Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2008

Bahasa oleh Putu Wijaya

Baru saja saya membaca majalah Tempo edisi Sumpah Pemuda. Saya baca semua halaman dari penemu Indonesia sampai catatan pinggir yang ditulis oleh Goenawan Mohammad. Tapi dari setiap lembar yang saya baca, saya menyukai tulisan Putu Wijaya yang judulnya Bahasa!. Sebelumnya saya mengalami kesusahan mencari ini di Google, tapi akhirnya bisa ditemukan. Saya merasa lega, karena saya bisa berbagi dengan pembaca:

ADAKAH perbedaan antara Sumpah Pemuda dan Soempah Pemoeda? Sumpah adalah ucapan, ikrar yang berisi janji, tekad, atau batasan-batasan yang apabila dilanggar, ada sanksi spiritual yang fatal. Biasanya berakhir dengan kematian yang kejam. Tak bisa dielakkan, tak bisa disiasati, tak bisa disuap.

Dalam dongeng, manusia yang melanggar sumpah bisa seketika jadi batu. Dimungkinkan terkutuk tujuh turunan. Para pelanggar sumpah bisa lahir kembali sebagai binatang. Kadang menzalimi dirinya dengan sadis, karena dorongan rasa bersalah. Ancaman yang disiapkan bagi pelanggar sumpah menyebabkan sumpa…

Rasisme Kulit Hitam

Kemarin saya membaca koran Pikiran Rakyat di rubrik Luar Negeri. Disana diungkapkan sebagai berikut:

MEMPHIS, (PRLM).- Dua pemuda dari kelompok neo-nazi ditangkap dan dikenakan tuduhan merencanakan pembunuhan besar-besaran di beberapa negara bagian di AS. Hal itu dikatakan pihak keamanan di Memphis Tennessee, Senin (27/10).

Kedua pemuda tersebut, Daniel Cowart (20) dan Paul Scheessman (18) merencanakan pembunuhan terhadap 88 orang berkulit hitam di berbagai negara bagian dan salah satu calon korban, adalah capres Partai Demokrat saat ini, Barrack Obama.

Pembunuhan terhadap Obama direncanakan dilakukan dengan menggunakan kendaraan yang dilarikan ke arah Barrack Obama. Keduanya kemudian akan melepaskan tembakan ke arah Obama dari jarak dekat lewat jendela mobil.

Keduanya telah dihadirkan pada sidang di Memphis, Senin waktu setempat dan menolak mendapat kesempatan bebas dengan jaminan untuk sementara waktu.

Rencana pembunuhan terhadap Obama tersebut merupakan yang kedua kalinya bagi senator …

Untukmu, Agamaku...

Apakah perempuan itu terlihat bahagia? Mari simak berita ini dari Kompas dibawah ini:

SEMARANG, KAMIS — Seorang kiai kaya raya, Syekh Puji, mengaku akan menikahi dua bocah lagi, umurnya 9 dan 7 tahun. Keduanya akan dinikahi sekaligus dengan Lutfiana Ulfa (12). Kalau pernikahan itu terwujud, Syekh Puji memiliki empat istri.

Kiai nyentrik yang terkenal karena membagi zakat Rp 1,3 miliar ini beberapa hari terakhir membuat heboh karena tersebar kabar bahwa ia telah menikahi gadis cilik berusia 12 tahun bernama Lutfiana Ulfa.

Sebelumnya, pada bulan puasa lalu sang kiai membagikan zakat yang jumlahnya sangat spektakuler. "Kalau Ulfa umurnya 12 tahun, gadis yang lain ada yang umurnya 9 tahun dan satu lagi 7 tahun," kata Syekh Puji.

Pernikahan dengan para bocah itu akan dilangsungkan dalam waktu dekat atau bahkan dalam minggu-minggu ini. Pada pernikahan itu Puji akan menikahi tiga gadis di bawah umur sekaligus, salah satunya adalah Lutfiana Ulfa. Namun, kiai bernama asli Pujiono Cahyo W…

Mereka Yang Definitif

Sahabat saya yang bernama Yudo pernah berkata, "Semakin seseorang membenci orang lain, maka sifatnya akan semakin mirip dengan orang dibenci itu."

Awalnya saya tidak mengerti karena ia mengatakan kalimat itu ketika saya masih duduk di bangku SMP. Seiring dengan pengalaman bertemu dengan banyak orang, saya semakin mengerti. Saya mengerti apa yang dikatakan sahabat saya karena saya mendapatkan sebuah contoh di laboratorium hidup dan hasilnya benar.

