Skip to main content

Dengan akar, akan terbentuk pohon yang kokoh

(dan sulit ditebang)
Kalau pohon beneran ya bagus, tapi kalau pohon masalah? Ya mampus.

Kemarin sore, teman-teman saya datang ke rumah saya. Biasalah, anak muda. Kita ngemil, ngeteh, dan ngobrol-ngobrol ngalor ngidul sampai teman saya berkata, "Sekarang banyak banget ya makanan kadaluarsa. Selain itu, daging-daging pun kualitasnya jelek. Sumpah, gue kasihan sama sapi gelonggongan. Gue enggak tega lihat itu sapi kejang-kejang. Dan ketika ditanya alasan kenapa mereka berbuat seperti itu, mereka menjawab, 'Ya untuk mencari uang karena kami miskin.'"
Saya diam, kemudian saya berkata, "Kalau gue paling sebal sama orang yang menyerah pada keadaan dan bilang, 'Ya... mau gimana lagi?'"
Kita sama-sama diam, mungkin saling mencerna apa yang menjadi topik pembicaraan. Saya bertanya kepada teman saya, "Sebenarnya, yang membuat masyarakat Indonesia miskin itu apa sih? Kurang kesempatan atau nasib sial?"
"Males, Ni. Orang Indonesia itu males-males! Gue yakin, kalau ada kemauan dan usaha, pasti ada jalan. Selain itu, mereka tidak berpendidikan. Mau usaha sekeras apapun, kalau jalan berpikirnya itu-itu aja, ya disitu terus. Misalnya ada orang tua yang banting tulang angkut sayur di pasar. Walaupun kerja keras, tetap saja miskin."
Saya setuju karena saya berpikir mungkin orang Indonesia miskin karena rendahnya pendidikan. Orang yang berpendidikan, pasti mempunyai jalan pikiran yang berbeda. Tapi bagaimana mau punya pendidikan jika miskin. Miskin karena pendidikan, dan tidak berpendidikan karena miskin. Rumit.
Lagian pembangunan tidak merata, uang hanya berkisar di pulau Jawa. Ya... macem film Laskar Pelangi lah, banyak sekolah yang kayak kandang binatang. Gimana mau pintar? Gimana mau kaya? Gimana mau menjadi orang yang baik (karena miskin memacu kriminalitas)?
Saya bilang ke teman saya, "Mungkin manusia Indonesia sekarang ini sedang mati perlahan dibunuh oleh sesamanya. Makan makanan kadaluarsa, daging tidak sehat." Dan ketika berita ini diturunkan, ada makanan model baru: gorengan plastik.
Kalau dibiarkan akar ini tumbuh dan menjalar, pohon akan semakin kuat dan sulit ditebang. Mungkin sekarang kita bisa mempersiapkan sebuah pisau kecil dengan memikirkan satu pertanyaan sederhana, "Menurut Anda, apa yang membuat masyarakat Indonesia miskin?"

Comments

vendy said…
gorengan plastik itu cerita lama. orang Indonesia itu cuma miskin perasaan koq. ga lebih.
Just For Music said…
mbak/mas hehehe... blognya pasangi iklan biar dapat duit aku liat di search engine blog saudara lumayan teratas , ni link program bisnis www.kumpulblogger.com yang menyediakan iklan dan kita dapat bayaran
Begy said…
rendahnya kuliatas dan kuantitas pendidikan adalah alasan nomor satu kenapa bangsa Indonesia miskin.

alasan nomor satu lainnya adalah pemerintah yang tidak becus (korupsi, dkk.) dan tidak kompeten (kalo ga salah pernah tuh menteri pendidikan orang militer. apa gunanya ikip?)
mynameisnia said…
@vendy: oohh.. udah lama untuk Jkt ya? :D
Lalu apa yang membuat Indonesia miskin, ven?


@begy: adeuh... IKIP :D

Popular posts from this blog

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya]
Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk.
Tok.. tok..
“Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina.
Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku.
“Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.”
“Ralat.. hampir tidur!”
“Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?”
“Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?”
Sabrina tertawa.
Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya sekarang.
“…

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…