Skip to main content

Rectoverso (upgrade)



Ini buku benar-benar dibuat untuk penggemar fanatiknya Dewi Lestari. Gimana enggak, harga satu buku tipis ini Rp.75.000,- dan CDnya Rp.55.000,-!
Tapi karena saya penggemar fanatik, saya beli buku dan CD aslinya. Bukan hasil unduhan, bukan hasil beli di Kota Kembang. Dan saya tidak pernah semenanti ini untuk menunggu karya seseorang, terutama untuk post di blog Dee dan bilang, "Saya tunggu Supernova-nya. Saya kangen berat!"

Cerita-cerita di buku ini terasa nyata dan dekat dengan pembaca. Buku ini tidak berisi kisah cinta yang berlebihan dan tidak masuk akal. Misalnya ketika saya membaca kisah 'Selamat Ulang Tahun', oh... saya pernah mengalaminya. Terjaga semalaman hanya untuk menunggu ucapan ulang tahun dari seseorang yang biasanya tidak pernah absen sebagai orang pertama dan tepat waktu.

Membaca Rectoverso sama halnya dengan membuka lembaran kisah hidup saya yang lalu. Tidak akan membuat pembaca menangis meraung-raung, hanya terisak kemudian tersenyum - karena Dee meraciknya dengan sangat baik.
Banyak cerita yang tidak terduga yang akan pembaca temukan di buku ini. Seperti saya tidak menduga dibalik lagu 'Malaikat Juga Tahu' yang mengisahkan seorang pria dewasa autis yang jatuh cinta kepada perempuan. Atau dibalik cerita 'Cicak Cicak di Dinding' dimana sang tokoh menyatakan cintanya dengan cara yang berbeda.

Ok, sudah pada membaca, wahai pembaca?

Comments

ephoy said…
saya SUDAH baca musiknya dan SUDAH dengar fiksinya

saya juga ga tergoda untuk beli yang bajakan..terlalu worthed uy.. hehe..

banyak jg cerita yg duh..'saya banget'. kkk.. addicted sama albumnyah. kalo bisa ngomong, CD saya pasti udah demo. i keep on playing it..bisa sampe 10 kali repeating tuh 11 lagu. =D
mynameisnia said…
jadi berasa denger 110 lagu gitu ya...

selamat untuk tidak memilih bajakan!
AnG9r4eN1 said…
wajib beli dong???!!!!
vendy said…
sudah, dan sekarang, memilih untuk merasakan bagaimana sedih yang sesungguhnya . . . :((
mynameisnia said…
@tiwi: iya bu, wajib! hehehe.

@vendy: sedih yang sesungguhnya.. ckckc..
Begy said…
begy : "saya belum beli tuh, lagi ga punya duit nih."

nia : "NOT MY PROBLEM!!!"

hehe...
Elys Welt said…
blom :)
mynameisnia said…
@begy: mungkin akan dijawab seperti ini:

"NABUNG DONKKK!"

hehehe. pwis! ^-^v
mynameisnia said…
BTW,


Potonya gue ganti pakai buku dan cd yang gue beli.

just in case.


he...

Popular posts from this blog

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya]
Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk.
Tok.. tok..
“Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina.
Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku.
“Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.”
“Ralat.. hampir tidur!”
“Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?”
“Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?”
Sabrina tertawa.
Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya sekarang.
“…

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…