Filosofi Binatang Buas

Sebelumnya, gw mau bilang, kalau tulisan ini hanya sebatas asumsi saja. Jadi, jangan dianggap benar ya. Ini cuman hasil pikiran ngaco aja kok :D

Pernah dengan peribahasa, "Sejahat-jahatnya singa, tidak akan memakan anaknya sendiri"? Singa yang menjadi tokoh utama adalah singa betina. Mungkin filosofi itu diambil dari arkhetipe (ketidaksadaran universal) bahwa sosok ibu adalah sosok yang penuh kasih sayang, melindungi, dan menjaga. Dan sosok ibu yang begitu penyayang, walaupun jahat, tidak akan mencelakakan anaknya sendiri.
Ok, anggap saja peribahasa itu membenarkan apa yang terjadi di dunia ini, meskipun ada saja ibu yang membuang dan membunuh anaknya. Diasumsikan bahwa ayah lebih mempunyai kecederungan untuk berbuat jahat kepada anaknya. Anggap saja benar karena banyak kasus pedofilia, pemerkosaan, atau incest yang dilakukan ayah terhadap anak, bukan ibu terhadap anak.
Gw baru mengerti kenapa singa betina yang dijadikan tokoh utama pribahasa itu.
Kemarin ini gw nonton National Geographic. Gw melihat bahwa, singa jantan, untuk kawin dengan singa betina, harus membunuh anak singa betina terlebih dahulu. Kenapa? Karena setelah melahirkan dan ada keberadaan anaknya membuat singa betina malas kawin. Dan diperlihatkanlah kalau si singa jantan itu mengigit tenggorokan anaknya sampai mati.
Sama halnya dengan beruang. Beruang jantan pun membunuh anak beruang betina untuk mendapatkan perhatian beruang betina.
Sedikit berbagi cerita. Teman gw, yang sudah menjadi seorang ayah, tidak mengindahkan anaknya. Dia tidak pernah membelikan anaknya susu, bahkan jika ada uang untuk membelikan susu, ia ambil duluan untuk keperluannya.
Akhir-akhir ini dia sadar. Dia bilang, "Singa aja sayang sama anaknya. Nah, gue? Gue lebih jahat daripada binatang!"
Rasanya pada saat itu gw ingin membenarkan dengan bilang, "Iya. Karena elo bukan singa betina. Elo adalah singa jantan! Singa jantan membunuh anaknya hanya untuk kawin dengan betina!"
Terkadang peribahasa ada benarnya. Mungkin peribahasa diambil berdasarkan pengalaman, atau memang bisa memprediksikan masa depan.
Entahlah.

Source: Picture
Silahkan lihat postingan Nia lainnya di http://www.psigoblog.com/

Comments

Raffaell said…
Orang jaman sekarang lebih egois, gak seperti jaman dulu..... karena kebudayaan dan teknologi yang begitu cepat berkembang, pastinya...
vendy said…
sebuah lingkaran setan yang dimulai dari satu masa?
Avante said…
Dibandingkan dengan "janda" yang "membunuh" setiap pasangannya?

--Alkisah laba-laba betina "Black Widow" selalu memakan pasangannya setiap selesai berhubungan intim--
macangadungan said…
tetep aja... perempuan lebih tulus mengurus dan menyayangi anaknya...
bukan berarti semuanya sih.
mynameisnia said…
hehehe, jadi menyulut peran perempuan dan laki2 nih.. :D

tapi ya tapiii..
itu kan tergantung individunya.
ada peribahasa sebodoh2nya keledai, tidak akan jatuh ke lubang yang sama (eh iya ya?)

tapi kan kenyataannya, banyak orang yang jatuh ke lubang yang sama, lebih dari dua kali. tapi nyatanya pintar, cuman kurang bisa ngambil pelajaran dari pengalaman aja.

eh nyambung gak sih?

*lagi males mikir*

Popular Posts