1. Hal aneh pertama: Dia mulai tidak menyisir rambutnya. Mau sehabis keramas sampai bangun tidur, ia tidak mau menyisir rambutnya. Katanya orang yang rambutnya disisir rapi itu cupu alias culun punya.
2. Hal aneh kedua: Dia minta dianterin ke salon.
"Nia, anterin aku ke salon dong."
"Hah? Buat apaan??"
"Aku pengen dipotong EMO getoh."
"Gak usah EMO lah, basi."
"Apaan dong? Mulet? Mohawk? Jepun punya?"
"Ramires aja."
"Apaan tuh?"
"Rambut miring tidak beres."
Dan akhirnya ia memotong rambutnya dan kekeuh tidak disisir.
3. Dia minta dianterin ke distro. Dia menghabiskan uang 800k dalam sehari hanya untuk beli segala sesuatu tentang band dari baju sampai tas.
4. Segala sesuatu harus sama dengan frame pemikirannya. Segala sesuatu harus setingkat dengan parameter apakah seseorang itu worth it untuk dijadikan teman atau tidak. Jika tidak setingkat, dia akan bilang, "Ih.. autis."
Ngomong-ngomong tentang autis, saya pernah berantem sama dia karena dia bilang autis seenaknya ke orang lain.
Saya bilang, "Emangnya autis itu apa?"
"Ya.. autis itu kan artinya dia punya dunianya sendiri. Ya gitu lah."
"Kamu ngga boleh seenaknya bilang orang lain itu autis. Kamu tahu apa tentang autis? Belajar psikologi juga kagak!"
Entahlah, saya yang belajar psikologi, kok dia yang bisa dengan bebasnya men-judge seseorang autis?
5. Last but not least, kemarin ini sesuatu mengerikan terjadi.
"Halo? Nia, dimana?"
"Kebon bintang. Kenapa?"
"Ntar ke mall gak?"
"Iya. Mau nitip apa?"
"Beliin eye shadow dong."
"Woooooooottt???"
"Iya, beliin yang item yah."
Screw me. Apa saya tidak salah dengar bahwa keponakan laki-laki saya minta dibelikan eye shadow? Ini EYE SHADOW sodara-sodara!
Dan malam harinya ia ke kamar saya kemudian mencoba mengoleskan eye shadow hitamnya. Antara setuju dan takut kalau suatu hari ia akan jadi she-male (laki-laki keperempuanan), saya membantu dia mengoleskan eye shadow di atas matanya. Dan pagi harinya saya kaget melihat dia matanya hitam-hitam karena lupa dicuci, "Kamu abis digebukin dimana?"
Secara teori sih memang anak umur segitu sedang mencari identitas dirinya. Mencari teman sekelompok yang mempunyai hobi yang sama dan rela melakukan apa saja agar diterima di kelompoknya. Saya sih membebaskan saja keponakan saya bergaya apapun karena saya pikir ya biarlah ia mengeksplor apa yang ia suka - walaupun untuk terlihat gaya - ia tidak menyisir rambutnya.
Semua orang melalui fase itu, kita juga. Mungkin kita pernah sadar bahwa dulu kita stubborn sekali, apalagi sama orang tua. Kita lebih mendengarkan teman daripada keluarga. Kita akan merasa gaya jika mengikuti trend. Rasanya sudah bisa mandiri padahal tidak bisa menghasilkan uang sama sekali.
Dalam kasus keponakan saya, suatu saat mungkin ia akan sadar bahwa penampilan tidak menentukan seseorang culun atau popular. Mungkin ia akan sadar ketika ia melihat fotonya waktu SMP, ia aneh sekali. Coba sekarang kita buka album lama dan lihat foto kita semasa sekolah. Ada yang poninya berjambul ala Lupus, ada yang memakai kacamata besar, ada yang memakai ikat pinggang warna warni, ada yang bajunya di-double dan gombrang abis, dan lainnya.
Culun sih tapi waktu itu gaya sekali ;)

Comments

vendy said…
pencarian jati diri toh ? masih untung cmn eye shadow. kalo rok macam penyanyi Culture Club *ngakak*
macangadungan said…
beuhh... adek gw bgt tuh. maunya pake baju distro. klo baju di matahari ato yg lain ga mau. maunya distro sama point break.
gengsinya gede bgt. pleiboi abis. ga mau pake henpon yg ga ada kameranya...padahal masih 3 SMP gitu. pengennya ke pensi mulu. ga mau diperlakuin kayak anak kecil tapi tingkahnya kekanak-kanakan....

duh, gw ampe bingung... dulu gw waktu SM kaya gini ga seH???
kok ga bisa comment di shoutbox lagi?
mynameisnia said…
iya, ternyata error.

ya uwis lah.. biar orang langsung comment di postingannya aja. ehehe.
ICH BIN said…
bagus blognya, saya link ke blog saya ya?
Salam kenal.
mynameisnia said…
sudah saya link balik

Popular Posts