Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2009

Keenan

Seorang anak kecil yang berjalan tidak menentu dan asyik bermain sendiri itu berwajah rupawan. Saya hanya memperhatikan dari kejauhan sementara pikiran ini menduga-duga gangguan apa yang ia alami sekarang. Alih-alih sedang mengobservasi anak yang diduga disleksia, mata saya tidak terlepas dari anak itu.

Hari pertama saya masuk kerja, saya disodorkan sebuah nama. Keenan. Saya dibawa masuk ke kelas dan ditunjuk anak yang akan saya dampingi di kelas. Ternyata Keenan adalah anak yang waktu itu jalan-jalan tidak karuan ketika saya tes kerja. Hati ini sedikit ciut karena saya menduga bahwa gangguan perilaku lebih kompleks dari gangguan belajar. Seharian saya duduk di pojok ruangan melihat Keenan mondar-mandir tidak karuan. Saya tidak berani mengintervensi lebih jauh, oleh karena itu saya memilih duduk bersama buku-buku.

Namun Keenan penasaran dengan sosok baru yang hadir di dalam kelas. Ia menghampiri saya dan menanyakan nama saya. "Bu Nia," jawab saya, "kalau kamu?"

Ia ter…

Dia, Dengan Pertahanan Seratus Persen!

Philosophia
Oil on Stretched Canvas 24" x 36"

Ada beberapa orang yang dapat "dibaca" dengan hanya melihat cara dia berbicara, mengungkapkan pendapat, bahkan media tulisan sekalipun. Tidak secara kasat mata, tapi selalu ada petunjuk-petunjuk yang selalu orang tersebut ulang dalam setiap kata. Itu mengisyaratkan sesuatu.

Orang-orang datang dan pergi. Menemui orang yang baru adalah hal yang menyenangkan seperti orang yang baru saya kenal beberapa bulan ini: seorang perempuan dengan balutan pertahanan diri yang kokoh dan otonomi tinggi.

Dalam sebuah sesi, ia berkata bahwa lingkungan psikologis timnya sudah cukup baik. Lingkungan psikologis yang baik menurutnya adalah lingkungan yang saling memaklumi kondisi jiwa rekan ketika akan diadakan interaksi hubungan kerja. Misalnya ingin bertanya sesuatu namun rekan kerja tampak dalam kondisi mood yang tidak baik, maka orang itu akan mengurungkan pertanyaannya. Ketika ia mengungkapkan itu, saya nyeletuk, "Pasti tidak nyaman&qu…

Dunia-Dunia Di Balik Kaca

Kemarin sore yang cerah (20/6) Titik Oranje gallery membuka pameran Ekspresi Kreatif Anak Autis yang diisi oleh tiga anak penyandang autis bernama Ray, Aan, dan Dendi. Sempat pemilik gallery dianggap melakukan eksploitasi atau "menjual" tema autis namun kisah sebenarnya tidaklah seperti itu. Orang tua dari anak-anak penyandang autis seringkali ditolak oleh gallery lain karena apresiasi yang kurang. Ketika pemilik Titik Oranje gallery mengapresiasi bahwa karya anak-anak itu boleh dipamerkan, orang tuanya senang bukan kepalang. Apresiasi positif ini rupanya sangat berpengaruh pada orang tua maupun anak itu sendiri. Mereka mengundang saudara dan kerabat untuk berbagi kebahagiaan.
Hal yang dianggap negatif bagi orang lain rupanya salah, bahkan membawa kebahagiaan besar bagi orang banyak.

Salah seorang anak, Dendi, membuat lukisan-lukisan bergambar figur-figur keluarga seperti ibu dan ayah rupanya mengerti ruang lukis pada kertas. Tema hitam putih minimalis begitu khas menghiasi ka…

Jika Manusia Tanpa Akal Dan Pikiran

Bahasan kecil di suatu malam dengan teman saya tentang Harun Yahya membuat saya ingat dengan atasan saya yang memperlihatkan video tentang keajaiban semut dan banteng. Semut adalah binatang yang terkenal dengan kerjasamanya dalam mengangkat makanan yang berkali-kali lebih besar untuk dinikmati bersama sementara para banteng tua mengelilingi dan melindungi banteng muda dari serangan harimau. Saya cukup terkesima melihat video banteng karena para banteng tua mengorbankan nyawanya untuk banteng muda yang mungkin bukan anaknya.

Semua itu didorong untuk melestarikan spesiesnya. Binatang hanya terdorong insting, seolah-olah terprogram dari sononya memang begitu. Tapi setelah menonton video-video ini membuat saya bilang kepada atasan saya, "Sepertinya manusia yang semula mengagung-agungkan akal dan pikiran sebagai pembeda dari binatang menjadi bumerang untuk manusia itu sendiri. Kalaupun manusia hanya memiliki insting (seks dan agresi), mungkin tidak lebih baik dari binatang."

Atasan…

Tersembunyi Dan Buta

Tentang postingan saya yang ini, memang tidak mudah menyimpan segala-galanya sendirian. Tapi ternyata memilih untuk terbuka lebih tidak mudah lagi, apalagi karena tidak terbiasa. Oleh karena itu, saya ceritakan di sini saja.

Saya...

sedang melewati minggu yang berat. Cukup membuat motivasi saya turun - down, singkatnya. Titik 'self-esteem' dalam diri saya diserang orang lain. Usaha yang saya kira maksimal dikeluarkan ternyata tidak memenuhi standar tanpa ada penjelasan. Sejenak saya merasa saya ini orang yang gagal. Mungkin saya berlebihan, tetapi ingat, saya ini masih pemula dalam menghadapi kerasnya dunia.

Selain masalah eksternal, saya pun memiliki masalah internal - dan mungkin ini adalah inti utamanya. Saya adalah tipe orang internal locus of control alias segala kegagalan dan keberhasilan bermula dari diri saya. Di satu sisi, ketika saya berhasil, saya mereguk semuanya. Namun di satu sisi lain, ketika saya gagal (meskipun kegagalan bukan karena saya) tetap saya merasa bahwa…

Five People You Meet In Heaven

Novel yang ditulis oleh Mitch Albom ini bercerita tentang Eddie, seorang maintenance taman hiburan Ruby Pier yang meninggal akibat kecelakaan demi menyelamatkan seorang anak. Setelah meninggal, Eddie ke surga dan bertemu orang-orang yang berpengaruh pada keberlangsungan hidupnya sampai usianya 83 tahun. Dengan karakteristik masing-masing, orang-orang tersebut adalah The Blue Man - seorang manusia yang meminum nitrat perak hingga membiru, kapten ketika Eddie berperang, Ruby, Marguerite - seorang istri yang sangat dicintainya, dan Tala.

Setiap orang yang ditemui di surga menjelaskan kepada Eddie bagaimana sesuatu terjadi terutama hal-hal yang berpengaruh kepada keberlangsungan hidup Eddie. Misalnya kapten perang yang mati menginjak ranjau karena harus turun dari mobil dan membuka gerbang. Jika ranjau tidak terinjak kapten tetapi digilas oleh roda mobil, tentu orang-orang yang berada di dalamnya - termasuk Eddie - akan meninggal.

Secara garis besar, seperti yang pernah saya tuliskan sebelu…