Pengemis Teknologi Tinggi

Di setiap sudut kota Bandung, pasti ada pengemis. Pengemisnya macem-macem: ada yang sehat, ada yang cacat, ada yang kakinya (dibuat) membusuk, ada yang benjol-benjol di seluruh tubuh, ada yang (pura-pura) pincang.
Masalah pura-pura puncang, kayaknya udah jadi rahasia umum. Gw sering ngeliat pengemis yang pincang dan bawa-bawa tongkat. Tapi pas di tempat sepi, pengemis sehat walafiat. Mungkin di tengah jalan dia dapet mukjizat.
Tapi ada rahasia yang mungkin belum kisanak ketahui. Sebenernya ini pengalaman temen gw. Jadi waktu itu ceritanya temen gw jalan ngelewatin ibu-ibu pengemis di deket perempatan jalan. Pas temen gw lewat, si ibu lagi benerin kerudungnya. Mungkin karena kerudungnya kena angin, bagian telinga dan lehernya keliatan. Eee... temen gw liat sebuah earphone bertengger di telinga si ibu.
"Nia, gw yakin itu merknya bukan Nokia, tapi gw yakin itu mp3!"
Sadar diliat temen gw, si ibu buru-buru nutup kerudungnya. Temen gw pura-pura cuek. Pas udah rada jauh dari pengemis, temen gw nengok ke belakang. Eee... si ibu lagi mainin mp3nya, lagi mindahin lagu mungkin.
Temen gw bilang, "Sayang banget nggak ada elo waktu itu, jadi kita bisa ketawa bareng. Ngakak sendiri kok rasanya gak enak. Hahaha..."
Gw bilang, "Secara logika, kalau si ibu punya mp3, berarti dia punya komputer. Atau setidaknya, ia pernah berhubungan dengan komputer."
Mari kita bahas sedikit masalah pengemis punya mp3 (kesannya kok sirik yah? Hehe.)
Berdasarkan pengalaman gw masuk ke dunianya, pengemis (atau mereka yang bekerja di jalanan termasuk pengamen) punya hasil yang cukup lumayan, sekitar 30-50rb/hari. Kalau penghasilannya 40, seminggu berarti sekitar Rp. 280.000 dan sebulan berarti Rp.1.120.000. Hasilnya bisa dipotong biaya makan, kontrak rumah (100re/bln), dan dipalak preman. Dengan catatan: tentunya tidak dikurangi biaya pendidikan.
Kalau kata gw, sebenarnya penghasilan mereka lumayan. Logikanya, kalau ibunya kerja di jalan, pasti anaknya kerja di jalan. Uang anak + uang ibu = lumayan. Tapi cara hidup mereka bahwa 'hidup hanya untuk hari ini'-lah yang membuat mereka miskin. Mungkin ada beberapa, tapi banyak yang nggak punya budaya menabung. Pengalaman gw, anak jalanan yang gw kenal, begitu dapet duit langsung dijajanin. Jajan lho ya, bukan makan. Makan juga bergizi kok: nasi rames atau nasi padang. Makannya pas sama mereka, mereka yang lebih sering jajan dibanding gw. Jangan-jangan, sebenernya gw yang miskin. Hehehe.
Beda sama pengamen/pengemis yang dikoordinir oleh seseorang yang nggak bertanggung jawab. Pasti ada potongan buat mereka. Kalau dikoordinir oleh orang yang bertanggung jawab - seperti yayasan anak jalanan - setau gw ada yayasan yang mengharuskan si anak bayar sejumlah uang kemudian disimpan oleh yayasan. Yang nantinya itu uang buat mereka sendiri. Jadi, intinya mereka diajarkan menabung.
Balik lagi ke pengemis yang pake mp3, kira-kira apa ya lagu-lagunya? :D

Comments

raffaell said…
Di depok pernah ada surpey pengemis, kerjaan pengemis tapi di kampung punya rumah tingkat 3...

ini menunjukan orang Indonesia ini sudah memiliki skill spionase
putu mare said…
yang jelas lagunya pasti lagu-lagu inspirational
" I belive I can Fly "
" Dressed for success " by roxette
" hidup adalah perjuangan " dewa
" living on a prayer "
ishtar said…
berpikir untuk jadi bandar pengemis..hemmm..
mynameisnia said…
@putu: ternyata pengemis gak high-tech doang ya, tp high taste of music jg. hahah. @raffa&isthar: boleh.. boleh.. kali kita lbh bisa bikin 5 tingkat di kampung. hue..
Extraordinary said…
banyak bu...waktu pulang dari jatinagor, kuliat da pengemis yang ngemodal banget...dia pake karpet yang dipotong mulus banget. masih bagus, bersih n pake payung yang lebih bagus dari punya ku...hebat...!!bisa menyisihkan beberapa sen buat bli PAYUNG!!!
btw, coba dong jalan2 ke bolehbaca.blogspot.com...iseng aja
kasih comment, bagus atau ga
hehehehe
thx
mynameisnia said…
itu pengemis yang kita liat bareng bukan? hehehe

Popular Posts