Skip to main content

Koran Hari Ini Begitu Paradoks

Hari ini (21/12) saya baca koran Pikiran Rakyat. Ada dua berita yang lucu dan begitu kontradiktif. Pertama-tama saya dikejutkan oleh berita ini:

Penderita Gangguan Jiwa Terus Meningkat

Penelitian terakhir menunjukkan, 37% warga Jawa Barat mengalami gangguan jiwa, mulai dari tingkat rendah sampai tinggi. Bahkan, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Departemen Kesehatan 2007 menyebutkan, prevalensi warga Jabar mengalami gangguan mental emosional tertinggi se-Indonesia dengan kisaran 20%. Artinya, satu dari lima orang dewasa mengalami gangguan jiwa.


Sepertinya saya termasuk sekian persen dari yang terganggu jiwanya di Jawa Barat. Ternyata gila disini bukan gila ngalor ngidul kesana kemari, bukan gila yang pakai baju lusuh atau jalan dengan celana bolong di daerah bokong. Tetapi depresi, stres, gelisah, mudah marah juga termasuk gangguan mental. Wah, itu mah sudah sifat saya!

Saya membuka halaman berikutnya. Berita ini membuat saya kaget dan begitu kontradiktif. Begini beritanya:

Kota Bandung Raih Penghargaan Kesehatan

Kota Bandung meraih penghargaan Manggala Karya Bakti Husada Kartika 2008, sebagai salah satu daerah yang berjasa dalam pembangunan bidang kesehatan. Penghargaan itu diberikan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional 2008 yang bertema "Rakyat Sehat Kualitas Bangsa Meningkat". Selain Kota Bandung, daerah lain yang menerima penghargaan serupa adalah Prov. DI Yogyakarta, Prov. Bali, Kota Metro, dan Kab. Sleman.


Ya, bagaimana sih? Orang-orang Bandungnya sendiri gila, gimana caranya membangun kesehatan? Di satu sisi banyak orang gila, di sisi lain dapat penghargaan kesehatan. Gila kuadrat.

Comments

Erick S. said…
Orang gila mana sih yang mau dibilang gila?
Begy said…
Dan provinsi lain ngga ada yg melebihi angka 20%. Jadi Jabar memiliki prevalensi gangguan jiwa PALING TINGGI se-Indonesia. Gila!
mynameisnia said…
Jangan2, kita ini...
jek said…
yah, kalian yang di jabar berarti termasuk beruntung, gw di bali malah lebih banyak anjing gila daripada orang gila.

dan anjing gila lebih mematikan daripada orang gila.



mungkin...
mynameisnia said…
Hahahaha, mungkin lo bisa taun baruan dengan mengadakan acara pengobatan anjing gila.

Anjing kintamani ya?

Ya setidaknya kami2 ini jika menggigit tidak akan membuat lo berbusa.
ah gak jadi deh kuliah di bandung-haha-yah jaman emang udah gila, wajar aja makin banyak orang tertekan fisik dan mentalnya sehingga terganggu.

jadi kangen jaman batu.
macangadungan said…
wahahhahah...
kontras bener bener kontras itu.

gimana ceritanya ada kota yg dapet penghargaan soal kesehatan, tapi letaknya di provinsi yg paling banyak orang gilanya?
mynameisnia said…
@yohan: jadi kangen pas makan batu ya?

@macan: Disini, apapun bisa, can! Wkwkwkwkw.
JiMmY luVhaRa said…
gini..gini

kalau tiba2 di koran bertuliskan begini ..

"dasyat .. dalam kurun 2 tahun pada tahun 2010 akan ada 40 juta aau 25% rakyat indonesia yang menjadi montok, kemontokan itu di karenakan adanya penyakit kemontokan ria .. bla..bla.. endeboy..endeboy....""


hihihihihii....
mynameisnia said…
Sama absurdnya kalau tiba2 ada berita:

"Dinyatakan Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai warga terkurus di dunia!"
wew, kok bisa sampe setema gitu yah sama tulisan gw??
tulisan gw adalah faktanya
mynameisnia said…
Ini juga fakta lho jeng, ada di koran gitu. Wwkwwkwkw.

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Blessed but Stressed

Tanpa terasa kandungan mulai masuk trimester ketiga. Minggu depan memasuki bulan ke delapan, tepatnya. Iya, tanpa terasa. Waktu trimester pertama itu rasanya minggu berganti lamaa banget. Bawaannya pengin cepet besar karena enggak sabar menimang adik bayi. Tapi ternyata benar apa dibilang orang-orang bahwa semakin tua kandungan maka waktu akan terasa semakin cepat. Kandungan yang berkembang cepat pun linear dengan stres yang datang karena berbagai tekanan seperti biaya melahirkan, masalah administrasi untuk kemungkinan memakai BPJS, persiapan peralatan bayi, hingga perasaan tidak mampu mengurus anak dalam waktu lama.

Aih, curhat banget, sis?

Survey ke berbagai rumah sakit yang dekat rumah menunjukkan bahwa biaya melahirkan itu mahal sekali. Apalagi kalau, amit-amit jabang bayi, harus sectio caesarea (SC). Contohnya, Rumah Sakit Limijati yang paling dekat rumah bisa mencapai angka 17-20,5 juta untuk lahiran normal di kelas 1, sedangkan SC-nya 30-35 juta. Wah, walau saya punya asuransi…