Tersembunyi Dan Buta

Tentang postingan saya yang ini, memang tidak mudah menyimpan segala-galanya sendirian. Tapi ternyata memilih untuk terbuka lebih tidak mudah lagi, apalagi karena tidak terbiasa. Oleh karena itu, saya ceritakan di sini saja.

Saya...

sedang melewati minggu yang berat. Cukup membuat motivasi saya turun - down, singkatnya. Titik 'self-esteem' dalam diri saya diserang orang lain. Usaha yang saya kira maksimal dikeluarkan ternyata tidak memenuhi standar tanpa ada penjelasan. Sejenak saya merasa saya ini orang yang gagal. Mungkin saya berlebihan, tetapi ingat, saya ini masih pemula dalam menghadapi kerasnya dunia.

Selain masalah eksternal, saya pun memiliki masalah internal - dan mungkin ini adalah inti utamanya. Saya adalah tipe orang internal locus of control alias segala kegagalan dan keberhasilan bermula dari diri saya. Di satu sisi, ketika saya berhasil, saya mereguk semuanya. Namun di satu sisi lain, ketika saya gagal (meskipun kegagalan bukan karena saya) tetap saya merasa bahwa sayalah yang menyebabkan kegagalan itu. Selain itu saya orangnya serba takut. Takut mengecewakan orang, takut tidak sesuai harapan orang. Lama kelamaan, saya ada di dunia hanya untuk memenuhi hasrat orang luar. Betapa tergantungnya saya terhadap orang lain.

Cukup menyiksa bertarung melawan diri sendiri.

Saya tidak menceritakan kepada siapa-siapa kecuali orang-orang yang sudah tahu masalahnya. Saya ingin berbagi kepada orang lain, tapi bingung dimulai dari mana. Kadang saya iri dengan anak kecil yang bisa melampiaskan emosi tanpa harus berpikir. Hanya tinggal memeluk orang yang ia merasa nyaman dan menangis sekencang-kencangnya.

Comments

natazya said…
saya pernah itu merasa dimana self esteem saya rasanya sudah terkikis habis

dan agak sulit memang kalau ga biasa terbiasa cerita pada orang lain, apalagi kalau orang ga tau bahwa yang ditampilkan sehari2 bukanlah kita yang sebenarnya

i dont exactly know what u're dealing with... tapi cuma mau sharing kalau lagi merasa mirip2 begitu biasanya jadi sedikit lebih egois dan ga dulu memikirkan apa yang orang lain harapkan dan bahkan katakan kadang membantu

btw, orang bandung? mau ikutan acara batagor ga? blogger bandung smuanya :) siapa tau jadi selingan yang menyenangkan.. let me know ya ;)
Penikmat Buku said…
satu pesan yang selalu aku ingat "kau takkan mungkin menyenangkan semua orang" do the best aja lah ;)
Nia said…
@natazya: Oh.. baru tahu tuh ada acara itu. Kapan dan dimana?
Kak Nia, kamu tidak sendirian.
:D

Err.. Yah, i know, more and more theories won't bring you anywhere but here. And, -geez- it's so frustrating to find someone else speak as they know what you've been going thru.
I don't know what to do to help you. But, in case you need an anonymous being to talk to (or to talk with), just contact me.
:)
Sundea said…
Ni, elu kan main piano. Kalo pengalaman gue, itu efektif untuk saat-saat galau, saat-saat senang, saat-saat nggak tau pengen cerita apa enggak, saat-saat lu ngerasain sesuatu yg lu nggak tau apa, dan lain sebagainya. Dia representatif untuk banyak keadaan.

Gue yg bisa mainnya dikit-dikit banget doang ngerasa itu efektif bgt, Ni. Gue rasa lo more into it. Kalo pengalaman lo, maen piano efektif, nggak untuk ngatasin perasaan ?
Nia said…
@Johan: Puuurfect! Thanks for the offer :)

@Dea: Ya De, gue ngerasa itu efektif. Belom sempet main karena setelah pulang kerja, gue capek berat dan biasanya langsung tidur. Thanks sudah diingatkan :) :)
macangadungan said…
Gue ga nyangka, untuk yang satu hal ini kita mirip banget Nia. gue tipe yang sama banget ama lo dan gue sedang merasakan hal yang sama kayak lo...*seacra keselurhan, bukan sebagian

baru2 ini, gue menangis sendirian karena menyimpan masalah sendiri tapi nggak tahu mau curhat ke siap.

begitu banyak temen2 gue, tapi gue baru sadar beberapa malam kemarin, ternyata ga ada satupun yang pernah gue curhatin tntg masalah gue... jadi akhirnya, gue ga bisa curhat ama siapa2. dan rasanya ga enak.
Nia said…
Gue jadi bingung sendiri, sebenernya kita memang sendiri atau kita yang memilih untuk sendiri yak?

