Skip to main content

The Extreme Euphoria

Jujur, ini berita paling aneh yang saya dapat dari koran Kompas, ketimbang surat pembaca yang berisi keluhan rambut yang tidak lurus-lurus.

Syukuran atau selametan atas dilantiknya Barack Hussein Obama menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) yang digelar di SDN Menteng 01, Jakarta Pusat, Rabu (21/1), dihadiri Duta Besar AS Cameron Hume dan Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni.

Acara ini juga menjadi ajang reuni alumni SD tersebut, khususnya teman sekelas Barack (Barry) Obama. Seperti diketahui, pada paruh pertama tahun 1970-an, Obama tinggal dan bersekolah di Jakarta, persisnya di SDN Menteng 01 di Jalan Besuki, Menteng. Pada tahun 1973, Obama meninggalkan Jakarta untuk tinggal bersama neneknya di Hawaii.

Sajian pada syukuran tersebut berupa jajanan murid SD di tahun 1970-an seperti aneka jajan pasar dan gulali. Sedangkan hiburan yang ditampilkan adalah gambang kromong yang dibawakan dengan apik oleh para murid SDN Menteng 01. Puncak acara syukuran ini adalah pemotongan tumpeng.

Ketua panitia syukuran yang juga teman sekelas Obama, Ati Kisjanto, mengatakan bahwa teman-teman seangkatannya berpartisipasi. "Ada yang nyumbang buah, minuman ringan, es krim, dan yang lainnya. Pokoknya nuansa gotong royong dan kebersamaan tetap terasa. Suasana seperti ini jugalah yang dirasakan Obama saat belajar di sini," katanya.

Wakil Kepala SDN Menteng 01 Akhmad Solikhin mengatakan bahwa syukuran tersebut menelan dana Rp 100 juta. "Dana itu bukan dari siswa, tetapi dikumpulkan dari para alumni, khususnya yang seangkatan dengan Obama," katanya. Dunia Muslim Bagian dari pidato pertama Obama sebagai presiden yang mendapat perhatian dunia adalah janjinya memperbaiki hubungan AS dengan dunia Islam.


Merayakan teman sendiri jadi presiden itu bukan hal yang diharamkan atau dianggap dosa. Tapi berdasarkan akal sehat (saya), itu patut dipertanyakan. Apakah Obama masih kenal sama teman-temannya? Apakah Obama akan peduli dengan Indonesia sementara dia sendiri bingung dengan negaranya. Apakah Obama tahu gambang kromong itu apa? Apakah ini pertanda bahwa orang Indonesia adalah tipe yang mengaku-ngaku orang terkenal, namun ketika orang itu tumbang, mereka pura-pura lupa? Lalu mengapa presiden sendiri tidak disambut besar-besaran? Apakah ini euforia? Apakah semua pertanyaan ini tepat mengingat akal saya tidak sehat? Lama-lama saya bisa bikin tag 'logical errors' deh.

Ngomong-ngomong, saya suka adegan dansa-dansi Obama dengan Michelle.

Comments

vendy said…
norak

:))
zhadvance said…
Gw jadi inget dulu gw pernah baca di jakarta post tentang cerita wartawan indonesia yang lagi ditugaskan ke amerika.

Ceritanya, dia mau pergi ke tempat yang dituju, jadi dia panggil taksi. Di dalam taksi, dia ngajak ngobrol si sopir, dan dari obrolan itu si wartawan dikasih tau kalo si sopir taksi pernah sekelas dan kenal dekat dengan bill gates.

Tentu saja naluri wartawannya langsung bekerja dan dia ngeluarin notes-nya buat nulis2 obrolan mereka.

Besoknya, dia harus pergi ke tempat lain, jadi dia manggil taksi lagi. Kali ini sopirnya beda, tapi lagi-lagi si sopir ngomong kalo dia pernah kenal dengan bill gates, si sopir bercerita seolah-olah bill adalah teman lamanya ("Waaah.... dulu si bill males banget, dia di kelas bengong melulu bla bla bla").

Karena bingung (kenapa bisa dalam 2 hari dia ketemu 2 temen bill gates dan 2-2nya sopir taksi?), dia nanya ke teman wartawannya yang dari amerika, dan dia dikasih tau kalo di sekitar situ memang banyak orang yang ngaku2 pernah kenal dan dekat sama bill gates. Langsung deh notes obrolan kemaren dirobek dan dibuang ke tempat sampah :)

Jadi, dimana-mana selalu saja ada orang norak yang merasa dekat dengan orang terkenal. Tapi kalau kasus obama ini lebih ekstrim ya, sampe ngabisin duit segitu banyak.

