Skip to main content

Eastern Promises

Masih dengan latar belakang yang sama dengan buku yang saya baca sebelumnya yaitu memiliki latar belakang tempat di London, Rusia, dan Ukraina, namun film ini mengangkat topik yang berbeda. Dan oh, tampaknya saya menjadi cinta dengan latar-latar ini.

Dikisahkan tentang seorang perawat bernama Anna yang membantu proses persalinan seorang perempuan bernama Tattiana. Setelah melahirkan, Tattiana meninggal dunia sementara si bayi masih hidup. Karena tidak tahu darimana perempuan itu berasal, Anna mengambil buku hariannya untuk mencari kerabat dan memberikan bayi tersebut. Ternyata, buku harian perempuan itu ditulis dalam bahasa Rusia. Anna meminta pamannya yang seorang Rusia untuk menerjemahkan.

Bermula dari kedatangan Anna pada sebuah rumah yang diyakini ada sangkut pautnya dengan Tattiana. Semenjak kedatangannya ke rumah itu dan seiring dengan hasil terjemahan pamannya, Anna akhirnya mengetahui bahwa Tattiana adalah seorang pelacur berusia 14 tahun yang diperkosa oleh seorang ketua mafia Rusia. Tatianna disiksa, dipukul, digulingkan dari tangga, dan disuntik heroin sebanyak mungkin sehingga Tattiana menganggap ini seperti halusinasi. Tentu berhubungan dengan mafia bukanlah hal yang baik, oleh karena itu Anna harus melewati hal-hal yang tidak pernah ia temui dalam sehari-hari seperti ancaman pembunuhan.

Film ini mencoba mengangkat tema kehidupan mafia, diskriminasi, dan prostitusi. Kaum yang terdiskriminasi adalah pelacur, homoseksual, dan negro. Tema homoseksual dicerminkan dengan cerita bahwa anak ketua mafia bernama Kirill dituduh homoseksual dan tema negro dicerminkan dengan ucapan "penyakit kotor". Sedangkan akitivitas prostitusi dilakukan oleh anak-anak dibawah umur yang berasal dari negara miskin seperti Ukraina. Menurut film ini, Ukraina bukanlah tempat yang baik untuk tumbuh sehingga warga Ukraina mengharapkan dapat hijrah ke London agar mendapatkan hidup yang lebih baik. Hampir mirip, kan, jalan cerita dengan buku A Short History of Tractors in Ukrainian? Mungkin situasi disana memang seperti itu. Dan mungkin juga Eropa adalah sasaran hijrah dari warga negara Rusia.

Sayang sekali, film ini kurang menggali tema-tema seperti ini padahal akan sangat baik jika film dipanjangkan (seperti The Legend yang terlalu pendek sehingga mengurangi kepuasan menonton film). Seperti dibatasi oleh waktu, banyak adegan yang tidak jelaskan seperti bagaimana ketua mafia itu ditangkap polisi dan bagaimana Anna mendapatkan bayinya. Padahal jika film ini komplit, akan menjadi film yang sangat bagus sekali.

Picture

Comments

Sex God said…
Kok nggak menyebut2 adegan berantemnya Viggo Mortensen di sauna, Ni? :))

Btw, film ini disutradarai oleh David Cronenberg yang filmnya memang bagus. Dan film ini merupakan kolaborasi kedua Cronenberg dan Mortensen setelah A History of Violence.
mynameisnia said…
Gue menutup mata pada adegan itu, Dik. Hehehehe. Tidak suka darah-darahan!

Lihat, pembaca, ada satu orang yang merekomendasikan film ini. Jadi, tontonlah! (harusnya gue dapet royalti).
AnG9r4eN1 said…
oh, ini film ya?
kirain buku
AnG9r4eN1 said…
ditunggu referensi laen soal film yang menarik yah...
mynameisnia said…
Siaap, lah :D

Popular posts from this blog

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya]
Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk.
Tok.. tok..
“Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina.
Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku.
“Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.”
“Ralat.. hampir tidur!”
“Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?”
“Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?”
Sabrina tertawa.
Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya sekarang.
“…

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…