Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2008

Eastern Promises

Masih dengan latar belakang yang sama dengan buku yang saya baca sebelumnya yaitu memiliki latar belakang tempat di London, Rusia, dan Ukraina, namun film ini mengangkat topik yang berbeda. Dan oh, tampaknya saya menjadi cinta dengan latar-latar ini.

Dikisahkan tentang seorang perawat bernama Anna yang membantu proses persalinan seorang perempuan bernama Tattiana. Setelah melahirkan, Tattiana meninggal dunia sementara si bayi masih hidup. Karena tidak tahu darimana perempuan itu berasal, Anna mengambil buku hariannya untuk mencari kerabat dan memberikan bayi tersebut. Ternyata, buku harian perempuan itu ditulis dalam bahasa Rusia. Anna meminta pamannya yang seorang Rusia untuk menerjemahkan.

Bermula dari kedatangan Anna pada sebuah rumah yang diyakini ada sangkut pautnya dengan Tattiana. Semenjak kedatangannya ke rumah itu dan seiring dengan hasil terjemahan pamannya, Anna akhirnya mengetahui bahwa Tattiana adalah seorang pelacur berusia 14 tahun yang diperkosa oleh seorang ketua mafia…

A Short History of Tractors In Ukrainian (Marina Lewycka)

"Saya mau buku yang bagus dan sederhana!" ujar saya kepada teman di suatu hari.
Dia merekomendasikan buku ini.
Saya tanya, "Akhir-akhir ini saya lagi enggan mikir. Apakah ini buku yang sederhana?"
"Contoh buku yang sederhana itu seperti apa? Buku anak-anak?" ia balik bertanya.
"Bukan, buku bagus tapi bahasanya sederhana. Saya pernah direkomendasikan buku anak-anak berjudul Kakak-Beradik Berhati Singa, tapi saya kurang suka. Saya mau buku seperti To Kill a Mocking Bird."
"Oh, kalau begitu, buku ini sederhana."
"Buku ini tentang apa?"
Lalu teman saya menceritakan isi buku itu, sesuai dengan apa yang saya baca.

Dikisahkan dua orang perempuan yang bernama Nadia dan Vera. Mereka adalah kakak beradik yang bermusuhan akibat perebutan harta warisan sang ibu. Sementara itu, ayah mereka yang sudah berusia 84 tahun, memutuskan untuk menikahi seorang janda asal Ukraina berambut pirang dan berpayudara besar yang berumur 36 tahun. Pernikahan itu…

Cahaya

Jika diperhatikan ilustrasi taman yang saya buat (maaf kalau gambarnya jelek - karena saya tidak bisa menggambar - sehingga menimbulkan kesan hari kiamat), sebenarnya langit malam itu tidak gelap-gelap amat. Jika kita perhatikan di luar sana, langit malam berwarna biru tua (setua warna laut tetapi terkesan ringan). Yang gelap itu adalah benda-benda yang ada di bawahnya.

Manusia menyiasati malam dengan cahaya lampu kota yang hingar bingar. Tanpa mereka sadari, mereka merusak pergerakan semesta. Selain polusi cahaya, cahaya membuat bingung burung-burung yang terbang rendah sehingga banyak yang berputar-putar dan mati karena kelelahan atau mati tertabrak gedung yang bertingkat. Burung menentukan arah dengan cahaya bulan dan spektrum warna warni cahaya kota menghancurkannya.

Jadi, wahai pembaca, jika ada yang bertanya, "Kok Bandung sekarang gelap sih? Dulu terang benderang layaknya Paris Van Java?", jawablah dengan bangga, "Kita sedang menyelamatkan para burung!"

Lagipul…

Serba Salah

Mulutmu, harimaumu - itu benar!
Kalau di blog mungkin jadi: tulisanmu (bisa jadi awal mula sangsakala kebangkitanmu), perangkapmu.

Akhir-akhir ini saya dicurigai. Maksudnya ketika saya mengorek informasi tentang seseorang atau sesuatu hal, orang sering berkata, "Mau ditulis di blog ya??" Kemungkinannya bisa dua: 1) Memang untuk bahan blog atau, 2) Untuk pengetahuan pribadi.

