Skip to main content

Berempat, Mereka Menggesek Biola dan Cello



Hari Minggu sore, saya dan kedua teman saya, Dika dan Neni, pergi ke acara musik sore di Tobucil. Acara diisi oleh d'Java String Quartet. Sebelumnya saya tahu d'Java dari poster dan undangan yang disebarkan lewat facebook bahwa mereka akan main di CCF Bandung. Saya pikir saya tidak akan datang karena ada tiket masuk (semula saya kira ini gratisan). Tapi setelah melihat permainan mereka sore itu, saya jadi merasa harus nonton mereka.

Mereka memainkan lagu-lagu klasik. Tentunya menarik, apalagi biola dan cello bukanlah alat musik yang sering ditemui - ketimbang gitar klasik. Apalagi pria yang memakai baju merah itu, sangatlah menarik :)


Penting atau tidak disampaikan, tapi pria yang menikmati permainan musiknya adalah pria yang saya sukai. Saya bilang ke Dika, "Dik, tahu enggak kenapa gue suka Thom Yorke dan Jonny Greenwood? Karena mereka begitu menikmati musiknya. Beda sama pemain band lain yang hanya sekedar nyanyi atau ngegonjreng."

Maaf pembaca, kalau saya merasa begitu penting menyampaikan ini. Apalagi jika orangnya atau temennya si baju merah itu baca, ya anggap saja gayung bersambut. Kalau tidak, ya tidak apa-apa. Mudah-mudahan saya jadi nonton di CCF.

Sepulang ke rumah, saya memainkan piano klasik :)

Comments

macangadungan said…
iyah...lucu nia yang baju merah... XD
apalagi kalo dia tipe cowok yang terhanyut ketika sedang melakukan kegiatan yang disukainya.
mynameisnia said…
Iyaaaaaaaaa :P~
vendy said…
hooo
gw kirain karena dia yg paling ganteng di antara 4 orang itu

hehehe :P
mynameisnia said…
Tampang bukan nomer 1 buat saya.. 8)
Sundea said…
Namanya Rama, Ni ... anak ini emang keren, talented, menarik, sekaligus ngocol. FYI, dia pernah jadi "Teman Tobucil", lho ... cek di sini :

http://tobucil.blogspot.com/2008/08/ahmad-ramadhan-dan-biolanya-yang.html
mynameisnia said…
Iya kok, De, masih inget namanya. Cuman rada enggak berani nyebutnya takutnya kalau ada yang search namanya, muncul deh blog ini. Hehehe.

Addduh, makasih lho udah dikasih link-nya :)
vitarlenology said…
selain senang main biola dia juga seneng jalan-jalan loh.. dan gokil berat.. dewasa sekaligus manja.. heheheh...masih deg degan sama si baju merah?
Nia said…
Udah enggak, Mbak, karena konon usianya lebih muda dari saya. Hehe.

Popular posts from this blog

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya]
Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk.
Tok.. tok..
“Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina.
Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku.
“Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.”
“Ralat.. hampir tidur!”
“Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?”
“Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?”
Sabrina tertawa.
Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya sekarang.
“…

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…