Swing It!

Entah apa yang dikejar oleh saya dan teman-teman saya: live music, suasana cafe, musik jazz, gitaris oke, atau memuaskan obsesi terhadap laki-laki bergitar. Yang pasti pada Rabu malam, saya dan teman-teman saya pergi ke Cafe Halaman untuk menonton Tesla Manaf bermain musik jazz.


Jujur, saya adalah pengikut aliran terakhir: obsesi terhadap pria bergitar. Saya mudah terpesona dengan pria yang bermain gitar karena skill yang saya kagumi. Namun tidak semua pria bergitar bisa mendapatkan hati saya (duh), seperti salah satu musisi Bandung yang ketika ia bermain gitar dan saya lihat dari berbagai sudut pandang ... tetap sajaa tidak keren. Subjektif.

Dari acara Musik Sore Tobucil, saya jadi tahu sosok Tesla yang dulu bermain musik klasik dan kini pindah ke jazz. Kebetulan, saya juga mau pindah ke jazz mengingat skill saya sudah karatan. Doakan.

Balik lagi ke Cafe Halaman yang ternyata sangat penuh dan saya harus waiting list, ternyata reservasi pun tiada guna karena orang-orang tumpah ruah di bibir panggung. Waiting list jadi keuntungan sendiri karena dekat dengan panggung. Sebelum Tesla main, ada beberapa band lainnya yang juga tidak kalah menarik. Karena saya belum mengerti jazz, jadi tidak usah dijelaskan ya apa nama band dan lagu yang mereka mainkan. Hehe. Ini murni pemuasan obsesi!

Jadi apa inti dari tulisan kali ini?

Tidak ada. Saya juga bingung maksudnya apa. Nge. lan. tur.

Ya sudahlah, nikmati musik - mau dengan gitar atau tidak, mau dengan obsesi atau tidak - apa adanya.

Comments

Begy said…
Ngomong-ngomong link ke blog saya dihapus ya dari daftar jejaring penulis di blog Nia? Kenapa? Ga qualified ya? Hehe..

Kalo saya malah jarang sekali nonton live music. Ga gaul sih hehe. Tapi saya sependapat dengan Nia kalo musik itu bisa dinikmati dengan atau tanpa gitar, dengan atau tanpa obsesi.. Contohnya saya yang sama sekali tidak bisa memainkan satu instrumen musik dan buta not balok pun bisa menikmati musik hehe..
Sundea said…
Wah, suaranya nyampe ke rumah tante gue, persis di sebelah Cafe Halaman. Ternyata di situ ada elu, toh ... hehehe ...

Gosipnya pemain klasik yang pindah aliran ke jazz bisa keren, Ni. They will have both the sense and the skill. Coba aja. Ayoayoayo ... =D
Nia said…
@Begy: abis jarang update sih. Makanya, update dong. Haha.

@Dea: Waduh, padahal gue seru2an sama Ina, Neni, Niken, dan Riswan. Setelah itu kita makan di Dago Pojok. Tau gitu kita makan di rumah tante lo ya, De :]
Neni said…
Wooww, obsesi pd pria bergitar?
Kok tb2 inget Roma irama ya, hahaha....
Tp Tesla emang keren skillnya, tp sayang minim interaksi ke crowds.. hahaha...
Nia said…
Ah, interaktif yang Neni harapkan itu beda. Seperti tatapan mata ke mata ala Risky waktu di Ruku. Jangan harap. Hags. :D

Popular Posts