Skip to main content

Dibalik Ludah Dan Darah


Entahlah sepertinya saya pamer sekali, tapi luka tersebut adalah buah karya dari pekerjaan saya. Konteks hari pertama disemprot ludah dan hari kelima berdarah-darah itu secara harafiah benar adanya. Bukan oleh bos masokis dan sadistis, tapi oleh seorang anak kecil yang memiliki gangguan perilaku.
 
Saya sekarang bekerja sebagai guru anak berkebutuhan khusus di salah satu sekolah swasta yang bagus. Saya pikir jadi guru itu mudah: pulang sesuai jam pulang, libur ketika anak-anak libur, transfer ilmu, menerapkan ilmu reward and punishment. Namun pada beberapa anak, reward and punishment itu tidak berlaku. Kadang-kadang harus menggunakan teknik persuasif dan imajinasi yang tinggi apabila mau masuk ke hatinya. Apalagi kalau ia sedang memberontak, guru harus berhati-hati dengan titik-titik di fisik dan mentalnya yang bisa menimbulkan traumatis akibat apa yang ia dapatkan di rumah.

Diindikasikan anak yang mencakar saya memiliki gangguan sosio-emosional. Tidakkah itu ironis? Anak kelas satu harus menanggung beban sebesar itu! Beruntung anak ini bisa masuk ke sekolah bagus yang menyediakan guru individu. Ketidakberuntungan ini hinggap di nasib saudara saya karena waktu itu gangguan belajar belum tren seperti sekarang. Sampai kini, di usia SMA, ia masih kesulitan.

Saya mungkin belum cinta seluruhnya dengan pekerjaan ini. Terutama hubungan saya dengan senior dan keinginan saya untuk tidak mengecewakan tugas yang telah diberikan. Tapi semua itu butuh waktu, saya harus beradaptasi dan mereka pun harus beradaptasi.

Beberapa hari saya bekerja, saya menyadari buruknya sistem pendidikan di Indonesia. Bukan karena saya bekerja di sekolah yang sistemnya buruk, namun pemahaman ini saya dapatkan ketika rapat mingguan dan ditayangkan sebuah film cara mengajar di luar negeri. Mungkin bukan buruk, namun sistem disini sifatnya abstrak. Daripada mengajar anak untuk menganalisis dan mempraktekkan sesuatu, Indonesia lebih memilih mengajarkan hal-hal yang abstrak: pemakaian seragam, sapa dan salam, harus mengacungkan tangan kanan ketika bertanya, ketimbang membebaskan anak untuk berpendapat bahkan berdebat. Jika anak terlalu banyak berpendapat, disangka ribut. Jika sudah ribut, guru merasa ada kewajiban untuk menertibkan. Bahkan ketika anak sudah dewasa dan suatu saat membuka lowongan kerjaan pun, terkadang mereka mencantumkan hal-hal yang abstrak sebagai syarat: bertakwa kepada Tuhan YME, bangsa negara yang baik, mental yang sehat, dan lainnya.

Ah, jadi melantur begini. Saya merasa penting menyampaikan ini karena sepertinya pembaca sudah terlanjur mendapatkan gambaran ketika saya kuliah dan saya pengangguran. Hehe. Oh ya, saya sedang merasa gemas dengan kasus Ponari!

Comments

vendy said…
buruk / abstrak / ga mau repot?

btw, perasaan koq kl foto loe lagi berdarah pasti dikeluarken? gw agak curiga loe sodara jauh vampir =))
andika said…
Ibu Guru Nia, kenapa pendidikan di Indonesia disebut abstrak? Bukannya seragam, angkat tangan, dll itu sifatnya konkret?
macangadungan said…
gue jg pernah jadi guru privat, lebih menyenangkan menjadi guru privat daripada guru dengan banyak murid
pernah mencoba dengan 2 murid sekaligus
sangat memusingkan niaaaa...

soal sistem pendidikan yg berantakan?ah..tidak perlu menjadi guru untuk mnyadari itu.

congrats ya udah kerja, jadi ibu guru pula!
btw, diary of nia-nya dihapus tah?
mynameisnia said…
@vendy: ya.. antara saudara jauh vampir dengan diagnosis sadomasokis. He..

@Dika: Abstrak Bukan secara harafiah. Maksudnya abstrak disini sebagai anolagi hal yang tidak bertujuan dan tidak penting.

@macan: Iya, dihapus.

Popular posts from this blog

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya]
Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk.
Tok.. tok..
“Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina.
Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku.
“Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.”
“Ralat.. hampir tidur!”
“Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?”
“Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?”
Sabrina tertawa.
Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya sekarang.
“…

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…