Petir

Sudah dua jam kedua awan itu saling bertengkar, memperebutkan siapa yang akan menurunkan hujan di malam ini. Keduanya sama-sama keras kepala, keduanya sama-sama ingin menunjukkan kuasa.

Awan pertama berkata, "Dari kemarin, kau terus yang menurunkan hujan. Kau mengguyur bumi dengan rintikan karena setiap kau mengandung air, kau ingin buru-buru mengeluarkannya. Lihatlah aku, tidakkah kau lihat tubuku menghitam karena kebanyakan air?"

Awan kedua segera menjawab, "Lagian, siapa suruh menampung air banyak-banyak. Kamu bergerak terlalu lama, bumi sampai mengering!"

Dipersalahkan seperti itu, awan pertama geram karena dipersalahkan. Ctar! Kilat kecil menyambar di bawahnya. Lalu ia berkata, "Ini sengaja agar aku menciptakan badai tahu! Kau selalu bertindak terburu-buru hingga bumi menjadi banjir!"

Ctaar! Petir kedua berasal dari awan kedua yang dipersalahkan karena terjadi banjir. Kali ini kilatnya agak lebih besar ketimbang awan pertama. "Dasar awan yang sering membuat manusia mati kekeringan!"

Ctaaarrrr! "Kau lebih parah. Kau tidak membuat mereka mati, tapi kau membuat mereka basah, kehilangan harta, terserang penyakit, mati perlahan."

Mereka berdua terlibat adu mulut yang sangat panjang, membuat langit ribut lalu terjadilah hujan badai.

Ctar ... Ctaar ... Ctaaarr ... !!

Photobucket


Tag: Fiksi

Comments

Popular Posts