Skip to main content

Dilarang Punya Anak

Tiba-tiba saya kepikiran kalau saya jadi presiden. Untuk menyikapi pertumbuhan penduduk karena KB kok kayaknya kurang mempan dan banyaknya anak terlantar di jalanan, mungkin saya akan membuat larangan untuk punya anak kalau:
1. Belum menikah.
2. Sudah menikah tapi belum punya pekerjaan.
3. Sudah punya anak lebih dari dua.
4. Sudah punya anak lebih dari dua dan hamil di usia tua pula.
5. Tidak berpendidikan sehingga tidak bisa mendidik anak.
6. Miskin sehingga tidak bisa mengurus dan membiayai sekolah anak.
7. Ingin punya anak dengan alasan anak membawa rezeki.
8. Punya anak terlalu muda hanya karena takut beda jauh dengan anak.
9. Bikin anak dulu baru dinikahkan.
10. Konon inteligensi diturunkan dari orang tua. Jadi kalau orang tuanya tidak pintar, lebih baik tidak usah. Daripada mencetak generasi yang semakin lama semakin terpuruk inteligensinya.
Mungkin Presiden kita susah mengurus negara karena jumlah penduduk yang tidak berkualitasnya kebanyakan. Data BPS terakhir menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia telah mencapai 69% dari jumlah total penduduk. Jadi, lebih dari separuh penduduk Indonesia adalah orang miskin. Seperti yang ditanyakan Danarto melalui Media Indonesia, apakah sebaiknya orang miskin itu di suntik mati saja supaya mengurangi beban penderitaan?

Comments

stey said…
lha,brarti saya juga bklan antri disuntik mati?btw,ide yg bagus nia,ttg larangan punya anak..saya mendukung..VOTE NIA AS PRESIDENT!!!!
vendy said…
ya, itu kalo negaranya kelebihan orang. bandingkan dengan negara yang justru kekurangan orang, seperti Jepang atau Singapore.
ICH BIN said…
wah kemiskinan memang menjerat...salam kenal. blog Anda saya link di blog saya. drop a line kalau sempet...
ga perlu la mnghasilkah anak segala. lgian gw jg tipe orang yang lebih mengacu pada proses. untuk kasus ini juga, yg penting adalah proses bukan hasil.
mynameisnia said…
@mikael: dasar
Anonymous said…
"Lebih dari separuh penduduk Indonesia adalah orang miskin. Apakah sebaiknya orang miskin itu di suntik mati saja supaya mengurangi beban penderitaan? (Danarto dalam Media Indonesia)"
Jangan bu, saya orang miskin….gimana kalo yang disuntik matinya, orang2 kaya ajah…biar saya jadi yang paling kaya, karena gak ada saingan….kan rata tuh stratanya…sbenernya yang menambah beban penderitaan itu bukan orang miskin, tapi orang kaya yang korupsi, tapi gak bagi2 kita. Coba kalo bagi2..gak kan ada yang namanya orang miskin…..Hwa.hwa.hwa…..hwa…..hwa…..
mynameisnia said…
iya.. koruptor. selain duit, dosa juga bagi2 :P
pushandaka said…
Tapi Nia, punya anak kan hak asasi juga. Hidup juga hak asasi walaupun hidupnya miskin. Makanya bunuh diri itu dosa, apalagi membunuh orang! Hehe..

Saya sebenernya setuju kalo anak dibatasi 2 aja. Tapi di Bali susah itu! Kalo cuma 2 anak, artinya nama Nyoman dan Ketut akan musnah dari peredaran. Soalnya Nyoman dan Ketut adalah nama untuk anak ke-3 dan ke-4.

Konon di Jerman, orang sana lebih seneng pelihara anjing daripada punya anak..
mynameisnia said…
@pushandaka:

Bener banget secara hati nurani kalau ini namanya hak asasi. Tapi daripada itu anak lahir, kemudian hidup dalam kemelaratan dan kebodohan, mending gak usah. Ini bukan membunuh orang atau membunuh anak di dalam rahim, tapi menanggulangi anak yang berlebih.

(Anggap apa yang dikatakan Danarto itu tanda frustasi karena ia mgkn sudah terlalu bingung dengan keadaan Indonesia)

Masalah Bali bingung juga. Mgkn alasan2 untuk melestarikan nama itulah yang menjadi salah satu faktor kenapa penduduk Indonesia kebanyakan. Nama2 seperti Nyoman, Ketut, Tri, Heksa, dan lainnya.

Ya.. doakan saja supaya saya tidak jadi presiden :D

Popular posts from this blog

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya]
Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk.
Tok.. tok..
“Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina.
Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku.
“Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.”
“Ralat.. hampir tidur!”
“Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?”
“Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?”
Sabrina tertawa.
Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya sekarang.
“…

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…