Skip to main content

A Short History of Tractors In Ukrainian (Marina Lewycka)

"Saya mau buku yang bagus dan sederhana!" ujar saya kepada teman di suatu hari.
Dia merekomendasikan buku ini.
Saya tanya, "Akhir-akhir ini saya lagi enggan mikir. Apakah ini buku yang sederhana?"
"Contoh buku yang sederhana itu seperti apa? Buku anak-anak?" ia balik bertanya.
"Bukan, buku bagus tapi bahasanya sederhana. Saya pernah direkomendasikan buku anak-anak berjudul Kakak-Beradik Berhati Singa, tapi saya kurang suka. Saya mau buku seperti To Kill a Mocking Bird."
"Oh, kalau begitu, buku ini sederhana."
"Buku ini tentang apa?"
Lalu teman saya menceritakan isi buku itu, sesuai dengan apa yang saya baca.

Dikisahkan dua orang perempuan yang bernama Nadia dan Vera. Mereka adalah kakak beradik yang bermusuhan akibat perebutan harta warisan sang ibu. Sementara itu, ayah mereka yang sudah berusia 84 tahun, memutuskan untuk menikahi seorang janda asal Ukraina berambut pirang dan berpayudara besar yang berumur 36 tahun. Pernikahan itu terjadi setelah dua tahun kematian istrinya. Tentu saja Nadia dan Vera tidak setuju karena tahu bahwa wanita itu menikahi ayahnya hanya untuk mendapatkan izin tinggal dengan segala kemewahan ala Barat. Permusuhan lama antara Nadia dan Vera ditanggalkan karena mereka harus menjadi sekutu untuk melawan calon ibu tirinya ini.

Perlawanan mereka cukup alot karena cinta membuat garis antara waras dan gila yang dimiliki ayahnya begitu menipis. Ayahnya begitu memuja wanita ini, terutama mengenai payudaranya. Untuk menghentikan ini, Nadia tidak hanya berhadapan dengan ayah, kakak, maupun sosok ibu tiri, tetapi ia juga harus berhadapan dengan masa lalu yang sama sekali ia tidak ketahui.

Seperti yang dikatakan teman saya, buku ini sederhana. Walaupun terselip sejarah traktor dan pesawat terbang, penulis menjelaskannya dengan sederhana sehingga pembaca tidak merasa sedang membaca buku sejarah. Gaya menulisnya lucu namun sinis. Selain itu, yang saya sukai dari buku ini adalah penulis langsung menunjukkan klimaks pada awal cerita 'Dua tahun setelah ibuku meninggal, ayahku jatuh cinta pada seorang janda cerai Ukraina pirang yang memesona.... Dia meledak masuk ke dalam kehidupan kami bagai granat merah muda yang sembrono, mengaduk-aduk air keruh, memunculkan ke permukaan lumpur kenangan yang sudah mengelupas, membuat hantu-hantu keluarga kami bergiat kembali' yang terus dijaga hingga akhir cerita. Sejauh yang saya baca pada buku-buku lain, biasanya pada awal mula cerita, penulis menceritakan tentang budaya atau tempat yang menjadi latar belakang cerita. Tetapi buku ini menyajikan citra rasa yang berbeda.

Oh ya, buku ini merupakan finalis dari Booker Prize 2005 dan pemenang Saga Award For Wit 2005. Jadi, saya sarankan jika ingin membaca buku luar negeri yang langsung bagus, coba cek siapa yang memberi referensi dan award apa yang pernah diraih. Bagi saya, itu cukup membantu.

Namun yang kurang saya suka dari buku ini adalah banyaknya tanda kurung yang tidak perlu misalnya 'Masuklah Hoover biru khusus untuk orang beradab (Pappa kemudian bercerita bahwa Hoover itu sudah diadaptasi olehnya dan Dubov agar memakai kantong biasa), dan prssure cooker ibuku. (Beraninya dia!)'. Mungkin bagi penulis, fungsi tanda kurung adalah untuk mengemukakan perasaan tokoh utama. Tapi menurut saya tidak perlu karena novel ini menggunakan sudut pandang pertama, jadi jika tanda kurung dihilangkan menjadi tidak masalah.