Rumus temen gue: (-)+(-)=(+)

baca: saling memberi semangat dan saling mendukung :)

Mungkin kita perlu bertemu di bla-bla-bla anonymous. Hhe.
Begy said…
you can get through it Nia!
Nia said…
Thanks, Beg :)
Ndak tahan untuk ndak curcol disini - -"

Err.. hari ini saya nangis. Dikit. Ndak pake sesenggukan. Saya ingin marah, tapi bingung bagaimana; Saya mau cerita, tapi bingung apa. Dan, ya: Saya merasa sendirian.
Saya ingin sesekali dependen; ingin tidak perlu menyenangkan hati orang lain; ingin manja; ingin merasa bisa bersandar.
Dan, ya: Saya tahu saya egois. Bukankah itu manusiawi?

-Maap curcol, nanti kalo sudah dibuat post-nya, aku hapus, deh :D-

Ya, kepikiran juga: Do we choose fate; or the fate choose us?
Masalahnya gini, setelah dipikir-pikir, saya bukannya tidak berusaha. Saya berteman, koq. Tidak sebegitu antisosial-nya. Tapi, kenapa saya merasa begitu superfisial? Serbamuka?
Saya mengerti, jam yang saya habiskan bersama beberapa teman tidak bisa dibandingkan dengan tahun yang saya habiskan dengan diri saya. Tapi, is the wish of having someone that could see thru us, wrong?

[Should we make a "ngomel" blog? :D]
Nia said…
Saya pikir the fate choose us, Han. Manusia terlempar ke dunia tanpa ditanya mau seperti apa.

Kamu pernah ngerasa gak kalau kamu ingin dimengerti orang lain tanpa kamu harus bilang kepada mereka apa yang kamu rasain?
Yep, that's it. Wherever fortune choose side: Mis, or not, the fate have chosen.

Itulah :( Banyak yang terlanjur mentah-mentah menangkap sikap kita, ya? Padahal, itu kan kode ;p
Nia said…
Nah, orang lain 'kan bukan dukun. Mereka gak akan tiba-tiba tahu. Lebih baik dikasih tahu kamu itu ingin cerita dan didengar.
Err.. that's where my contemplation led when i asked for an answer.
Well, i'm trying to appear as i am~

Kalo Kak Nia, gimana? Sudah sampai mana coping-nya?
Nia said…
Oh gitu ya? Kok saya baru ngeh?

Coping-nya apa ya.. Enggak ada coping yang berarti selain mencari "telinga" orang-orang yang bersedia. Hasilnya lumayan. Bisa katarsis sekalian.
macangadungan said…
ahahahah... jujur aja, gue malah penasaran banget pengen nanya sama ahli psikolog ato semacamnya. gejala2 kayak gini ini termasuk gangguan emosional apa normal2 aja XDDD

apalagi emosi gue fluktuatif banget. ekstrim, kayakcuaca di Arab *halah
Nia said…
*ngakak baca kayak cuaca di arab*

Ehm.

Emosi fluktuatif termasuk gangguan emosional?

Mari kita cermati hal-hal yang termasuk gangguan emosional: Depresi, anxiety, gangguan tidur, penilaian self-image yang buruk, nervous, ketidakstabilan emosi, dan lainnya.

Rupanya masup, Can. Hehe. Tapi perlu dicermati bahwa ketidakstabilan emosi disini yang rentangnya udah lebar banget jadinya bipolar atau manik-depresif. Mereka mungkin merasa baik2 aja dalam satu waktu tapi mereka merasa marah yang amat sangat, sedih, merasa sepi, takut, iri, dan lainnya di waktu berikutnya.

Perubahan emosi bukan berarti bipolar karena ketidakstabilan emosi hanya salah satu dari gejala (jadi jangan digeneralisir) dan harus ada gejala lain yang menyertai seperti impulsif, menyakiti diri sendiri, dan lainnya.

Lalu perpindahan emosi sangat intense dan frekuentif (ada gak istilah ini?) dan ini sudah sangat menganggu pekerjaan, sekolah, hubungan, dan area-area lain dimana seharusnya dia berfungsi. Dan semuanya itu konsisten.


Gituuu deh, jeng. Intinya kita gak bisa langsung judge kalo kita ini punya gangguan emosional. Heu..
@Kak Nia: Yaa.. itu kan ndak diterbitkan *mainin kancing

@nanggepin komen Kak Nia yang terbaru: Sayangnya, banyak yang heboh proklamasi kalo dirinya autis, bipolar, depresi, dsb, ya. Apa itu bentuk attention whore? ;p

(Frekuentif-nya ambil kondens dari adjektiva Frequent aja, ndak? jadi Frekuen?

-Maap, jadi chat di tempat komentar. If u find it annoying, i'm sorry. :(
Nia said…
Orang Indonesia lagi tergila2 sama labeling, Han. Apalagi labeling pake istilah psikologi ketimbang "tentanus" atau "polio".
dendi said…
don't know what to say, cuma bisa bilang "semangat!!".

seperti kata pepatah:
"what doesnt kill you, makes you stronger"

but yes, sometimes,
"what doesnt kill us, makes us torturer"
Nia said…
Jaaah, udah ngasih semangat malah dijatohin lagi.

Popular Posts