Kata Mereka... Islam Itu...

Ada sebuah surat pembaca di koran Pikiran Rakyat tanggal 03 Desember 2008. Isinya sebagai berikut:

"Beapa malangnya nasib Wini Dwi Mandela, petugas medis di sebuah rumah sakit di Bekasi Barat. Dia dipecat dari rumah sakit karena memutuskan untuk mengenakan kerudung/jilbab. Nasib malang yang menimpa Wini ternyata juga dialami oleh muslimah di berbagai negara. Mereka pun mendapatkan perlakuan yang tidak adil hanya karena memakai kerudung/jilbab. Inilah potret muslimah yang selalu menjadi korban pertama dan utama setiap penetapan sekulerisme. Mereka juga sekaligus korban Islamophobia, baik dari kalangan umat Islam sendiri maupun di kalangan non muslim."

Benar atau tidak, saya jadi teringat pengalaman saya ketika ikutan proyek dosen. Waktu itu saya dan teman-teman saya serta satu orang adik kelas. Adik kelas saya itu pakai kerudung panjang dan selalu pakai rok. Setahu saya, Islam tidak memperbolehkan memakai baju yang membentuk tubuh, oleh karena itu mereka tidak memakai celana panjang.

Dosen saya menyarankan dengan baik-baik ke adik kelas saya untuk tidak memakai rok. Selain kegiatan ini outbond, dosen bilang kalau ada beberapa orang yang protes atau enggan berurusan dengan orang-orang yang berpenampilan seperti dia. Dosen saya juga pakai kerudung, tapi ia praktis mengenakan celana panjang.

Lain hal dengan adik kelas saya, kakak saya bercerita bahwa orang yang berkerudung cenderung susah kerja di perusahaan. Selain rejeki-pasti-gak-kemana, tapi masa iya?

Islamophobia? Apakah orang cemas akan sesuatu yang dilakukan oleh orang Islam atau apa?

Coba, teman-teman yang sudah bekerja, kira-kira ini betul atau tidak?

Comments

Fathan Al-Fath said…
kalo islamophobia itu terjadi pada kaum non muslim maka hal itu wajar saja krn walaubagaimanapun juga mereka tetap memiliki fanatisme yang tinggi terhadap agama mereka sendiri walhasil mereka menjadi "alergi" terhadap identitas agama Islam yang ditampakkan secara terang2an apalagi di ruang publik seperti di lingkungan rumah sakit. ya..intinya mereka tidak mau identitas keislaman lebih mewarnai tatanan masyarakat dunia di banding agama mereka. selain itu Islamophobia yang terjadi pada kaum non-muslim merupakan hasil kebencian yang terbentuk dari stigmatisasi negatif tentang citra agama Islam. Seperti stigma yng menyatakan agama Islam adalah agama kaum barbar yang penuh kebencian dan keterbelakangan, nah jadi sudah pasti dong mereka benci abis ama Islam.
Tetapi kalo islamophobia ini terjadi pada kaum muslim sendiri nah..berarti itu jelas!! dia sama sekali tidak mempunyai pemahaman yang baik tentang agamanya sendiri. Biasanya orang seperti ini lebih percaya kepada pemikiran Eropa or barat yang dianggapnya sebagai icon kemajuan peradaban. Mereka menganggap jika ada kaum muslim yang terlalu fanatik terhadap agamanya pasti kaum muslim itu akan mengalami keterbelakangan, jadi wajar saja kenapa mereka alergi terhadap identitas keislaman
vendy said…
efek domino dari tragedi WTC barangkali.

sama halnya ketika Bread Talk ato Starbucks yg kena imbas akibat diragukan sertifikasi halalnya.
macangadungan said…
Hmmm...justru aneh banget klo dilarang pake kerudung. gue udah baca sih tntg ini...

Itu udah melanggar hak asasi manusia kan klo sampe ngelarang seseorang menjalankan ibadah dan ajaran agamanya?

btw, ada sesuatu buat elo nih...
http://macangadungan.com/2008/12/03/pengalaman-pertama-oh-pengalaman-pertama/
http://macangadungan.com/2008/11/19/the-brilliant-award/

hehehehhe.....
stey said…
jujur wae..tepat setelah 9/11 saya sempet ngalamin islamphobia,dlm arti saya waktu itu kuliah di tempat yg 80% mahasiswanya adalah muslim..kebayang kn pagi hari setelah WTC gmn perasaan saya.Di dlm satu kelas saya cm ada 2 org non-muslim,saya dan satu temen cowok.Saya takut,karena saya g mau dicap sebagai anti-islam,karena saya non-muslim, dan saya bahkan g berani ngebahas peristiwa itu sm anak2 sekelas yg tiba2 dlm 1 minggu jd menjauhi saya..waktu itu saya cm teriak dlm hati bahwa saya g nuduh agama kalian tuh salah..saya g pernah ngerubah pandangan saya terhadap agama apapun, despite of some people do on behalf of their religion..saya g peduli..9/11 buat saya adalah jihad mereka..saya ngerti itu,dan saya menerima konsep jihad dgn terbuka,yg saya tnykan cm apa di jihad jg dihrskan untuk membunuh innocent-didn't-know-anything people..itu aja,islamphobia saya cm terjadi pas itu aja itu jg dr saya pribadi kok bkn dr sikap temen2 saya...saya inget banget waktu itu yg bikin saya g takut dgn kenasranian saya y temen2 saya (outside college-red) yg 95% muslim, mereka bener2 membuat saya memandang kejadian 9/11 sebagai salah satu cara untuk menjalankan agama saja, entah itu salah ato tidak (which i still think g perlu sampe membunuh orang gitu lah..).
stey said…
tapi,selain after 9/11, saya blas g pernah mengalami islamphobia..lha wong temen2 saya muslim semua,en mereka fine-fine aja tuh berteman dgn saya sampe segini lamanya. Klo dunia kerja sih emang iya agk ada diskriminasi yg g adil menurut saya,dl wkt saya kerja di int'l school,gurunya g boleh pake jilbab,entah apa sebabnya..
AnG9r4eN1 said…
"Coba, teman-teman yang sudah bekerja, kira-kira ini betul atau tidak?"

