Skip to main content

Cerita Sebuah Foto: Laut



Sudah dua tahun Pak Darmi melaut sendirian bersama pasang dan surut. Namun pasang dan surut bukan hanya teman Pak Darmi untuk melaut. Cuaca dan angin laut juga memiliki pengaruh yang besar untuk hidup Pak Darmi.

Sudah dua bulan terakhir ini badai terjadi di laut Jawa, baru sekarang ia bisa menerjang ganasnya laut. Dengan perahu kayu seadanya, ia menghadapi dalamnya air dengan segala isinya. Berada di tengah-tengah laut dan merasakan keheningannya, membuat Pak Darmi merasakan sensasi tersendiri. Selain itu, Pak Darmi pernah menyaksikan kejadian-kejadian aneh di tengah laut seperti pusaran air, ikan-ikan besar yang berenang di bawah perahunya, suara-suara tanpa wujud yang saling memanggil dan saling menyahut.

Dulu, ketika ia pulang melaut, ada yang menyambutnya. Dialah sang istri yang siap dengan arang dan tungku untuk memasak hasil tangkapannya. Setiap bulan, rumahnya selalu wangi dengan ikan bakar, saus kecap, dan cabai merah. Jika Pak Darmi pulang tanpa membawa tangkapan, istrinya selalu menghiburnya. Tidak usah sedih – ujarnya. Diyakininya oleh sang istri bahwa Pak Darmi akan mendapat tangkapan yang banyak di lain kali.

Diawali dengan terkejutan Pak Darmi saat ia menemukan tergolek di tempat tidur tidak bernyawa. Penyakit TBC menyerangnya perlahan-lahan. Semenjak itu, ia sendirian tanpa anak dan sanak keluarga. Awalnya ia tidak bersemangat untuk melakukan apapun termasuk melaut karena tidak ada yang harus ia beri makan selain dirinya – dan kebetulan ia pun tidak peduli dengan dirinya. Disadarkanlah ia oleh sang istri melalui mimpi. Temui aku di laut, sayang – ujar sang istri. Maka melautlah Pak Darmi, ditemukannya ilusi sang istri. Kini melaut bukan hanya kegiatan untuk mendapatkan penghasilan atau makan, tapi juga untuk menemui orang yang dicintainya.

Sekarang sudah dua jam ia berada di tengah laut sendirian. Sang istri datang sebentar. Mereka berdua saling menatap dan tersenyum. Setelah sang istri mengitari perahu Pak Darmi, ia pun menghilang. Tiba-tiba ombak hari ini sedikit ganas. Jala yang sudah ditebarkannya segera ditarik. Ikan-ikan di dalam jala serta merta berontak liar. Hujan rintik-rintik dan angin laut tiba-tiba datang, menggoyangkan perahunya ke kiri dan kanan. Ia harus segera pergi namun rupanya jala tersangkut di batu karang. Ditariknya kuat-kuat dan dirasakan jalanya robek. Ikan-ikan berhamburan. Namun sebelum lebih banyak ikan yang pergi, ia segera menarik lalu menyimpan ikan-ikan di atas perahu. Ikan-ikan menggelepar, sangat sedikit dari yang diharapkannya.

Begitu nelayan melihat perahu Pak Darmi datang, bergegaslah mereka menghampiri dan membantu ia menarik perahunya.

“Bagaimana, Pak? Bagus tangkapannya?”

Ia menggeleng lemah.

“Untung bapak tepat waktu pulangnya, sebentar lagi akan terjadi badai gelombang pasang. Katanya angin diperkirakan berkecepatan 60-80 km per jam!”

Ia segera memeriksa jalanya, rupanya sebuah bolong besar menghias disana.

“Sudah, Pak, diperiksanya nanti saja. Sekarang kita masuk rumah sekarang.”

Sebelum ia pergi, ditatapnya laut dengan ombak yang menderu. Badai seolah-olah memisahkan ia dan istrinya dua kali. Ia berkata, “Mungkin beberapa hari ini aku tidak akan kesana karena aku harus menyulam ulang jalaku. Tunggulah aku disana, sayang. Bertahanlah dari badai seperti biasanya.”

[Dibuat untuk ini]

Comments

@rien said…
tulisan yang bagus....semoga sukses...

btw, nih karya blm dikirim via email ya ke email panitia? silahkan cek lagi aturan main lomba cerita foto Blogfam. Setelah diposting harap mengirim emaill ke alamat email blogfam@gmail.com

FYI, hari ini tgl 2, hari terakhir penerimaan naskah...

gutlak....
@rien said…
oh, mba nia janiar, emailnya sudah masuk. terima kasih. di email mba tidak menyertakan link tulisan di blog.

terima kasih partisisapi, eh, partisipasinya. Gutlak ya, semoga menang....:D
Nia said…
Iya nih, abisnya tadi mau nambahin alamat webnya tapi sebelumnya udah ngirim 3 email yang salah. Malu banget kalau nambahin lagi.

Tapi udah dikirim deng :D
hajarhajir said…
Hiks hiks....
Mengharukan sekali dan pantas menjadi pemenang.

Congrat
Nia said…
Aduh, iya yah. Alhamdulillah... terima kasih :)
Anonymous said…
cerita yang menarik.
hanya dari sebuah foto.

terima kasih sudah ikutan lomba.

salam
mbak sa
afin yulia said…
selamat atas kemenangannya ya mbak, tulisannya memang mengesankan salam kenal :))
Nia said…
@Mbak Sa & Afin Yulia: Terima kasih. Salam kenal :)
aris said…
Selamat atas kemenangannya mbak, salut ...



===
KeNaLi DAn KunJunGI ObjEk WiSata Di PanDeglaNG
Nia said…
Terima kasih ...

Popular posts from this blog

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya]
Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk.
Tok.. tok..
“Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina.
Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku.
“Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.”
“Ralat.. hampir tidur!”
“Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?”
“Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?”
Sabrina tertawa.
Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya sekarang.
“…

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…