Saya suka berbagi, maksudnya saya suka menceritakan kembali apa yang saya alami. Mau jalan-jalankah itu, mau hasil berbicara dengan orang lainkah itu, mau hasil baca, hasil debat kusir, hasil bertengkar dengan orang lain, selama bisa dibagi - ya saya bagi. Dan tampaknya ada segilintir orang yang menikmatinya, kan? Terkadang ada beberapa teman yang berharap namanya masuk ke blog juga sih :D

Tapi mungkin ada segelintir orang yang tidak suka, entah karena dia masuk dalam topik blog atau tulisan plus pendapat yang saya kemukakan. Lama-lama saya merasa tidak enak. Mau gimana lagi, tulisan-tulisan ini bukan bohong.…

Jika sudah waktunya...

Jika sudah waktunya... saya akan sangat jahat.
Jika sudah waktunya... saya akan sangat menyebalkan.
Jika sudah waktunya... saya akan tidak peduli.
Jika sudah waktunya... saya akan mudah marah.
Jika sudah waktunya... saya akan mudah menangis.
Jika sudah waktunya... saya akan terus memikirkan apa kata orang yang tidak setuju dengan pemikiran saya dan ia mencoba menilai seluruh diri saya dengan berbagai macam pendapatnya yang menurut saya tidak perlu.
Jika sudah waktunya... saya akan merindukan ibu.
Jika sudah waktunya... saya mudah mengingat masa lalu.
Jika sudah waktunya... saya menjadi pesimis.
Jika sudah waktunya... saya akan berjerawat.
Jika sudah waktunya... saya akan merasa sakit di punggung.
Jika sudah waktunya... saya akan mudah lelah.
Jika sudah waktunya... saya selalu ingin berada di rumah.

Nonsense

Terkadang, untuk menemukan hal-hal yang tidak masuk akal, manusia tidak perlu mengelilingi semesta hanya untuk mencari satu fenomena ganjil yang jarang dilihat di kehidupan nyata. Hal-hal yang tidak masuk akal lekat dengan kehidupan sehari-hari akibat dari percakapan secara lisan maupun tulisan yang artinya sulit dicerna atau diindentifikasi dan biasanya menimbulkan reaksi menggelitik pada hati manusia.

Contohnya saya membaca buku Laskar Pelangi sehingga membuat saya bertanya-tanya apa sih yang membuat buku ini bagus padahal isinya banyak menuliskan keangkuhan sang penulis mengenai pengetahuan yang dimiliki atau bahasa yang terlewat indah menurut sudut pandang anak kecil? Apakah yang membuat bagus adalah tema yang sangat mulia (menaikan martabat pendidikan Indonesia), warga Indonesia yang sudah jengah dengan teenlit atau marketing yang kelewat berhasil?

Mengapa Ikal dipaksa untuk menjadi peran utama sementara Lintang yang seharusnya dapat podium itu? Kenapa harus jumlah penonton Laskar…

Wanita Sejak Dulu

Di rumah saya terdapat sebuah perusahaan kecil-kecilan. Otomatis banyak orang berlalu lalang dan banyak pegawai disini. Kebanyakan pegawai berjenis kelamin laki-laki, hanya tiga orang yang perempuan.

Ibu saya suka masak untuk memberi makan para pegawai. Semula makanan disimpan di rumah utama sehingga mereka makan di ruang keluarga. Karena mereka lalai dalam hal mencuci piring, ibu memutuskan untuk menyuruh mereka membawa makanannya dan makan di halaman belakang (tempat mereka bekerja) - di dekat kandang anjing (ok, saya bohong. Disini tidak ada anjing maupun kandang anjing. Kami masih manusiawi, kok).

Setelah saya perhatikan, yang memindahkan makanan dari rumah utama ke halaman belakang ya para perempuan. Laki-laki ngaso di belakang, menunggu datangnya makanan. Seperti barusan, ketika salah satu pegawai membawa rice cooker, saya sengaja bernyanyi, "Wanita dijajah pria sejak dulu. Dijadikan perhiasan sangkar madu ..."

Ia hanya tersenyum miris kemudian berkata, "Pas benar so…