Api

Tiga orang berseragam merah dengan topi pengaman sedang menahan selang raksasa yang mencurahkan debit air yang sangat kuat ke arah kamar yang berada di lantai tiga rumah susun itu. Tidak ada kobaran api yang berarti – seperti kobaran api yang menjulur-julurkan lidahnya keluar jendela, hanya kepulan asap hitam yang membumbung tinggi di angkasa – seperti jamur. Black mushroom cloud.

Seorang atasan menugaskan juniornya untuk naik ke atas melalui tangga di dalam rumah susun. Nyalinya tidak ciut karena menurutnya ini bukan kebakaran yang besar. Tidak ada langit yang berwarna kemerahan akibat api dengan fatamorgana air yang sangat panas. Semua tampaknya aman terkendali, lingkungan masih dapat dikenali.

Perlahan ia menaiki tangga kayu yang sepi dari penghuni rumah susun karena semua orang sudah berlarian keluar. Dilihatnya pintu kamar yang tertutup rapat. Ia membuka pintu itu dengan sekali tendangan kuat karena tidak mau mengambil resiko dengan memegang daun pintu yang panas. Ketika pintu terbuka, asap menyambutnya. Begitu pekat sehingga ia tidak bisa melihat dari jarak dekat – seperti kabut pegunungan di pagi hari.

Ia menutup hidung dan mulutnya dengan masker. Ia menyalakan senter yang ada di pelindung kepalanya. Sepertinya tidak ada api karena ia tidak melihat sesuatu yang terang benderang dan menyala, hanya asap yang sebentar lagi akan hilang. Mungkin hanya perasaannya, tapi ia merasa ruangan ini terdengar sangat sepi. Tidak ada suara sisa kayu yang masih terbakar oleh api. Seperti memasuki dunia lain tanpa suara, tanpa benda-benda. Hanya dikelilingi oleh asap putih yang tidak dapat dipegang.

Ia mencari jendela kemudian mendekatinya. Asap perlahan-lahan hilang, mulai berganti dengan udara baru. Ia terkejut ketika ia mulai bisa melihat ruangan itu dengan samar. Ia tidak percaya apa yang dilihatnya. Tidak ada yang terbakar! Karpet, meja, televisi, barang-barang lainnya, tidak ada yang terbakar. Semuanya masih seperti semula kecuali sebuah kursi malas yang hitam karena arang dengan sisa dua kaki manusia sampai lutut. Kaki itu masih bersepatu, berkulit putih, dan berukuran kecil. Sebagian raganya hingga kepala menghilang – bercampur dengan debu kursi yang menghitam.

[Cerita yang sangat pendek ini saya buat karena terinspirasi setelah menonton acara Is It Real? di National Geographic Channel. Kejadian seperti ini memang ada yaitu kebakaran hanya pada satu titik dan hanya menyisakan sebagian tubuh manusia. Terkadang yang membuat manusia ngeri bukan karena sosok atau bentuk yang sangat menyeramkan, tetapi kenyataan yang terlalu ganjil untuk diterima.]

Comments

JiMmY luVhaRa said…
[ Terkadang yang membuat manusia ngeri bukan karena sosok atau bentuk yang sangat menyeramkan, tetapi kenyataan yang terlalu ganjil untuk diterima.] bener tuh .. banyak yang manusia di dunia ini tidak bisa berfikir dengan pandangan lain dan menerima bahwa jimmy itu sebenernya .. montok loch ..

kabur ah ...
Begy said…
saya punya sodara yang profesinya firefighter. dia suka curhat kalo abis tugas. tapi keknya belon pernah dapet kasus langka spt itu. but there must be scientific reasoning (or any reasoing, anything) for that. kenapa ga dijelasin sekalian Nia?
vendy said…
"tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini"

right? :D

Popular Posts