Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2008

Prelude

Hari ini saya bertemu dengan Pak Christoper, seorang teknisi piano semenjak tahun 1985. Awal mula saya bertemu dengan beliau adalah saudara saya menitipkan pianonya untuk diperbaiki. Ternyata ketika piano dibuka, oh... ini sudah menjadi sarang tikus. Pak Chris mematok harga Rp. 475.000,- untuk membersihkan dan memperbaiki setiap nada. Sangat mahal, Bapak! Tapi akhirnya saya setuju dengan melihat kondisi piano yang sangat parah. Kasihan sekali Richard Mayers ini, dibuat dengan mahal namun hanya digunakan sebagai rumah yang nyaman oleh binatang pengerat.
Selama memperbaiki piano, saya dan Pak Chris mengobrol banyak sekali.

Pak Chris: Nia ya?
Saya: Iya.
Pak Chris: Asli sini?
Saya: Iya.
Pak Chris: Kuliah?
Saya: Sudah lulus.
Pak Chris: Oh ya? Ambil jurusan apa?
Saya: Psikologi.
Pak Chris: Oooo.. berapa tahun?
Saya: Empat.
Pak Chris: S-1?
Saya: Iya.
Pak Chris: Memang dari dulu sudah mau jadi psikolog?
Saya: Sebenarnya ini terjebak.
Pak Chris: Wah, memang dulunya mau masuk mana?
Saya: Sastra.
Pak Chris: Mem…

Indonesia Hari Ini

Trans 7 menampilkan bagaimana masyarakat Indonesia, yang tinggal di ibu kota, mengorek-ngorek sampah untuk mendapatkan makanan. Seorang anak kecil memakan apel impor dari sampah - hanya modal di cuci dengan air. Oh ya tentu, orang Indonesia adalah orang-orang yang selalu bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian, wong kata ibunya begini: "Alhamdulillah kami sehat-sehat saja."
Ya harus sehat. Wajib itu. Orang miskin tidak boleh sakit, karena surat keterangan miskin dari lurah tidak ada gunanya dan program pemerintah untuk biaya kesehatan gratis itu tahi kerbau alias bullshit!
LIPI dan Badan Statistik bilang kalau angka kemiskinan menurun. Walaupun statistik bisa berbohong, tapi saya percaya. Gimana enggak percaya, angka kemiskinan menurun karena warga miskinnya sendiri sudah mati kelaparan.
Oh SBY, mungkin Bapak sibuk membuat acara ulang tahun?

Dull Flame of Desire

Saya baru melihatnya lagi - setelah sekian lama. Pemuda itu sudah tumbuh besar, beranjak dari remaja menuju dewasa. Saya memperkirakan berapa umurnya, apakah hanya terpaut beberapa tahun ataukah sama. Saya mempertanyakan statusnya, apakah masih sendiri ataukah berdua.
Saya tampak kecil disampingnya, tampak seperti kutu yang akan mati dalam sekali pitas. Mungkin saya memang kutu, karena disampingnya saya mati kutu. Tidak bisa bertanya bagaimana kehidupannya, bagaimana kabar orang tuanya, atau sekedar bertanya kabarnya. Saya termanggu sementara ia tertawa lepas, bercengkrama dengan teman-teman lainnya. Pemuda itu rupanya tidak memperhatikan ada seorang perempuan yang tidak bisa melepaskan pandangan darinya. Bersyukurlah, Nia. Karena jika ia menyadari dan mengarahkan pandangannya ke kamu, kamu akan gelagapan.
Sepertinya ia baru turun gunung karena hiking adalah kegemarannya. Tubuhnya besar karena otot, bukan lemak. Kulitnya menghitam, menggelapkan warnanya yang putih pucat. Wajahnya yang s…

Api

Tiga orang berseragam merah dengan topi pengaman sedang menahan selang raksasa yang mencurahkan debit air yang sangat kuat ke arah kamar yang berada di lantai tiga rumah susun itu. Tidak ada kobaran api yang berarti – seperti kobaran api yang menjulur-julurkan lidahnya keluar jendela, hanya kepulan asap hitam yang membumbung tinggi di angkasa – seperti jamur. Black mushroom cloud.

Seorang atasan menugaskan juniornya untuk naik ke atas melalui tangga di dalam rumah susun. Nyalinya tidak ciut karena menurutnya ini bukan kebakaran yang besar. Tidak ada langit yang berwarna kemerahan akibat api dengan fatamorgana air yang sangat panas. Semua tampaknya aman terkendali, lingkungan masih dapat dikenali.