Duh commentnya kepanjangan.
The title speaks for itself.
There.

Jangankan perayaan yang sifatnya selebrasi.

Cuma gara-gara pidato yang ndak menyebutkan kasus Palestina aja, beberapa saudara-saudari kita di Indonesia aja langsung bakar boneka (ga tega gw nyebutnya replika) obama. What a sign of "orang kaya banyak bensin".

Ada lagi yang ngumpulin masa. Dan, oh, mulianya, there's this sign with "Anti-Amerika" posted there.

How sweet the sound~
macangadungan said…
ya gitu...klo ada org yg pernah dia kenal dan jadi org terkenal, pasti orang2 di sekitarnya langsung sesumbar kalo mereka deket banget atau sahabat akrab...
numpang exist, gitu istilah elitnya mah :P
mynameisnia said…
@vendy: emang :D

@zhadvance: Ah, ada2 aja!

@Le Ciel: Ahahahaha, sumpah kocak bacanya. Bakar boneka obama karena gak nyebut2 Palestina? wtf.

@macan: dan sepertinya eksistensi itu tidak berubah secara signifikan (baca: jadi terkenal aja kagak).
bung tobing said…
macem2 aja, hahah. 100 juta gilaaa. setuju gw, penyakit orang indonesia banget itu, ngaku2 deket ama orang terkenal. di garis besar politik luar negerinya pun nama indonesia gak disebut sbagai partner penting pun, yahahaha, cuma dikatikan dengan flu burung,
bung tobing said…
eh eh, lupa, udah dilinkback, sori telat, hehe. trus yang gw bilang buku anak bosnia, waktu itu gak beli, gk ada duit, haha, jadi lupa namanya. :D kayaknya baru kok, baru bulan ini liat soalnya, biasanya gak ada.
AHEAD said…
itulah yang menandakan orang indo suka ke ge er an (sebagian besar).
achmad.web.id said…
Ya, seperti itulah kenyataan yang terjadi pada bangsa kita, and yeah.., no comment. Aku cuma numpang lewat doang
mynameisnia said…
@Sherwin: Bukan homofobic sebenarnya, tapi itu adalah bentuk kekagetan gue karena disuguhkan adegan make out oleh ybs. Hehe.

@achmad: No comment, tapi saudara sudah comment lho. Hehe.
dendi said…
katanya Obama waktu teleponan sama SBY, dia kangen pengen makan sate sama rambutan.
tapi dia ga nyebutin sedikitpun kangen sama temen2 sd-nya.
ato istilah lainnya "NGAREP".
mynameisnia said…
Btw, Obama kan bilang bahwa mayoritas temen2 SDnya dulu itu anak petani, pedagang, dan lainnya.

Wkwkwkw, sekarang bisa ngumpulin 100 juta tuh.

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Blessed but Stressed

Tanpa terasa kandungan mulai masuk trimester ketiga. Minggu depan memasuki bulan ke delapan, tepatnya. Iya, tanpa terasa. Waktu trimester pertama itu rasanya minggu berganti lamaa banget. Bawaannya pengin cepet besar karena enggak sabar menimang adik bayi. Tapi ternyata benar apa dibilang orang-orang bahwa semakin tua kandungan maka waktu akan terasa semakin cepat. Kandungan yang berkembang cepat pun linear dengan stres yang datang karena berbagai tekanan seperti biaya melahirkan, masalah administrasi untuk kemungkinan memakai BPJS, persiapan peralatan bayi, hingga perasaan tidak mampu mengurus anak dalam waktu lama.

Aih, curhat banget, sis?

Survey ke berbagai rumah sakit yang dekat rumah menunjukkan bahwa biaya melahirkan itu mahal sekali. Apalagi kalau, amit-amit jabang bayi, harus sectio caesarea (SC). Contohnya, Rumah Sakit Limijati yang paling dekat rumah bisa mencapai angka 17-20,5 juta untuk lahiran normal di kelas 1, sedangkan SC-nya 30-35 juta. Wah, walau saya punya asuransi…