O, Victoria

O, Victoria.

Pakaianmu putih berenda. Bukan putih bersih tetapi putih tua. Terajut bunga-bunga tulip di setiap sisinya.

O, Victoria.

Kalau luar biasa jual mahalnya. Jika kupikir-pikir, aku bisa lebih mendapatkan yang lebih baik dibanding Victoria, tapi kau klasik. Tidak ikut berubah ketika industri Inggris berevolusi. Citra rasa tersendiri.

O, Victoria.

Matahari sore di wajahmu. Wajah yang selalu aku rindu.

------------------------------

[Ini sebenernya asal banget nulisnya karena waktu ketika saya menulis ini, saya sedang berada di Cafe Victoria - Bandung, tempat yang cocok sepasang manusia penggemar hal klasik dan vintage untuk pacaran. Teman saya pernah menulisnya. Di dalam blog teman saya, ada blog lain yang menulis tentang Victoria. See ... ia terlalu samar.]

Comments

Sundea said…
Kayaknya Cafe Victoria inspiratif, ya? Dulu kan Andika juga sempet bikin tulisan gara2 ke sana ...
Nia said…
Lucunya si Andika ke sana pas ujan, gue pas sore-sore dan terang benderang, inspirasinya juga beda. Coba deh lo kesana, De.

Popular Posts