Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2008

Komik

Definisi hemat mengenai komik adalah cerita yang bergambar. Komik yang familiar bagi gw adalah komik-komik jepang, karena komik-komik itu selalu ada di setiap tempat peminjaman buku.
Gw adalah tipe orang yang enggak suka komik, entah kenapa. Gw pernah membaca komik seperti Candy-candy, Pop Corn, Kungfu Boy, sampai sekitar setahun yang lalu gw baca Kyo Samurai Deeper dan Monster. Itu pun enggak habis semuanya karena keburu bete nunggu edisi selanjutnya.
Gw hanya tidak suka komik. Rasanya ribet, berburu dengan gambar dan teks kecil-kecil, dan apalagi untuk serial cantik yang terlalu menghanyutkan sehingga rasanya gw pernah bingung membedakan antara realita dan dunia maya.
Seperti kemarin ini, gw pergi ke Public Book sama temen gw. Kalau kesana, dia selalu pinjam Conan. Selalu Conan. Gw kira dengan ke-maniak-annya dengan Conan bisa membuatnya berpikir seperti detektif, namun ternyata tidak. Sama seperti temen-temen gw yang lain. Sambil nunggu kuliah, mereka baca komik. Nunggu apa, mereka ba…

Filosofi Binatang Buas

Sebelumnya, gw mau bilang, kalau tulisan ini hanya sebatas asumsi saja. Jadi, jangan dianggap benar ya. Ini cuman hasil pikiran ngaco aja kok :D

Pernah dengan peribahasa, "Sejahat-jahatnya singa, tidak akan memakan anaknya sendiri"? Singa yang menjadi tokoh utama adalah singa betina. Mungkin filosofi itu diambil dari arkhetipe (ketidaksadaran universal) bahwa sosok ibu adalah sosok yang penuh kasih sayang, melindungi, dan menjaga. Dan sosok ibu yang begitu penyayang, walaupun jahat, tidak akan mencelakakan anaknya sendiri.
Ok, anggap saja peribahasa itu membenarkan apa yang terjadi di dunia ini, meskipun ada saja ibu yang membuang dan membunuh anaknya. Diasumsikan bahwa ayah lebih mempunyai kecederungan untuk berbuat jahat kepada anaknya. Anggap saja benar karena banyak kasus pedofilia, pemerkosaan, atau incest yang dilakukan ayah terhadap anak, bukan ibu terhadap anak.
Gw baru mengerti kenapa singa betina yang dijadikan tokoh utama pribahasa itu.
Kemarin ini gw nonton National …

Red Dragon

Beberapa hari yang lalu, gw nonton film Red Dragon. Kalau dulu Mr. Hannibal Lecter yang menjadi tokoh sentral, sekarang pembunuh yang diberi nama Tooth Fairy ini yang menjadi tokoh sentral.
Setelah nonton berkali-kali, gw baru ngeh kalau ada sesuatu yang menarik di film ini. Sangat amat menarik. Thank you for waking me up, Trans TV.
Di cerita kali ini, Tooth Fairy punya masa kecil yang selalu disiksa sehingga ia tumbuh jadi manusia tanpa perasaan. Cara pembunuhannya yang semula 'sedikit' ceroboh, berubah menjadi sistematis, daan lainnya. Hingga kepercayaannya sedikit tergoyahkan dengan kehadiran sebuah perempuan buta bernama Reba, dimana ia merasa perempuan itu manis dan baik. Intinya, dia cinta.
Lalu apa yang menarik? Apakah masa lalu atau perilaku sadismenya? Tidak. Yang menarik adalah fenomena kecil yang hadir di bagian akhir cerita yaitu ketika ia mulai bertemu dengan Reba.
Mari kita membahas cinta melalui bahasa filsafat, bukan melayu.
Menarik sekali. Orang yang enggak waras -…

Kenapa ya?

Kok kangen terus ya? Rasanya ingin ketemu terus ya? Kalau dia ngebatalin janji, kok kayaknya sakit hati banget ya? Kayaknya kalau ada dia, rasanya aman deh. Karena dia sendiri yang jadi ancaman - bukan orang lain. Kenapa gw enggak hidup di zamannya ya?
Kok sifatnya lucu ya? Sudah dewasa tapi masih suka manja. Dia bisa memanipulasi keadaan agar orang bisa memenuhi keinginannya. Kok bisa sepintar itu ya?
Mengapa ia selalu bersikeras dengan keinginannya ya? Kenapa ia harus melakukan segala cara untuk mencapainya ya? Sayangnya, ia berada di jalan yang negatif, sehingga ia sering melakukan perbuatan anarkis. Kenapa ia mampu memprovokasi orang lain ya? Kenapa ia bisa bertahan ketika dicaci dan dimaki? Ditendang dan dipukuli?
Tapi dia kok rapuh sekali ya? Kadang kalau enggak bisa marah, dia menangis. Kok seperti anak kecil sekali ya? Mungkin ada 'ia' kecil yang diam di pojok dan ketakutan, dibalik sosoknya yang kasar dan keras. Kenapa gw mengagumi kemarahannya ya? Kenapa gw ingin meliha…

Warna langit masih biru, Kawan.

Hore! Mulai menulis lagi!
Kemarin-kemarin banyak ide untuk nulis, tapi hanya mengendap di pikiran. Gw sedang dalam fase malas-malasnya untuk dituangkan ke tulisan. Tapi kalau dibiarkan, ide-ide tersebut akan menghilang. Daripada mubadzir, memang harus ada unsur paksaan. Hmf.
Ada sedikit pengalaman menarik hasil dari observasi tanpa rencana tadi siang. Waktu gw mau ke kampus naik angkutan kota, ada orang tuna netra menghampiri angkot yang sedang menurunkan penumpang. Supir bertanya, "Ledeng, Mas?" lalu ia menjawab, "Iya."
Tanpa gw sadari, gw mendapatkan kesan pertama yang menarik ketika dia bertanya. Karena dia langsung tahu dimana angkot berhenti dan dia langsung berdiri di depan pintu angkot. Keren.
Kemudian ia masuk ke dalam angkot. Ia duduk di kursi paling luar padahal angkot tidak terlalu penuh. Supir bilang, "Ke kanan, Mas!" karena ia bingung, gw mengarahkan agar ia duduk di samping gw karena tempat gw sebelumnya itu dekat dengan tempatnya semula dan lua…