Sebutlah seorang perempuan yang bernama X. Semenjak ayahnya meninggal, perempuan ini sangat membenci ibunya. Alasan ia membenci ibunya adalah ia yakin selama ini ayahnya menjadi tameng dari sifat buruk ibunya sehingga tidak pernah "terlihat" oleh anak-anaknya maupun orang lain. Ia yakin bahwa ayahnya meninggal dalam keadaan menderita dan stress karena ibunya yang selalu menuntut untuk punya uang padahal sang ayah tidak bekerja. Ibunya yang selalu memanjakan adik laki-laki yang sudah dewasa namun tidak bekerja, sementara X -…

Puisi

Saya dapat sebuah puisi via YM dari teman saya di klab nulis. Puisi yang menurut saya sederhana namun sarat makna.


This poem was nominated by UN as the best poem of 2006,
Written by an African Kid

When I born, I black
When I grow up, I black
When I go in Sun, I black
When I scared, I black
When I sick, I black
And when I die, I still black

And you white fellow
When you born, you pink
When you grow up, you white
When you go in sun, you red
When you cold, you blue
When you scared, you yellow
When you sick, you green
And when you die, you gray

And you calling me colored?

Memperjuangkan Nasib oh Nasib

Saya pernah bertanya kepada saudara saya yang bekerja sebagai fotografer padahal dulunya kuliah sastra Inggris (dan sampai sekarang tidak kelar - padahal sudah menikah). Pertanyaan saya adalah, "Kenapa orang bisa menganggur padahal setiap minggu di koran banyak sekali lowongan pekerjaan?"
Saudara saya menjawab, "Lowongan pekerjaan memang banyak tapi posisi yang dibutuhkan hanya sedikit. Jadi persaingannya ketat. Apalagi banyak yang pendidikannya rendah, bersaing dengan pendidikan yang lebih tinggi. Pengalaman sedikit, bersaing dengan pengalaman lebih banyak."
"Tidak setuju. Karena banyak pekerjaan yang membutuhkan orang-orang yang berpendidikan rendah dan ada juga yang tidak berpengalaman. Tapi kenapa banyak pengangguran?"
"Mungkin malas mencari pekerjaan?"

Jawaban itu saya simpan hingga kemarin - ketika saya menghadiri job fair di ITB. Job fair ini hebat sekali, dihadiri oleh perusahaan-perusahaan besar terutama di bidang tambang dan minyak. Dan ya…

Rectoverso (upgrade)

Ini buku benar-benar dibuat untuk penggemar fanatiknya Dewi Lestari. Gimana enggak, harga satu buku tipis ini Rp.75.000,- dan CDnya Rp.55.000,-!
Tapi karena saya penggemar fanatik, saya beli buku dan CD aslinya. Bukan hasil unduhan, bukan hasil beli di Kota Kembang. Dan saya tidak pernah semenanti ini untuk menunggu karya seseorang, terutama untuk post di blog Dee dan bilang, "Saya tunggu Supernova-nya. Saya kangen berat!"

Cerita-cerita di buku ini terasa nyata dan dekat dengan pembaca. Buku ini tidak berisi kisah cinta yang berlebihan dan tidak masuk akal. Misalnya ketika saya membaca kisah 'Selamat Ulang Tahun', oh... saya pernah mengalaminya. Terjaga semalaman hanya untuk menunggu ucapan ulang tahun dari seseorang yang biasanya tidak pernah absen sebagai orang pertama dan tepat waktu.

Membaca Rectoverso sama halnya dengan membuka lembaran kisah hidup saya yang lalu. Tidak akan membuat pembaca menangis meraung-raung, hanya terisak kemudian tersenyum - karena Dee merac…

Apa ini oh apa ini?

Disamping kesibukan saya menjadi pengangguran, saya mendapatkan sesuatu yang baru. Sebelumnya saya jelaskan, saya adalah pengangguran yang sibuk. Maksudnya, betul-betul sibuk! Saya jadi pembantu rumah tangga, tempat titipan keponakan sementara ibunya belanja, mengurus kost-kostan di rumah, jualan kue, mengajar piano, dan mengurus cafe. Tahukah Anda bahwa pengangguran itu banyak bebannya: dimanfaatkan melakukan ini itu, disuruh cari beasiswa, kursus grafologi, belajar bahasa Jerman, dan lainnya. Oh sibuk dan penuh ketegangan sekali.

