Petualangan Si Pemburu

Seorang perempuan bertelanjang dada. Ia hanya memakai rumbai dedaunan di pinggang. Tubuhnya kotor dan penuh luka. Diludahinya lalu digosok kasar, dibersihkan ala kadarnya. Dengan tombak runcing di tangan kanannya, ia sibuk berlari kesana kemari di tengah hutan, berburu binatang liar dengan lincahnya.

Adalah sebuah babi hutan dengan taring di dekat mulutnya. Tiga atau empat kali lebih besar badan si babi ketimbang sang perempuan. Sudah beberapa hari ini sang perempuan memburunya namun tidak berhasil. Dibuatlah lubang sebesar badan si babi, ditutupinya dengan ranting dan dedaunan. Cara yang klasik memang, tapi hanya itulah cara yang ia ketahui.

Dicarinya si babi dan diamati sembunyi-bunyi. Si babi sedang makan. Lalu dilemparkanlah sebuah batu pada si babi. Si babi berbalik, mencari darimana batu berasal. Matanya awas. Lalu diperlihatkanlah diri sang perempuan pada si babi hingga si babi balik memburunya. Dengan sigap, maka berlarilah sang perempuan ke tempat jebakan. Dan ... graass ... si babi masuk ke dalam lubang yang sudah disediakan.

Nafas sang perempuan terengah-engah. Bingung ia melihat babi berontak tidak karuan. Tidak buru-buru ia matikan, karena bukanlah tujuannya dijadikan santapan. Mungkin sang perempuan hanya ingin mengalahkan satu binatang liar ini yang sulit ditaklukan.

Setelah itu, berpulanglah ia pada rumahnya yang berada di dalam gua. Tidurlah ia.

Comments

Popular Posts