Even Shakespeare made a mistake!

Kesalahan terbesar Shakespeare adalah pernyataannya tentang apalah arti sebuah nama. Mungkin pada zamannya, nama tidak berarti. Tapi sekarang zaman sudah berubah, dan orang-orang berlomba memberi arti pada sebuah nama.
Kelahiran bayi zaman sekarang yang minimal mempunyai tiga kata yang panjang dengan menggunakan bahasa Sansekerta, bahasa Arab, bahasa Jawa kuno, dan lainnya. Sampai ada buku dari arti sebuah nama untuk bayi. Malah, percaya tidak percaya, ada bayi yang sakit-sakitan dan diyakini karena keberatan nama. Setelah namanya diganti, sakit bayi pun hilang. Kadang orang tua nggak mikir kalau anaknya ujian atau SPMB. Bisa-bisa dia kelamaan nulis nama!
Saya dan teman saya punya pengalaman yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan nama dari serapan bahasa asing. Tapi ini berhubungan dengan kesalahan Shakespeare bahwa nama sangat krusial dan berarti.
1. Beberapa bulan yang lalu, saya dikenalkan sama cowok. Kesan pertama sih baik, ganteng, murah senyum, bersahaja, berwibawa, gatot koco, tut wuri handayani. Heheh. Kita kenalan di situasi yang berisik, sehingga proses penyampaian pesan rada terhambat. Begini proses saling menyebutkan namanya.
Temen nia: Ni, ada yang mo kenalan.
saya: Sip.
Dia si temen yang mau kenalan: Hai, Nia.
saya: Hai, nama lo sapa?
Dia: Vidi.
saya: Hah?
Dia: Vidii
saya: Apa? Dividi??

Ini penting. Sangat penting. Karena semenjak itu dia ilfeel. Sudah diberi nama bagus-bagus, diganti jadi barang elektronik. Kalau DVD sih masih bagus, coba kalau VCD? Atau yang lebih jauh lagi, VHS?
2. Barusan saya menerima telepon dari Telkom Speedy. Sedikit rumit dengan permasalahan nama.
dia: Halo. Saya dari Telkom Speedy. Kami mendapatkan keluhan.
saya: Memang disini pasang Telkom Speedy. Tapi siapa ya yang menyampaikan keluhan?
dia: Pangki.
saya: Pangki??
dia: Iya. Pangki.
Saya kira dia bercanda. Rasanya kok seperti melafalkan funky dalam bahasa Sunda.
saya: Wah, salah sambung. Disini nggak ada yang namanya Pangki.
dia: Pak Angki, mbak!

Oalaahh.. Pak Angki toh. Angki = Pak Angki = Pangki = Funky. Keren sekali!
2. Nah, yang ini pengalaman teman. Kemarin ini dia lagi sibuk mencari LSM tentang kekerasan pada perempuan. Setelah dijutekkin, ditolak kesana sini, dan putus asa, dia nyoba menghubungi seorang bapak di LSM x.
teman saya: Pak, ini dengan LSM x?
bapak: Iya. Ada apa?
teman saya: Saya mau mengadakan penelitian bla bla bla. Saya sedang mencari sampel.
bapak: Oh. Kita sih hanya mengadakan diskusi isu-isu kekerasan. Kalau korbannya, tidak ada disini. Coba kalian ke rumah sakit X.
Nama rumah sakitnya saya lupa. Tapi nama rumah sakitnya sedikit aneh dan sangat tidak familiar.
teman saya: Hah? Ada, Pak, rumah sakit itu?
bapak: Ada. Di Jalan Nias.
teman saya: Serius, Pak??

FYI, nama bapak itu adalah Pak Rius. Bukan kependekan dari Darius, tapi benar-benar Rius. Tapi teman saya mengubahnya menjadi Serius. Coba kalau ditambah, "Serius, Pak Rius?" kayak nggak banget deh.
Ini membuktikan Shakespeare salah, karena kalau nama menyerempet dengan kata-kata yang sudah kita pakai sehari-hari, itu berbahaya. Sekali lagi, nama itu sangat penting.

Comments

macangadungan said…
weewww... itu kan maksudnya om shakespeare bukan dr segi namanya. tapi dia berpendapat sebuah mawar akan tetap menjadi mawar walau namanya bukan mawar.
kayaknya beda deh yg dia maksud dengan "apalah arti sebuah nama"
bukan maksudnya nama jelek atau bagus dan pengaruhnya. tp maksudnya adalah, (misalnya) nia akan tetap sepintar nia yg sekarang walaupun ada org yg manggil elo dengan panggilan mpok.
nah, gtu maksudnya si om shakespeare ini... =D
vendy said…
Nia is Nia. nama itu ga ada bedanya sama nomor ktp. tetapi Nia, kepribadian yang dinamai Nia itulah yang akan dikenal oleh orang, sekalipun loe berubah nama

edisi lucu :
hmmm
gimana kalau loe coba explore nama di google ?
mungkin loe akan menemukan sesuatu di balik maksud Shakespeare :))
Raffaell said…
Ya ya ya.....
Bagiku masih sama aja kok katanya shakespare.... karena apa sih artinya Raffaell Sanzio ?

Kaga ada kan...

heuhuehuehuhe
mynameisnia said…
@Raffael:

apa? Raffael Sanrio (merk-nya Hello Kitty, red-)?

Huehuehuehue. Kiddin.

Sebenernya sih maksud gw post ini cuman joke doang. Walopun mawar wanginya akan tetep mawar, tapi ilfeel juga kalo mawar namanya diganti jadi tinja.

"Ini sayang.. akan kuberikan tinja sebagai kado ulang tahun kita"
stey said…
mungkin kalo tinja sejak dari awalnya tidak berarti "ITU" mungkin mindset kita tentang kata itu bisa berubah jeng..
Vialli said…
yah, maksudnya Shakespeare kan dalam konteks yang lain.

tp klo dlm hal ini, aku juga sebel sekali kalo namaku disebut salah ato diarti2kan dengan maksud lain, apalagi diselewengkan penulisannya (skalipun si penulis ga tau gimana spell nya).. ;)

yah, nama itu penting.
blackpearl03 said…
Hai,
sebelumnya kenalkan, namaku juga Nia..

kebetulan malam ini aku ingat kalau sudah lama sekali ga update blog. hasilnya? aku lupa alamat blogku sendiri.

search punya search, nanya ma oom Google, hasilnya malah blogmu yang kebetulan banget namanya kok sama sa ma nama blogku... "mynameisnia"...

dan bimasakti itu... sama.

well... nice to know someone like me *aneh sebenernya*

jadi, terpaksalah aku bikin blog baru...

_nia
mynameisnia said…
Hai, salam kenal juga Nia (aneh, manggil nama sendiri)

Aneh banget kok bisa sama. Lagipula, siapapun yang duluan yang bikin blog, bukannya seharusnya blogger nge-warn kita kalo nama blog sudah tersedia?

Hee.. terlalu aneh.
_nia said…
nah itu dia...

aku bikin sekiar awal 2003. habis itu banyak banget hal yang terjadi di hidupku *halah* akhirnya aku lama ga blogging sejak awal 2004.. ah, nggak yakin juga sejak kapan...

sama-sama Aquarius juga kita...

yah, sejak ga blogging itu aku offline, nulis aja...

tapi ya itu,
offline
mynameisnia said…
me too..

offline dan online tepatnya.

jangan2 kita ini hasil kloningan? heheh

yah.. enjoy aja deh sama blog barunya ^_^

Popular Posts