Skip to main content

Kalau Cinta Sudah Pergi, Lantas Kau Mau Apa?

Title: 0119 Cemi
Medium: Acrylic, Colorpencil
Size: 9 x 12
Picture



Tadi siang, teman-teman saya datang ke rumah saya. Halal bihalal - maksud awalnya. Namun semenjak tahu di rumah ada fasilitas internet (hotspot), mereka jadi sibuk dengan laptop masing-masing. Membuka Facebook. Oh, sangat penting sekali sampai-sampai saya harus meminta mereka logout dari Facebook-nya demi sebuah obrolan.

Facebook sudah sampai taraf menganggu, namun ini akan saya tulis nanti.

Kami mengobrol sampai sore. Diangkat tema cinta - yang berangkat dari curhatan salah seorang teman yang berlanjut ke teman lainnya karena mereka (dan juga saya) pernah mengetahui hal yang sama. Kami bercerita tentang bagaimana jika sepasang manusia yang sudah bertahun-tahun masuk ke dalam ikatan pernikahan kemudian memiliki wanita atau pria idaman lain.

Saya merasa ngeri. Apa rasanya ketika kamu mencintai seorang manusia yang pernah berjanji dihadapan Tuhan mau sehidup semati namun nyatanya ia mencintai manusia lain? Rasanya cinta bukan masalah suka, tapi masalah berharap bisa memiliki hati seorang manusia dan hati itu balik mencintai kita. Apa rasanya tidak dicintai - diduakan di dalam hati? Lalu bagaimana rasanya ketika kamu melihat orang yang kamu cinta berada di rumah namun pikiran dan jiwanya tersibukkan oleh orang lain?

Ngeri.

Tapi nyatanya semua orang tidak bisa menguasai hati orang lain, bahkan hati sendiri. Kadang kita tidak pernah tahu apa yang hati inginkan. Namun ketika ia sudah memilih, sekuat apapun kita menyangkal, rasanya susah. Saya takut nanti saya tidak bisa menguasai hati pasangan saya kemudian ia membaginya dengan orang lain. Saya lebih takut kalau nantinya malah saya yang membagi dengan orang lain. Namun nyatanya, orang-orang pasti pernah tergiur dengan lawan jenisnya walaupun ia sudah memiliki pacar atau bahkan sudah terikat dengan komitmen.

Ngeri dua kali.

Saya jadi ingat tulisan Yokie Adityo di novel Jermal pada halaman 2:

Bandi memincingkan mata pada si pembawa surat. Entah kaget atau takjub. Ia tidak pernah tahu kalau temannya Johar, si mandor jermal, memiliki anak. Ia hanya tahu kalau Johar beristri dan mandul. Seperti yang selalu Johar utarakan sebagai alasan satu-satunya mengapa ia tidak lagi mencintai istrinya dan memilih pergi menjauh. Kejam memang. Namun, itulah laki-laki bila memang sudah tidak cinta.


Kalau cinta sudah pergi, lantas kau mau apa?

Comments

Anonymous said…
mencari cinta yang lain dongs....hehehe
Anonymous said…
eh itu comment di atas dari aku...

-bolehbaca-


hahaha.lupa
Nia said…
Yang seolah-olah mudah padahal masih terbelenggu satu cinta yak? :D
Anonymous said…
ah,tidak juga.setidaknya tidak mengharuskan diri bersama orang seperti dia.....(yah....dia curhat)
hahahaha

-bolehbaca-
vendy said…
biarpun masih terbelenggu, namun seperti kata kaskusers: lanjut-gan :D

entah melanjutkan belenggu atau berjalan setelah melepas belenggu dengan sedikit bilur
Nia said…
Hehe, dengan sedikit bilur. Yah, ada beberapa yang malah pengen dibelenggu dan lanjut tanpa belenggu. Huhu.

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…