mmm...kayaknya aku blom masuk kategori ini nih...hehehehehe
mynameisnia said…
@Fathan: Sebenernya perkataan Islamophobia terjadi pada kaum non muslim itu harus sedikit berhati-hati. Masalahnya, kaum non muslim yang mana? Yang fanatik chauvinis, yang pernah punya pengalaman buruk (teroris - misalnya), yang gak ngerti tapi sekedar ikut2an atau gimana?

Apalagi yang dibilang saudari Stey, "Saya enggak mau dibilang anti Islam karena saya non muslim" karena terkesan mengenalisir. Pengalaman pribadi saya, justru mereka yang non lah yang lebih menghormati ketika saya menjalankan ibadah saya - puasa misalnya. Mereka lebih ngerasa gak enak dibanding yang muslim yang makan seenaknya.

Tapi mungkin itu benar, mungkin ada catatan sejarah?

Kalau kata saya sih, adanya prasangka dan ketakutan Islamisasi mungkin. Orang yang deket2 dengan jibaber, dianggap akan melakukan Islamisasi kepada orang lain. Misalnya seorang Ibu yang tidak ingin menyekolahkan anaknya di sekolah yang gurunya mayoritas berjilbab (walaupun bukan sekolah Islam) karena ada ketakutan Islamisasi.


Mungkin.
mynameisnia said…
@macan: Betul, hak asasi itu!

@Tiwi: ah, tidak menyelesaikan masalah :D :D Komentarlah dimari, biasanya lancar :D
Kangmastyo said…
Akan tiba suatu masa di mana Islam dianggap hal yang asing. Saat ini orang berpenampilan Islami dianggap asing. Orang jujur asing, orang sabar asing. Sekarangkah saat yang dimaksud?
mynameisnia said…
Oh ya? Kiamat gitu?

Terima kasih kang, sudah berkunjung kemari.
Erick S. said…
Kalo menurut saya peri badi, semua orang punya pandangan masing2 thd orang lain, agama ras dan apapunlah, ada semacam asosiasi standar yg otomatis udah nempel. Eh tapi asosiasi itu sendiri bisa baik bisa buruk, berbeda setiap orang.
Dari sini, saya pikir, tugas setiap orang ya mencari tahu apakah asosiasi itu bener ato engga. Kalo melakukan tindakan berdasarkan praduga kaya pelarangan pake jilbab, berarti pihak yg memberlakukan ga mau pusing untuk mencari tahu.

Untuk urusan pelabelan islamophobia, bisa jadi ini kerjaan media massa yang memblow up satu kasus menjadi heboh. Bisa juga tidak, tapi saya udah kadung enek sama media. Jadi saya mediaphobia nih.
AnG9r4eN1 said…
hahahaha...

jujur, kalo masalah keyakinan mah, saya gak bisa terlalu banyak berkomentar.
secara, gak terlalu solehah...hehehehe

yang pasti, soal dosen itu, ya....aku kan ikut mengalami, hehehehe

cuma, memang beberapa orang-orang di sekitar kita kan "belum terbiasa" sama "gaya" nya adik kelas itu...

mungkin karena stigma negatif lebih susah ilang kali ya, dan masyarakat cenderung menstreotipkan

maybe,
mynameisnia said…
@Erick dan Tiwi: Saya simpulkan ini karena pandangan suatu kelompok terhadap kelompok tertentu. Memang mengubah asosiasi/stereotip itu enggak gampang. Yah.. setidaknya berusaha. Hahaha.

Kamsia.. kamsia.. atas tanggapannya.
JiMmY luVhaRa said…
duh berat neh postingannya ..

kalau jimmy bilang cuma 1 hal, pemikiran.
mynameisnia said…
Betul! Berarti pemikiran yang harus diganti!
yohangituloh said…
kalo pemecatan suster itu mah keterlaluan.

tapi kalo si dosen itu mah demi efisiensi, kan outbond, daripada susah jalannya? ya kan?

tapi demi iman, apa sih yang nggak?
kalo pemikiran, ya.. ga ada yang bisa diperjuangkan.

tapi emang sih pobia dengan kerudung dan jidat-item itu semarak terjadi. di kampus gw aja nyaris ricuh waktu pemilihan ketua BEM gara2nya banyak yg takut sama isu agenda Partai-Kemana-suka.

gw bukannya pobia, sih. tapi berhubung gw pelupa, jadi susah nginget muka orang2 yg berkerudung. heheh
mynameisnia said…
Ah, merubah pikiran itu bisa kok, bukan berarti enggak bisa diperjuangkan.

Tapi enggak gampang.
yang aku bingung itu, kenapa hal ini malah terjadi di indonesia yang mayoritas warganya muslim?

aneh" aja.
mynameisnia said…
Karena yang muslim ktp itu lebih banyak :D

Popular Posts