Skip to main content

Kemanakah Balon Pergi?


Pernahkah kamu bertanya kepada balon pergi? Pernahkah kamu bertanya sejauh apa ia berada di atas bersama awan-awan? Pernahkah kamu mendapatkan balon yang sudah kamu lepaskan?

Ada sebuah tempat di ujung langit sana. Disanalah balon-balon yang dilepaskan atau tidak sengaja terlepas berkumpul, saling membicarakan pemiliknya masing-masing. Ada yang dulunya menjadi milik anak-anak, ada yang dulunya milik orang dewasa, ada yang dulunya milik tukang balon, ada yang dulunya milik sebuah instansi yang sengaja melepas ratusan balon untuk acara tertentu.

Balon disana warna warni. Ada yang warnanya merah, ada yang warnanya putih, dan ada juga yang sudah pudar. Ada yang rupanya masih segar, ada yang rupanya sudah kisut. Namun apapun bentuknya, sepertinya mereka senang berada di atas sana. Cukup jauh untuk melihat kehidupan di bawahnya. Cukup jauh untuk melihat teman-temannya yang akan pergi ke atas namun sudah meletus sebelum sampai.

Balon akan terus berada disana. Mereka tidak bisa kembali dan menemukan jalan pulang. Atau memang tidak akan pulang karena mereka sudah ditakdirkan untuk terbang bebas melayang.

Comments

Banderaz said…
Nice.. Imajinasi yang simple tapi menarik & berobobot.
Tanpa sengaja googling gambar kupu-kupu, ketemu blog Nia. Membaca sekilas tulisannya bikin acara browsing saya berhenti sejenak untuk baca beberapa tulisan Nia.
Very nice... Keep on writing.
Saatnya meneruskan browsing, kapan2 mampir lagi boleh yah.. :)
Nia Janiar said…
Halo.

Terima kasih sekali untuk tanggapannya. Saya jadi makin semangat menulis. Terima kasih.

Silahkan jika ingin mampir lagi. Rumah ini selalu terbuka.

Popular posts from this blog

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya]
Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk.
Tok.. tok..
“Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina.
Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku.
“Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.”
“Ralat.. hampir tidur!”
“Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?”
“Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?”
Sabrina tertawa.
Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya sekarang.
“…

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…