Filosofi Metamorfosis


Jika arti sederhana metamorfosis adalah perubahan, pernahkah terpikirkan mengapa ketika manusia membicarakan tentang metamorfosis, mereka selalu membicarakan tentang kupu-kupu? Bukankah katak juga mengalami perubahan ketika ia kecil hingga besar? Lalu mengapa manusia tidak membicarakan tentang diri kita sebagai bentuk metamorfosis yang jelas-jelas manusia berubah dari kecil hingga besar?

Mungkin karena kupu-kupu adalah salah satu bentuk binatang yang metamorfosisnya sempurna dan perubahannya begitu signifikan. Bayangkan, perubahan terjadi dari seekor ulat menjadi seekor kupu-kupu cantik. Bagaimana tidak signifikan?

Di Singapura ada taman kupu-kupu. Orang rela berdatangan dan mengantri untuk melihat taman kupu-kupu. Lalu mengapa Singapura tidak membuat taman ulat? Apakah orang masih rela berdatangan dan mengantri untuk melihat ulat? Mungkin ada beberapa orang yang tidak jijik dengan ulat. Namun bukan berarti orang akan histeris senang jika melihat ulat - seperti orang histeris ketika melihat kucing atau anjing, 'kan?

Ada sebuah cerita. Dua ekor ulat yang berada di dahan. Ulat A berkata kepada ulat B sembari melihat ke arah kumpulan telur, "Eh eh, itu apa?"
Ulat B menjawab, "Itu masa lalu kita."
Ulat A menjawab tidak suka, "Aaah ... tidak mungkin. Masa lalu kita tidak mungkin seperti telur aneh itu. Lalu apa itu makhluk warna warni kita yang ada di atas kita. Mereka bagus sekali ya? Sayapnya indah dan terbang kesana kemari."
Lalu ulat B menjawab, "Itu adalah masa depan kita."
Ulat A membantah, "Aaah ... Itu tidak mungkin. Lihat diri kita. Kita hanya ulat dan kita sangat berbeda dengan makhluk itu. Itu tidak mungkin masa depan kita."

Dari cerita diatas, manusia sering kali shortcut ke arah kupu-kupu. Beberapa diantaranya langsung mendamba keberhasilan ala kupu-kupu tanpa mau melihat proses yang melelahkan sebagai kepompong. Mengapa melelahkan?

Dalam kepompong ada sebuah lubang yang sangat kecil sebagai jalan keluar kupu-kupu. Pernah dilakukan percobaan yaitu manusia mencoba merobek kepompong agar bisa keluar. Apakah kupu-kupu itu hidup? Ya, kupu-kupu itu hidup, namun ia tidak bisa terbang. Rupanya ketika kupu-kupu melewati lubang yang sangat kecil itu, ada sebuah cairan yang keluar yang membasahi seluruh tubuh kupu-kupu. Cairan itulah yang membuat kupu-kupu bisa terbang.

Manusia mungkin pasti sadar bahwa ada sebuah proses yang mungkin sangat lama dan menyakitkan untuk menjadi orang yang berhasil. Apakah ia mau melewatinya atau tidak, tentunya itu adalah sebuah pilihan. Jika manusia takut mengalami proses tersebut, maka manusia tidak akan pernah menjadi orang yang ia inginkan.

Jika Anda berada di dalam fase metamorfosis, dimanakah Anda sekarang? Saya pribadi masih berada di fase ulat yang mana saya sudah mengetahui potensi dan bakat dalam bidang psikologi, musik, dan menulis, namun saya belum masuk ke dalam sebuah proses untuk menjadi orang yang saya inginkan. Saya belum berjibaku dengan sulitnya belajar psikologi atau naik dan turun dalam menulis untuk menciptakan sebuah karya. Pasti ada sebuah proses dimana saya harus serius untuk mengusai ketiganya.

Kalau Anda ada dimana?

[Terima kasih kepada Cicilia Nina.]

Comments

Popular Posts