Acak

Hari ini saya akan menulis tentang hal-hal yang ada dipikiran saya. Mudah, saya hanya akan menulisnya tanpa ada proses edit meng-edit dan dibiarkan apa adanya. Jadi, pertama-tama, saya mohon maaf jika tidak berurutan dan terkesan aneh. Tapi toh tidak apa-apa 'kan?

Saya mendengarkan lagu-lagu zaman dulu yang saya sukai. Dimulai dari Bryan Adams dan Melanie C dengan judul When You're Gone karena saya melihat video teman saya bermain band dan latihan lagu ini. Melihat video dengan kapasitas suara yang ... ehm ... semoga ia tidak baca ... saya memerlukan pengulangan beberapa kali ketika melihat video latihan band-nya :) Dan saya suka lagu ini. FYI, Bryan Adams adalah guilty pleasure saya dikala kecil.

Lalu beranjak ke penyanyi wanita bernama Pink. Duileh, ini suaranya keren banget. Saya suka suara-suara seperti ini. Lagu yang sedang saya dengarkan adalah Waiting For Love. Oh, pembaca, tolong jangan lihat judulnya karena pasti akan mengesankan ini curhat colongan, tapi coba dengarkan lagunya. Anda akan mendengarkan suara yang sangat ... skillful!

Saya merasa diteror akhir-akhir ini oleh seseorang dalam hidup saya. Saya takut ketika mendengarkan suara bel rumah, suara deru motor, suara telepon, atau miskol dengan nomer-nomer aneh di handphone saya. Paranoid. Saya juga mulai merasa ambisi-ambisi saya menguak dan menuntut untuk dipenuhi dalam bentuk target hidup. Bukan hal-hal yang tidak mungkin seperti ingin menjilat kuping sendiri, bisa direalisasikan namun begitu penuh perjuangan. Lagi-lagi, ini membuat 'push-myself-too-hard' dan saya jadi kelimpungan sendiri.

Tadi saya menemukan orang yang pernah saya suka ketika SMP di Facebook. Oh, dia sekarang ganteng sekali. Tentunya ketika SMP, saya masih physical oriented dan tentunya saya memilih orang-orang hanya berdasarkan fisik - tanpa peduli kalau diajak ngobrol bakal nyambung atau enggak. Rambutnya panjang, diikat, wogh ... keren sekali. Dulu dia pernah suka sama sahabat saya. Saya jelas-jelas melihat bagaimana laki-laki itu jatuh cinta dengan sahabat saya: memandang sahabat saya penuh kasih, menyentuhnya hati-hati, bersabar mungkin jika sahabat saya sedang marah-marah, memperhatikan raut muka sahabat saya ketika sahabat saya tidak memperhatikannya, meneliti setiap garisnya, dan itu membuat saya sadar bahwa ia semakin jatuh cinta dengan sahabat saya.

Namun sekarang hubungan mereka sudah selesai. Setahu saya, sahabat saya sudah punya pacar lagi ketika SMA yang mana pacarnya JAUH lebih baik ketimbang laki-laki itu baik secara fisik dan materi. Hello ... pacarnya sekarang punya Nissan Livina Geniss gitu lho - gimana caranya enggak lebih baik?

Lalu perasaan saya bagaimana? Ya perasaan saya begini-begini saja. Keadaan saya juga begini-begini saja. Melihat masa depan yang semakin lama semakin terlihat ... suram. Siapa yang matiin lampu? Tolong nyalain dong!

Aaah, bosan sekali. Terlalu banyak ambisi yang menekan diri sendiri. Banyak hal-hal yang tidak mampu saya lakukan atau hal-hal lain dimana saya tidak diberi kesempatan. Terkadang saya merasa saya ini tidak ada gunanya dan tidak memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan. Namun jika diingat lebaran kemarin dimana keluarga saya begitu membanggakan saya di depan keluarga besar atau koordinator tim saya memuji kinerja saya, rasanya sedikit mengangkat saya dari nistanya dunia dengan perasaan worthlessness.

Apalah ini, saya mulai geje. Gak jelas. Ini jadi kata-kata favorit saya akhir-akhir ini.

Ketika saya sudah mencapai tulisan ini, Pink sudah menyanyikan lagunya yang lain: Catch Me While I'm Sleeping. Biarkan saya mencatut liriknya sedikit saja sebagai penutup dari postingan yang tidak jelas ini.

You can catch me while I'm sleepin', darlin'.
While I'm dreamin', too.
It's a lonely, lonely, lonely place for me baby
It must get lonely for you, too.

Comments

neto said…
CEMANGAD teyus plend. .
Nia said…
Makasih.
Sundea said…
Ni, gua suka postingan ini.
Apa adanya dan bebas banget. Terus lirik lagu di endingnya kena.

Writing things will catch you when you're dreaming. That's why writers may fly as free as they could ~_'
Nia said…
:)

Makasih, Dea.

Popular Posts