Perlahan ia menaiki tangga kayu yang sepi dari penghuni rumah susun karena semua orang sudah berlarian keluar. Dilihatnya pintu kamar yang tertutup rapat. Ia membuka pintu itu dengan sekali tendangan kuat karena tidak mau mengambil resiko dengan memegang daun pintu yang panas. Ketika pintu terb…

Seolah-olah Zakat Berdarah

Seolah-olah Sinar Harapan memberitakan, "Lokasi tewasnya 21 warga itu berjarak sekitar 150 meter dari rumah H. Syaikon. Selain itu, petugas juga menemukan barang bukti untuk identifikasi korban, antara lain berupa kerudung, rambut palsu, sandal jepit, dan ikat rambut."

Seolah-olah itu bukan nama aslinya karena terdengar seperti H. Syaiton. Seolah-olah yang diberi zakat bukan orang miskin karena orang miskin tidak punya rambut palsu. Seolah-olah...

Kuku Falsu

Ditengah-tengah kesibukan saya menonton ulang dvd konser Incubus di Red Rocks (harap maklum, mungkin tema 'pengangguran' akan terus berulang di postingan selanjutnya), saya iseng melakukan nail done dengan memakai kuku palsu yang saya dapat dari pembalut. Boleh juga idenya, wahai pembalut.
Dengan 12 kuku palsu (mungkin jari yang berjumlah 10 sudah tidak zaman, atau selama ini jari yang jumlahnya 10 hanya saya saja?) dan sebuah lem berbentuk pasta, saya memalsukan kuku saya. Ternyata mengerikan ketika kuku kita harus diberi lem yang tidak jelas kandungannya. Apalagi ketika saya baca lebih lanjut, disana tertulis 'CAUTION: FLAMMABLE MIXTURE, DO NOT USE NEAR HEAT OR FLAME USE WITH ADEQUATE VENTILATION. KEEP OUT OF REACH OF CHILDREN' yang mengingatkan saya pada kompor portable.
Ok, hasilnya adalah seperti ini. Hanya dengan beragam pencahayaan, citra kuku palsu pun bisa berubah. Yang semula seharusnya menjadi baik, malah berubah menjadi mengerikan. Cocok menggaruk orang terka…

Womb-man

Manusia dengan rahim namanya perempuan. Bisa jadi awal dari kehidupan atau akhir dari kematian. Awal dari kehidupan terjadi jika melahirkan bayi sehat walafiat, menangis setelah keluar dari pejalnya dinding vagina, dan tumbuh dewasa. Itu namanya kehidupan. Akhir dari kematian terjadi jika kena kanker rahim, ada kista atau mium, tumor ganas atau kematian peran jika rahim harus diangkat. Itu baru namanya kematian.
Apa jadinya jika perempuan tanpa rahim? Apakah perempuan akan sama dengan laki-laki? Apakah perempuan masih ada manfaatnya lagi? Apakah kelebihan perempuan - selain mempunyai cadangan kasih sayang yang berlebih? Apakah suami akan meninggalkan perempuan tanpa rahim karena hubungan seksual dirasa tidak enak?
Rahim kadang menjadi anugrah dan kadang menjadi masalah. Anugerahnya adalah: wanita mendapat kehormatan untuk mendapatkannya. Masalahnya adalah: hadirnya janin yang tidak diinginkan dan rahim turut berkontribusi bahwa wanita dianggap tidak produktif atau terhambat.
Masalah yang…

Djenar dan Yang Maha Kecil

Untuk mengisi bulan puasa dan menunggu buka, saya memilih menghabiskan waktu dengan membaca buku. Bukan sok pintar atau sok keren, karena membaca buku memaksa saya untuk berada di rumah, tidak keliaran di jalanan menghabiskan uang - apalagi saat ini saya pengangguran. Jadi, uang siapa yang bisa dihabiskan?

Novel pertama adalah Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek dari Djenar Maesa Ayu. Ramadhan dan membaca buku ini adalah kesalahan yang besar. Bukan karena buku ini diharamkan di bulan Ramadhan, tapi Anda tahu lah tema-tema yang diangkat Djenar. Ibarat film, buku ini mengandung nudity, violence, rude words, dan lainnya. Sulit membaca tanpa membayangkan. Semoga pahala saya tetap diterima oleh Allah SWT.
Sebenarnya ini bukan novel, melainkan kumpulan cerpen. Dibandingkan tiga karya sebelumnya, saya kurang suka. Rasanya novel ini hanya dibuat untuk mempertahankan eksistensi saja, bukan masterpiece, seperti Filosofi Kopinya Dewi Lestari. Tapi dari semua cerita yang saya suka adalah ceri…