Tampak

Pagi ini, pikiran saya sudah disibukkan dengan mengartikan kata 'tampak'. Semua ini bermula dari kamar mandi. Sambil menunggu sampo meresap ke pori-pori, saya iseng membaca semua label yang tertera di belakang sampo dan sabun. Kebanyakan isinya berupa sugesti untuk para konsumen agar membeli.
Pakailah setiap hari agar rambut Anda tampak sehat, indah, dan berkilau!
Bilas dengan bersih agar Anda tampak bercahaya di setiap kesempatan!
Perhatikan kata tampak, kesannya efek sampo tidak benar-benar membuat rambut sehat, indah, dan berkilau dari dalam. Melainkan hanya membuat ilusi 'agar terlihat' sehat, indah, dan berkilau.
Bagi saya (karena ini tidak mungkin ada di buku Bahasa Indonesia), kata 'tampak' itu mengandung dua arti:
1. Tampak dalam artian benar-benar nyata, alias benar-benar bisa dilihat oleh indera mata.
2. Tampak dalam artian tidak benar-benar nyata. 'Tampak' menyerupai 'sepertinya' yang berupa asumsi saja.
Misalnya ada kalimat begini: Tampaknya hubungan Amir dan Rina semakin lancar.
Kalimat ini mengandung dua arti yaitu hubungan Amir dan Rina memang benar-benar lancar, atau hubungan Amir dan Rina hanya lancar di luar tapi tidak di dalam.
Maksud saya, kata 'tampak' menjadi ilusi untuk menyamarkan apa yang ada di dalamnya.
Hehehe. Bingung ya? Maklum, ocehan pagi. Sudah beberapa jam saya mengulang kata 'tampak' sampai nggak ada artinya lagi.
Nggak usah dipikirin ya? :D

Comments

vendy said…
persepsi, persepsi, persepsi.

indah bukan ? :)
Yuki Tobing said…
anjrit, gak pernah kepikir gw, haha, nice one nia.
stey said…
sama..baru kepikiran..

Popular Posts