Daaaan, setelah membaca buku ini (juga buku lainnya), saya memiliki saran untuk Anda semua yang ingin menulis novel bagus.
1. Gunakan suatu topik diluar topik utama untuk menjadi latar belakang. Misalnya topik ini mengenai cinta tetapi Marina Lewycka menambahkan topik sejarah traktor dan Eropa pada saat itu (bisa sebaliknya). Misalnya kehidupan lebah pada novel The Secret Life of Bees atau menambahkan unsur listrik pada novel Petir-nya Dewi Lestari. Apalagi jika Anda sudah hebat dengan membawa sejarah bangsa, kondisi bangsa saat ini, atau mengusung suatu budaya. Saya yakin, novel anda akan dikenang terus dan award deh. Tapi sayang, novel zaman sekarang terlalu konsentrasi menyerap budaya dari luar (westernisasi).
2. Riset untuk masuk pada topik secara mendalam. Saya pikir, Dee untuk menulis Petir, ia harus riset mengenai listrik dengan membaca dan bertanya pada orang-orang yang mengerti listrik. Saya pikir manusia tidak bisa tiba-tiba tahu atau tiba-tiba pintar dengan menggambarkan pengetahuan-pengetahuan dalam novelnya. Ia pasti melalui proses belajar, riset, atau membaca.
3. Jika ingin menulis suatu emosi (sedih, senang, susah, marah) jangan menggunakan bahasa yang kampungan. Misalnya usahakan ketika akan menggambar emosi senang, jangan menulis kata 'bahagia'. Deskripsikan dengan kata-kata yang mengalir dan lembut sehingga tanpa ditulis kata 'bahagia' pun, pembaca sudah tahu bahwa sang tokoh sedang berbahagia. Langsung menulis kata 'bahagia' atau 'marah' itu layaknya shortcut. Sebaiknya digunakan ketika menulis cerita pendek.

By the way, untuk info lebih lanjut mengenai bagaimana cara menggambarkan emosi pada novel, bisa berkunjung kesini lho ;)

Ok, sekian dari saya. Have a nice read!

Picture

Comments

Sex God said…
Seneng juga waktu tahu lu ngebaca apa yang gua rekomendasiin. Sepertinya lu menyukainya.

Btw, gw nemu buku lewycka yang lain di RL. Dan udah gw pesen, hahaha!
Begy said…
Beg juga udah baca bukunya. Lucu. Dan menurut Beg justru kalimat-kalimat yang dikasih tanda kurung itu lah yang bikin lucu, karena begitu spontan dan natural.

Omong-omong yang komentar di atas itu Andika ya? Kebetulan banget, kemaren kita sempet diskusiin buku ini (oh dan dia emang udah bawa-bawa novel kedua Lewycka, Two Caravans, kemana-mana di RL hehe).
yuki tobing said…
Wah, bagus pas saya nyari reviewnya, ahahaha. Judulnya unik soalnya, cuma gak ada bayangan kayak apa di dalamnya. Thanks nia. Lama gak ke sini ngmg2. :D
mynameisnia said…
@Sex God (OMG): Dan gue sms elo lebih lanjut kan untuk bertanya buku berikutnya ;) Anw, gue lagi baca The Known World. Ntar deh kalo udah keluar, gue baca yang direkomendasiin elo.

@Begy: Ya bolehlah ntar bareng2 diskusi lagi untuk review buku selanjutnya :D

@yuki: Hey, pa kabar, win? Hehehe, iya, lama enggak kesini.
hi, salam kenal..
makasi komen lo atas tulisan gw yg aneh itu ya.. muup baru buka blog lo sekarang...

buat gw si, tulisan yang bagus tuh tulisan yang menginspirasi dan memotivasi, dan tulisan lo cukup memotivasi gw untuk membaca novel yang katanya bahasanya sederhana itu (FYI, kemampuan bahasa inggris gw payah!)

dan kayaknya gw tau harus cari buku itu dimana..

^indah^
macangadungan said…
Kayaknya keren...
tp lagi penasaran sama antologi cerpennya dewi lestari yang baru nih...
mynameisnia said…
@dessert: you're welcome.

Kemampuan Inggris payah? Sama doms :D

@macan: Udah baca Dee, ntar baca ini yak :D
stey said…
sounds like a very good book to read..btw,bener y buku ini g berat2 amat?soalnya gw jg lagi males baca yg mikir2..hehe..oia..avatar lu keren..artinya apa sih jeng?
mynameisnia said…
Iya, ringan kok, stey.

Mandala, bu?

Gue copy paste aja yak. Hehe.

"The word "mandala" is from the classical Indian language of Sanskrit. Loosely translated to mean "circle," a mandala is far more than a simple shape. It represents wholeness, and can be seen as a model for the organizational structure of life itself--a cosmic diagram that reminds us of our relation to the infinite, the world that extends both beyond and within our bodies and minds.

Describing both material and non-material realities, the mandala appears in all aspects of life: the celestial circles we call earth, sun, and moon, as well as conceptual circles of friends, family, and community.

"The integrated view of the world represented by the mandala, while long embraced by some Eastern religions, has now begun to emerge in Western religious and secular cultures. Awareness of the mandala may have the potential of changing how we see ourselves, our planet, and perhaps even our own life purpose."

Popular posts from this blog

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya]
Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk.
Tok.. tok..
“Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina.
Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku.
“Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.”
“Ralat.. hampir tidur!”
“Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?”
“Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?”
Sabrina tertawa.
Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya sekarang.
“…

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…