Anyways, saya mendapatkan sesuatu yang begitu baru - yang tidak pernah saya miliki sebelumnya. Ini oleh-oleh dari teman saya - seorang warga negara Belanda. Bukan teman sih, tapi dia temannya saudara saya tapi dia kenal saya semenjak saya kecil. Lalu, ia membelikan saya sebuah ... oh apa ini?



Ini asli. Saya terima, saya pegang, saya rentangkan, saya baringkan di kasur saya, dan ... apa ini? Apakah ini bikini?

Berlebihan atau tidak, cukup mengejutkan tapi menar…

Dengan akar, akan terbentuk pohon yang kokoh

(dan sulit ditebang)
Kalau pohon beneran ya bagus, tapi kalau pohon masalah? Ya mampus.

Kemarin sore, teman-teman saya datang ke rumah saya. Biasalah, anak muda. Kita ngemil, ngeteh, dan ngobrol-ngobrol ngalor ngidul sampai teman saya berkata, "Sekarang banyak banget ya makanan kadaluarsa. Selain itu, daging-daging pun kualitasnya jelek. Sumpah, gue kasihan sama sapi gelonggongan. Gue enggak tega lihat itu sapi kejang-kejang. Dan ketika ditanya alasan kenapa mereka berbuat seperti itu, mereka menjawab, 'Ya untuk mencari uang karena kami miskin.'"
Saya diam, kemudian saya berkata, "Kalau gue paling sebal sama orang yang menyerah pada keadaan dan bilang, 'Ya... mau gimana lagi?'"
Kita sama-sama diam, mungkin saling mencerna apa yang menjadi topik pembicaraan. Saya bertanya kepada teman saya, "Sebenarnya, yang membuat masyarakat Indonesia miskin itu apa sih? Kurang kesempatan atau nasib sial?"
"Males, Ni. Orang Indonesia itu males-males! Gue …

Signifikan

Manusia ada yang berubah dan ada yang tidak. Manusia berubah secara mental dan fisik bisa dilihat dari semakin dewasa, semakin pintar, semakin berwawasan luas, semakin tinggi, semakin besar, semakin berisi, semakin kurus, semakin feminim atau maskulin, dan lainnya. Ada juga manusia yang tidak berubah yaitu perubahannya tidak terlihat atau tidak signifikan.

Sudah sepatutnya manusia berubah karena teori psikologi mengatakan harus begitu. Manusia hidup untuk berkembang, bergerak maju ke depan. Jika diam di satu tempat atau malah mundur ke belakang, dikatakan suatu gangguan.

Tapi apalah arti teori psikologi jika saya berada di kuadran manusia yang tidak berubah atau berubah secara tidak signifikan? Saya masih Nia yang dulu: Nia yang tidak feminim, yang rambutnya masih ikal, yang kulitnya masih hitam, yang badannya tetap berisi, dan kurang bisa menjalin berkomunikasi. Oke, ada beberapa yang berubah dari saya yaitu saya menjadi suka membaca buku dan tentunya saya bisa mengontrol emosi saya - …

Once

"Have you ever seen this movie?" tanya teman saya, seorang warga negara Belanda.
"Frankly, I don't know."
Ternyata bukan Elsie saja, tapi teman-teman the circle juga bertanya. Ketika menjawab belum, mereka merekomendasikan saya untuk nonton film ini. Kalau ada rating untuk rekomendasi, pasti ada lima bintang yang artinya: Very Highly Recomended Movie.
Akhirnya saya mendapat pinjaman dari seorang teman. Saya menerimanya dan saya menontonnya bersama saudara-saudara saya ketika lebaran. Ceritanya begini, teman-teman.
Ada seorang penyanyi jalanan yang menciptakan lagu-lagunya sendiri. Ia (laki-laki) khusus menyanyikan lagu ciptaannya di malam hari dengan alasan bahwa orang-orang hanya ingin mendengar lagu yang mereka kenal di siang hari. Ternyata ada seorang perempuan yang mendengarkannya bernyanyi dan sangat menyukai lagu itu. Perempuan itu bertanya apakah laki-laki itu menulis lagunya dan untuk siapa. Laki-laki itu berkata tidak tapi si perempuan tidak percaya. Setel…