Skip to main content

Aku, Tulisanku, dan Bella Donna

Alih-alih menulis tentang mistisisme di Indonesia, saya malah menulis tentang kehidupan saya. Jika selama ini posting tentang kehidupan saya dikategorikan sebagai 'curhat colongan', kini akan saya kategorikan (dengan meminjam dari writer's circle) sebagai 'personal writing'.

Sebelumnya perkenalkan dulu. Nama saya Nia, saya adalah penulis yang pernah ditolak oleh penerbit dan sampai sekarang belum menerbitkan apapun. Saudara laki-laki saya, Ruli, menyarankan jika saya menerbitkan buku secara independen. Sebenarnya ini adalah alibi untuk menutupi motif bahwa ia ingin design-nya dipromosikan secara gratis. Tapi, tetap saja, saya patut mengapresiasi dukungannya.

Beberapa tahun lalu, Ruli pernah meminjam karya saya untuk tugas kuliahnya. Ia disuruh membuat design cover buku. Sebenarnya sang dosen tidak menyuruh mahasiswa membuat cerita atau membaca sebuah karya, tapi Ruli inisiatif ingin design yang mendalam dengan membaca sebuah karya. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, Ruli meminjam karya saya. Sekali lagi, mari kita apresiasi saudara saya.

Saya pinjamkan karya saya yang berjudul Bella Donna. Tulisan ini bercerita tentang seorang pelacur yang memiliki anak. Cerita selanjutnya saya lupa (keterlaluan). Apresiasi yang saya dapatkan dari orang terdekat cukup baik. Bella Donna seperti anak yang sudah lama saya lupakan namun belakangan ini sering muncul namanya dipikiran saya. Dimulai dari teman saya yang mengingatkan tentang Bella Donna, acara televisi yang memberi informasi bahwa Bella Donna adalah sejenis tumbuhan yang beracun (atropa belladonna), hingga kini, saudara saya yang tiba-tiba teringat akan design cover yang ia buat beberapa tahun yang lalu.

Dikembalikanlah Bella Donna kepada saya dalam wujud yang berbeda.


Saya seperti menemukan sesuatu yang hilang. Walaupun sebenarnya ia selalu ada. Dalam pikiran. Dalam kesan yang pernah ditimbulkan oleh orang yang membacanya.

Comments

Sundea said…
Covernya menarik, Ni ... simple tapi eye catching. Bikin gue jadi pengen tau naskahnya.

Mustinya bisa dijual, lho ...
Rulli Maulana said…
wow...spertinya terlalu berlebihan deh menggambarkan aku hehehe..sbenernya usul buat nerbitin buku scra independen itu jalan lain supaya karya bs dinikmati secara masal..jadi sayang skali klo org berkarya trus karyanya cuma untuk disimpan dan trus dilupakan (cth : sodara saya yg satu ini melupakan karyanya Bella Donna.pdhl mnurut ak karya itu cukup bagus)..pasti seniman ataupun penulis ingin karyanya dipamerkan dan dilihat smua orang jadi klo org lain g mau nerbitin karyamu knapa g terbitin sendiri aja...bukan masalah materi atau mencari keuntungan, tapi lebih kepada mencari kepuasan klo karya kita bisa dinikmari orang lai.

Satu lagi...klo nulis nama yg bner donk..pake double LL low hehehe
Satu lagi deh...sapa tau ada yg mo dibikinin cover jg (hehehe promosi)
mynameisnia said…
@sundea: Naskah enggak akan dibeberin disini, biar menambah nilai jual. Hahaha. Mungkin harus ngubek2 file di komputer gue, soalnya gue lupa :(

Jual? Nanti gue pikirin deh.

@uli:

Satu lagi...klo nulis nama yg bner donk..pake double LL low hehehe
Satu lagi deh...sapa tau ada yg mo dibikinin cover jg (hehehe promosi)

v
v
v

Apa ini?? Pake koreksi nama segala. Hehe. Tidak boleh promosi di blog orang itu! Hahaha.
ezra said…
bella donna? hmm.. terdengar sperti "nama udara" (nama samaran penyiar radio). hehe..
mana? mana? lemme see it..
btw, boleh juga tuh usulnya. diterbitin independen kan kesannya jadi eksklusif gitu. hanya untuk kalangan terbatas
mynameisnia said…
@ezra: Wah, ntar aja yak bacanya kalo udah jadi buku (pede). Sebenernya, pas dibaca lagi, biasa aja sih.
Brahm said…
Nia, punya karya2 thriller nggak?
mynameisnia said…
Kalo karya2 (seperti banyak alias majemuk) enggak punya, kalau satu karya sih ada. Hehe. Atau nanti ubek2 file dulu.

Ada apa?
pushandaka said…
Emang, cover sebelumnya seperti apa? Jadi pengen liat..
eksistensikoe said…
karyamu adalah jejakmu..
karyamu adalah hidupmu..
karyamu adalah eksistensimu..

mari terus berkarya!

btw kasih tau ya jeng kalo bukunya dah terbit..hehe..
mynameisnia said…
@pushandaka: Ini bukan re-design kok, asli dan pertamanya begini.

@eksistensikoe: amin. Mudah2an.
Brahm said…
Maksudku novel, karya panjang kyk Bella Donna ini?

Buat baca2 aja (kalau boleh).
bung tobing said…
bagus nia covernya. waah, udah nulis buku sendiri, mudah2an bener2 jadi diterbitin nanti, dijamin beli.:D
mynameisnia said…
@mas brahm: Oh, Bella Donna dan karya lainnya belum mencapai karya panjang tuh, mas. Hehehe. Selama ini produksi cerita pendek terus.

@sherwin: matur nuwun.. doakan saja saya :D :D

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Blessed but Stressed

Tanpa terasa kandungan mulai masuk trimester ketiga. Minggu depan memasuki bulan ke delapan, tepatnya. Iya, tanpa terasa. Waktu trimester pertama itu rasanya minggu berganti lamaa banget. Bawaannya pengin cepet besar karena enggak sabar menimang adik bayi. Tapi ternyata benar apa dibilang orang-orang bahwa semakin tua kandungan maka waktu akan terasa semakin cepat. Kandungan yang berkembang cepat pun linear dengan stres yang datang karena berbagai tekanan seperti biaya melahirkan, masalah administrasi untuk kemungkinan memakai BPJS, persiapan peralatan bayi, hingga perasaan tidak mampu mengurus anak dalam waktu lama.

Aih, curhat banget, sis?

Survey ke berbagai rumah sakit yang dekat rumah menunjukkan bahwa biaya melahirkan itu mahal sekali. Apalagi kalau, amit-amit jabang bayi, harus sectio caesarea (SC). Contohnya, Rumah Sakit Limijati yang paling dekat rumah bisa mencapai angka 17-20,5 juta untuk lahiran normal di kelas 1, sedangkan SC-nya 30-35 juta. Wah, walau saya punya asuransi…