Skip to main content

Revolusi Besar Di Dunia Yang Kecil Dan Sederhana

Saya mendapatkan sebuah pinjaman buku dari teman yang saya impulsif namun saya sayangi, Andika, disaat yang sangat tepat. Ia datang ke rumah dengan sebuah buku berwarna hijau dengan design cover yang sederhana. Buku itu berjudul Revolusi Iran: Dongeng Seorang Anak karya Marjane Satrapi.

Ini adalah buku komik sederhana yang bercerita tentang revolusi Islam di Iran dari sudut pandang seorang anak kecil. Bahasa yang digunakan sangat ringan, menggelitik, namun tetap tidak menghilangkan nilai historisnya. Satrapi, seorang anak yang menyaksikan munculnya ekstrimis-ekstrimis di Iran yang ditandai dengan jilbab panjang pada perempuan dan jenggot kelewat tebal pada laki-laki. Disini diceritakan keluarga Satrapi yang modern namun religius sebagai golongan yang menolak revolusi Islam.

Membaca buku ini sangat pas dengan pertentangan Israel dengan Hamas di Jalur Gaza yang sedang hangat-hangatnya. Bagi saya, Satrapi seolah-olah menggambarkan keadaan anak-anak di Palestina sekarang yang tumbuh dan berkembang di daerah konflik. Selain kehilangan kesempatan bermain, anak-anak akan mudah belajar tentang keadaan politik atau revolusi sekalipun mereka tidak tahu maknanya karena hasil membeo dari orang tua. Sulit membayangkan mereka yang seharusnya bersekolah malah harus bernaung di bawah rasa takut, dendam, dan ancaman.

Mungkin banyak orang di Palestina yang tidak seberuntung Satrapi dimana Satrapi memiliki orang tua yang berprofesi sebagai aktivis sehingga dapat membaca keadaan politik pada saat itu. Namun bagaimana dengan orang tua sipil yang tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya karena boro-boro mikirin masalah politik jika makan saja susah?

Saya sangat menyukai buku ini karena sangat inspiratif dan intuitif tanpa bahasa-bahasa yang melankolis, berlebihan, atau kelewat serius. Walaupun berupa komik, buku ini pantas dibaca oleh semua umur.

Foto dan resensi lainnya klik disini
Cara menulis resensi ada di website Reading Lights Writer's Circle edisi minggu depan.

Comments

vendy said…
buku dengan topik "lingkaran setan gaza"?

hmmm...
AHEAD said…
patut dipertimbangkan untuk bacaan waktu liburan sebentar lagi... siippp...!
Begy said…
beg ngerekomendasiin The Boy in the Striped Pyjamas. yg ini sih novel, tapi sama-sama ditulis dari perspektif anak kecil juga. settingnya pas perang dunia kedua.
bung tobing said…
kayaknya buku2 gini gi banyak yah nia. kmren juga liat buku yang ditulis anak kecil bosnia pas perang di sana di gramed
mynameisnia said…
Oh ya? Judulnya apa, Win? Mungkin salah satu buku lainnya adalah The Diary of Anna Frank.

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Blessed but Stressed

Tanpa terasa kandungan mulai masuk trimester ketiga. Minggu depan memasuki bulan ke delapan, tepatnya. Iya, tanpa terasa. Waktu trimester pertama itu rasanya minggu berganti lamaa banget. Bawaannya pengin cepet besar karena enggak sabar menimang adik bayi. Tapi ternyata benar apa dibilang orang-orang bahwa semakin tua kandungan maka waktu akan terasa semakin cepat. Kandungan yang berkembang cepat pun linear dengan stres yang datang karena berbagai tekanan seperti biaya melahirkan, masalah administrasi untuk kemungkinan memakai BPJS, persiapan peralatan bayi, hingga perasaan tidak mampu mengurus anak dalam waktu lama.

Aih, curhat banget, sis?

Survey ke berbagai rumah sakit yang dekat rumah menunjukkan bahwa biaya melahirkan itu mahal sekali. Apalagi kalau, amit-amit jabang bayi, harus sectio caesarea (SC). Contohnya, Rumah Sakit Limijati yang paling dekat rumah bisa mencapai angka 17-20,5 juta untuk lahiran normal di kelas 1, sedangkan SC-nya 30-35 juta. Wah, walau saya punya asuransi…