Skip to main content

Anjing

Pagi kemarin, saya ditarik kembali ke bumi bersama ambisi dan segala mimpi yang saya bawa mengangkasa. Bapak datang, membawa seekor anjing yang dirantainya. Anjing menggonggong tidak karuan. Membuat saya ketakutan.

Bapak bilang bapak mau menitip anjingnya. Saya harus memberinya makan, menimangnya laksana ibu anjing yang sudah lama tidak bertemu anaknya. Harus saya siapkan air dan daging agar si anjing tumbuh dan berkembang sempurna. Seperti saya.

Rupanya bapak tidak peduli dengan segala mimpi yang saya bangun dengan ambisi. Sampai saya mengangkasa di langit ke tujuh, mereguk semua nikmat sendirian, bapak menarik saya ke bumi dengan kasar. Realita menyakitkan. Masa lalu apalagi.

Si anjing menggerogoti saya perlahan.

Gambar

Comments

Sundea said…
Ni, kok ngeri amat, ya ... ?

Lagian karena menurut gua anjing itu binatang peliharaan yg manis dan setia, agak susah mbayangin anjing nggerogotin tuannya.

... tapi ilustrasi gambarnya ngebantu gua ngebangun image anjing yg buas, sih ...
Nia said…
Emang itu emosi yang pengen gue sampein sih: ngeri, buas, takut. Tapi pada kenyataannya 'kan gak semua anjing manis itu manis. Hehe.
Nia said…
Dan gue enggak suka dan takut sendiri baca tulisan ini.
M. Lim said…
Nia gak suka anjing ya?

Nuansanya pahit dan beku ini. Coba disimpan untuk referensi kalau harus mengeluarkan emosi yang sama di masa depan. :D
Nia said…
Suka sih. Mau pakai lintah, tapi itu udah pernah ditulis sama Djenar Maesa Ayu. Mau dipakai keledai atau lembu, kayaknya kurang greget. Hehe.
niken said…
gimana kalo pake ular?
Nia said…
Gak tau ya, tapi dipikiran saya, ular masih menginterpretasikan seks, padahal tulisan ini bukan tentang seks.

Emang kenapa sih kalau pake anjing? :D
Sundea said…
Nggak apa-apa juga, sih, Ni ...
Cuma nggak kebayang aja karena biasanya sebuas-buasnya anjing itu setia sama tuannya.

Tapi nggak selalu juga kali, ya ...
saya paling suka di bagian "Realita menyakitkan. Masa lalu apalagi".. . . kuat, berkarakter, dan memberi kesan yg mendalam.
deskripsi yg singkat namun cukup padat, entah ada arti apa dibalik cerita anjing ini. namun jika artinya adalah relationship. . . . ha ha ha ha biarkan saja anjing itu menggonggong dan terus lah engkau melaju menuju langit yg biru. karena, jika setelah engkau ada di atas sana, si anjing menggonggong pun takkan kau dengar lagi. bahkan sebaliknya, jika engkau sungguh2 mengindahkan lolongan si anjing....kelak suatu saat kau akan selalu ingat untuk apa si anjing dititipkan
Nia Janiar said…
Aduh, saya senang dan terharu sekali ada tanggapan seperti ini. Terima kasih atas kunjungannya. Tanggapannya sangat berarti bagi saya.

Popular posts from this blog

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya]
Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk.
Tok.. tok..
“Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina.
Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku.
“Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.”
“Ralat.. hampir tidur!”
“Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?”
“Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?”
Sabrina tertawa.
Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya sekarang.
“…

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…