Domba

Baru saja saya melihat sekumpulan domba yang lehernya dijerat oleh tambang dan tambang itu diikatkan kepada bilih bambu yang ditancapkan ke tanah. Waktu itu saya melihat dari jendela kelas lantai tiga dan waktu itu hujan deras mengguyur Bandung. Si domba sepertinya ingin berlari mencari tempat yang teduh, tapi tidak bisa. Kasihan sekali. Sebentar lagi mereka akan disembelih, sementara sekarang harus kehujanan.

Saya pernah melihat domba yang disembelih di leher. Tidak langsung mati, ia menggelepar. Parahnya ada yang masih bisa berdiri dan berlari sementara kepala mau putus. Tidakkah penyembelihan itu menjijikan dan mengerikan sekali?

Terlepas dari agama Islam tentang penyembelihan domba sebagai kompensasi penyembelihan Ismail, bagaimanapun membunuh itu kejam. Mamalia yang besar, terutama. Namun saya juga tidak peduli dengan serangga kecil macam nyamuk atau semut - karena saya tidak melihat mereka menggelepar ketika saya injak atau saya gepengkan diantara kedua tangan saya. Intinya, saya tidak bisa melihat sesuatu apapun yang harus menderita atau sekarat.

Ah, ngomong apa saya ini.

Sementara saya mau meneruskan pekerjaan, saya melihat ke luar jendela sekali lagi. Si domba mengembik. Kedinginan.

Comments

Popular Posts