Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2009

Merah Tua

Jika akhir-akhir ini aku melihat langit malam, warnanya tidak melulu hitam. Kadang berwarna biru tua, kadang kemerahan. Seperti malam ini, bulan yang menunjukkan setengah wujudnya tampak pias diantara langit merah tua. Di waktu tidak selarut malam terakhir ketika aku menemuiNya, Ia sudah hadir ketika jarum belum menunjukkan angka dua belas.

Ia duduk termanggu, tidak sibuk seperti kemarin. Sedikit kudengar Ia tersedu. Kenapa? - tanyaku.

Ia terkejut dengan kehadiranku. Diseka air mataNya cepat-cepat. Baru pada saat itu aku sadari bahwa aku berada di permadani mantel merah tua yang menghampar luas. Angin malam berhembus, Ia mengencangkan mantelnya.

"Dingin ya?" tanyaku.

Ia mengangguk.

"Aku tidak bersahabat dengan dingin. Dingin membuatku alergi dan dingin juga membuat dadaku sesak. Sampai kapan ya ini berakhir?"

Alih-alih menjawab pertanyaanku, Ia menggapaiku kemudian membawaku disisiNya. Tinggi dan hangat. Mega dan akbar. Ia bercerita tentang Raja Awan yang terus menangis …

DIAM!

Diam,
atau akan kututup mulutmu,
kubekap,
kusumpal,
kujahit sekalian.

Kubuat lidahmu kelu,
agar kau tahu,
lidah telah membuat
tuli telingamu.

Stop berbicara,
merasa paling pintar,
filosofi kebablasan,
sebaiknya kamu diam.

Kopi Di Depan Ruang LSU

Sebelumnya, Learning Support Unit (LSU) adalah posisi tempat saya bekerja. Di depan ruang LSU yang ada di lantai dua, ada sebuah koridor yang disampingnya ada dua jendela. Jendela yang menampilkan pemandangan biasa-biasa saja itu seringkali menyajikan angin sepoi-sepoi dan cahaya terang benderang namun tidak menyilaukan.
Siang itu saya duduk termanggu sambil menikmati kopi di gelas tupperware saya. Cukup aneh karena saya ini bukan konsumen kopi. Tapi kali ini saya benar-benar butuh kopi.
Pikiran saya melayang pada teman-teman saya yang kemarin datang ke rumah karena salah satu notes saya di Facebook tentang iri hati. Iri akan kehidupan orang lain saya akui blak-blakan. Entah karena merasa nyaman atau sudah merasa tidak peduli - saya tidak tahu. Ternyata banyak respon yang merasakan hal yang sama. Dikomentari oleh orang yang berbeda-beda.
Idealisme - salah satu yang menjerat saya hari-hari belakangan ini. Ternyata teman-teman saya juga mengalaminya. Idealisme dalam bekerja enggak akan nga…

Kain Malam

Tadi malam, ketika jarum panjang tepat menunjukkan angka satu, masih ada yang belum tertidur. Bunyi serat kain yang terbelah menyadarkanku akan hadirnya orang lain. Bebunyian berasal dari langit-langit. Aku menajamkan pendengaran, ternyata langit malam yang menjadi biang keladi berisiknya malam itu.Aku keluar kamar, berjalan perlahan ke lantai tiga - lantai tempat jemuran yang menghadap langsung ke langit malam. Tanpa menggunakan alas kaki, aku berjalan hati-hati. Sesampainya disana, aku melihat sebuah wujud. Ia berdiri menjulang di langit dengan sekotak manik-manik di sampingnya, membelakangiku. Dengan jarum yang sangat besar, ia menjahit manik-manik itu pada kain hitam yang membentang sangat luas."Lagi apa?" tanyaku.Dia tidak membalikkan wujudnya, terus membelakangiku. Kucoba dengan suara yang lebih keras, "Ehm ... lagi apa?"Ia berbalik. Dengan sedikit ulasan senyum, ia berkata, "Aku lagi menjahit. Kamu belum tidur?"Aku menggeleng. Kukatakan kepadaNya b…