Skip to main content

Vital

Sebetulnya saya sedikit cemas menuliskan ini karena facebook saya menggunakan aplikasi mirror blog yang otomatis membuat semua postingan di blog ini akan tercermin ke facebook saya. Saya harus membuat prolog yang panjang disini karena biasanya fasilitas mirror blog akan menampilkan sedikit kalimat utama yang akan ada di layar orang lain.

Mengapa saya cemas? Yang membuat saya cemas adalah facebook saya kini di-add oleh teman-teman guru dan murid. Dan yang membuat saya cemas lagi adalah saya akan menulis tentang masalah vital: masalah seksual.

Aplikasi mirror blog sudah dihapus. Semoga murid saya tidak baca.

Banyak manusia yang dipenjara gara-gara urusan "bawahan": memperkosa, mencabuli, melecehkan, menghamili anak sendiri, menikah dengan anak kecil, incest, pedofilia, kedapatan memperbanyak video dewasa di internet, dan lainnya. Saya takjub karena sebesar apa sih dorongan seksual seseorang sehingga bisa membawa diri mereka sendiri menderita pada akhirnya?

Dua berita yang saya baca beberapa hari yang lalu:

1. Kepala sekolah melecehkan muridnya dengan menyuruh si murid melepas semua bajunya hanya karena si murid terlambat. Seharusnya si kepala sekolah bisa berpikir bahwa andai saja ia menahan nafsunya, ia tidak akan dipecat dari jabatannya, mencoreng namanya sendiri, dan masuk televisi dengan muka disamarkan.

2. Selanjutnya berita yang merefleksikan betapa tidak manusiawinya manusia gara-gara urusan bawahan yang saya dapat dari sini

ST. POELTEN, Austria (CNN) -- A verdict in the case of Josef Fritzl, the Austrian man accused of keeping his daughter in a cellar for decades and fathering her seven children, could come as early as Thursday, a court official told reporters Monday. As his trial began behind closed doors Monday Fritzl pleaded guilty to incest and other charges, but denied charges of murder and enslavement -- the most serious charges against him. Fritzl arrived at the courthouse in St. Poelten covering his face with a blue binder to shield himself from reporters, television cameras and photographers and escorted by a phalanx of police officers.

Fritzl was charged in November with incest and the repeated rape of his daughter, Elisabeth, over a 24-year period.

But he was also charged with the murder of one of the children he fathered with her, an infant who died soon after birth. State Prosecutor Gerhard Sedlacek said Michael Fritzl died from lack of medical care.

In all, Fritzl is charged with: murder, involvement in slave trade (slavery), rape, incest, assault and deprivation of liberty, Sedlacek's office said. He could face a maximum sentence of life in prison if convicted of murder. Mayer said Sunday that Fritzl expected to spend the rest of his life in prison.

"This man obviously led a double life for 24 years. He had a wife and had seven kids with her. And then he had another family with his daughter, fathered another seven children with her," said Franz Polzer, a police officer in Amstetten, the town where Fritzl lived, at the time of his arrest.

The case first came to light in April 2008 when Elisabeth's daughter, Kerstin, became seriously ill with convulsions.

Elisabeth persuaded her father to allow Kerstin, then 19, to be taken to a hospital for treatment.

Hospital staff became suspicious of the case and alerted police, who discovered the family members in the cellar.

Fritzl confessed to police that he raped his daughter, kept her and their children in captivity and burned the body of the dead infant in an oven in the house. Elisabeth told police the infant was one of twins who died a few days after birth.

When Elisabeth gained her freedom, she told police her father began sexually abusing her at age 11. On August 8, 1984, she told police, her father enticed her into the basement, where he drugged her, put her in handcuffs and locked her in a room.

Fritzl explained Elisabeth's disappearance in 1984 by saying the girl, who was then 18, had run away from home. He backed up the story with letters he forced Elisabeth to write.

Hehe, gila ya?

Bagaimana bisa seorang bapak memiliki nafsu kepada darah dagingnya sendiri? Ya tentu bisa, sudah banyak kok kejadian seperti ini. Namun saya benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Elisabeth diperkosa ratusan kali selama 24 tahun sampai melahirkan anak dalam keadaan disekap. Pasti ia tidak tahu rasanya bersenang-senang dengan orang lain seusianya, merasakan enaknya udara pagi, atau membentuk keluarga sendiri. Pasti dunianya luluh lantak!

Betul kata psikolog Sigmund Freud bahwa manusia hanya urusan seks dan agresi. Yang membedakan manusia dengan binatang adalah kemampuan menyerap nilai-nilai yang diajarkan orang tua dan lingkungan. Namun jika sudah seperti ini, apa bedanya manusia dengan binatang?

Comments

Erick S. said…
Hmm, manusia seperti binatang? Kadang lebih kejam lagi kok. Kan manusia punya pilihan, mau jadi jahat sejahat-jahatnya bisa, jadi baik sebaik-baiknya juga bisa. Dua pilihan itu ada halangan dan konsekuensi masing-masing.
Biasanya kita suka ga nyadar udah milih salah satu.
mynameisnia said…
Jadi lebih kejam dari binatang, Rick? Waduh waduh...
Anonymous said…
Iyah, aku juga ngikutin beritanya, tapi bun, aku jadi kepikiran yang lain.. keadaan anak2nya gimana ya? ga pernah kena sinar matahari, dunia yang mereka kenal cuma sebatas ruang bawah tanah...

Manusia memang bisa lebih kejam dari binatang. binatang cuma nyari makan pas mereka lapar, dan menyerang ketika merasa terancam, manusia? mereka berburu untuk bersenang2..
padahal kita udah dikasih yang namanya akal dan budi..

-ceu2-
mynameisnia said…
Iyaaaa ceu. Betuuul. Manusia buat senang2!
bung tobing said…
ah mr. fritzl, kasusnya udah dari setahun lalu sampai sekarang masih menuai kontroversi. masih keinget banget pas gw kebetulan lagi di vienna pas kejadian itu terungkap.

dan ya, kalo udah soal seks manusia bisa jadi binatang, ahahahaha. (kok gw ngomong kayak yang paling berpengalaman yah?)

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…