Skip to main content

Ssshhh... It's a secret!

Menyimak tulisan teman saya yang menulis tentang dirty little secret di blognya, saya jadi mengira-ngira sebesar apa hidden spot yang dimiliki teman saya dan orang pada umumnya. Setiap orang pasti memiliki hal-hal yang tidak diceritakan kepada orang lain, hal-hal yang hanya diketahui diri pribadi, disimpan dalam teritori, dimasukkan ke dalam peti, digembok, dan dikunci, bahkan mungkin dibawa sampai mati.

Rahasia memalukan apa yang bisa disimpan begitu dalam? Apa pertimbangannya seseorang untuk tidak menceritakan? Adakah ia merasa takut ditinggalkan setelah menceritakan rahasianya?

Rahasia tidak melulu sesuatu yang besar. Rahasia adalah hal-hal yang kita ketahui dan orang lain tidak ketahui. Mungkin rahasia itu sifatnya beragam: ada yang dangkal dan ada yang mendalam. Rahasia yang dangkal misalnya tentang warna kesukaan saya. Mungkin saya tidak akan menceritakan kepada orang lain yang pertama kali saya kenal. Tapi seiring dengan waktu, bisa jadi saya menceritakan warna kesukaan saya. Bagi saya ini dangkal karena ini bukan hal yang esensial. Saya menceritakannya karena masalah kuantitas waktu yang saya dapatkan dengan orang yang baru saya kenal.

Berbeda dengan rahasia yang dangkal, rahasia yang dalam membutuhkan waktu yang sangat lama untuk diceritakan kepada orang lain. Itupun harus orang-orang yang terpilih dan kita percaya sepenuhnya. "If you give people information about yourself, you give them power over you" - mungkin itu adalah pertimbangannya. Atau pertimbangan lainnya adalah seseorang akan mendapatkan timbal balik yang negatif misalnya pandangan orang lain menjadi berubah atau bahkan menjadi enggan berteman.

Sekarang, jika ingin menceritakan suatu rahasia kepada orang lain, pilihlah dengan sangat hati-hati. Pilih orang lain yang bisa paham dan memberi pemahaman atas masalah yang kita miliki. Sayangnya, orang seperti itu sangat sulit ditemukan. Jika tidak bisa ditemukan, yakinlah bahwa menyimpan rahasia itu sepenuhnya jelek karena ini adalah cara kita mengatur identitas, mengindikasikan bahwa kita aman dan memiliki kontrol diri. Tapi ini membutuhkan energi yang sangat besar karena kita harus mempertahankan diri secara konstan agar rahasia tidak bocor dan mengakibatkan hal-hal yang buruk pada diri kita.

Mempertahankan diri secara konstan itu melelahkan. Hal yang terakhir yang saya lakukan adalah saya menceritakan rahasia yang seumur hidup saya simpan kepada sahabat - itupun delapan tahun kemudian. Bagi saya, itu adalah sebuah pencapaian terbesar. Pada saya menceritakannya, tidak peduli apakah saya mendapatkan timbal balik negatif atau tidak. Dan itu sangat melegakan.

Bagaimanapun, menceritakan adalah sebuah pilihan.

Comments

macangadungan said…
hmmm... iya sih. kadang rahasia yg disimpan sendiri itu malah bikin sesak. tp kadang malah bakal lebih sesak lagi rasanya kalo diceritain...
Nia said…
Hehe, gue pernah gitu, Can. Gue pernah nyesel dan tambah nyesek setelah cerita. Biasanya karena gue terlalu cepat mengambil keputusan.
andika said…
Cara yang ampuh untuk berahasia adalah dengan bersikap bahwa kita memang tidak pernah menyimpan rahasia.
ezra said…
saya bukan tipe orang yg suka mengungkapkan rahasia. tp sayangnya saya jadi tempat sampah buat orang lain yg ingin mengungkapkan rahasianya. hehe..
Nia said…
Itu bukan 'sayang'nya, Zra. Artinya lo bisa dipercaya :)
Sundea said…
Gue ketemu orang yg kayaknya begitu, Ni.

Orang ini cukup misterius, kayaknya banyak nyimpen rahasia, dan agak jaim. Kadang gue ngerasain energi capek dia, tapi nggak tau gimana mbantunya.

Biasanya gue ngelucu2 aja meskipun nggak tau itu bikin dia terhibur apa malah tambah susah ... hehehe ...
Nia said…
Tapi memang ketika seseorang belum memutuskan dan belum melakukan tanda2 mau membuka blind spotnya, memang sebaiknya kita enggak usah melakukan usaha apa2 sih.

Hehe.
Brahm said…
Aku mau buka rahasia nih. Sampai sekarang sebenarnya aku tergolong tipe spt yg diceritakan Sundae. Tp aku selalu ceria (setidaknya dari luar) kok, dan nggak jaim :D

Nggak perlu berusaha membantu. Kita teruskan aja ketawa2nya ....
Nia said…
Wah, kita jadi ngelihat dari sudut pandang dari tipe orang yang dikemukakan Dea!

Nggak perlu berusaha membantu. Kita teruskan aja ketawa2nya.

v
v

Kalimat ini jadi membuat orang lain sedikit memahami.

Thanks for sharing, Mas Brahm! :)
Penikmat Buku said…
hmmm...terkadang merahasiakan sesuatu menjadi menyenangkan, seperti menyimpan misteri pribadi
Ivy.Puppy said…
coolz...
bisa mengungkap kn dgn tepat apa yg dulu jg pnrh sy rasakan..
wkwkkw...
emang menceritakan or tidak adlh sebuah pilihan..

salam kenal! >,<

Popular posts from this blog

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya]
Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk.
Tok.. tok..
“Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina.
Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku.
“Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.”
“Ralat.. hampir tidur!”
“Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?”
“Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?”
Sabrina tertawa.
Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya sekarang.
“…

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…